31/08/2018

Lombok Timur, SK – Yayasan Anak Pantai (YAP) Labuhan Pandan kontinyu bergerak mencari dan mendistribusikan langsung bantuan sembako menuju titik pengungsi yang berada di wilayah Desa Labuhan pandan dan Desa Dadap.

Hari ini (30/8) YAP menyalurkan bantuan berupa beras 7 kwintal, mie 35 dus, air 30 dus, telur 20 trai, roti nabati 6 dus, minyak masak 60 kg, indomilk 3 dus, kopi 1 dus dan pempers bayi.

“Meskipun sekedar yang penting kita sudah berkontribusi membantu warga,” ungkap Munawir Haris di rumahnya, Kamis (30/8).

Dia bersama Anak-Anak Lombok Timur Foundation tanpa mengenal lelah terus berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak selama dia mampu.

Bukan kali ini saja YAP berbagi. Semenjak gempa mengguncang Lombok Timur dan Lombok Utara, YAP terhitung sudah puluhan kali mendistribusikan bantuan ke wilayah Lotim dan KLU.

Padahal jika dilihat, YAP juga terkena dampak, apalagi wilayahnya tidak jauh dari pusat gempa. Dimana rumah milik Haris dan Acok, klinik serta sekolah YAP rusak berat akibat guncangan gempa yang terjadi pada 19 Agustus lalu dengan kekuatan 7.0 SR.

Hal itu lantas tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus berbagi. Karena baginya kerusakan rumah, klinik dan sekolah dianggap tidak seberapa jika dibanding masyarakat yang kehilangan keluarga dan tempat tinggalnya.

“Berbagi antarsesama merupakan hal yang wajib kami lakukan selama kami mampu melakukannya,” tegas Haris.

Menyinggung masalah dana yang digunakan untuk membeli barang, Haris menjelaskan bahwa, dia punya sahabat dari Belanda dan juga Australia. Untuk saat ini katanya, donatur yang rutin mensuport YAP adalah sahabatnya Hank Claaste berkebangsaan Belanda.

Dia juga tidak memungkiri disamping Hank Claaste, ada beberapa lembaga, komunitas serta perorangan sengaja datang membawa bantuan ke rumah pribadinya yang rusak.

Kemudian lanjut Haris, sumbangan yang sudah terkumpul langsung didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan tanpa membedakan pandangan politik ataupun SARA.

Munawir Haris yang pernah gagal mengikuti kontestasi pilkades Labuhan Pandan beberapa waktu lalu, tanpa melihat kelompok atau pilihan politik warga terus berbagi tanpa henti.

“Apa yang kita lakukan ini adalah panggilan hati, siapapun dia, apapun pilihan politiknya, tetap kita akan sentuh,” jelasnya.

“Saya tidak ingin campur urusan politik dengan bantuan, antara politik dan kewajiban kita membantu sesama adalah hal yang berbeda,” tambahnya.

Haris sangat berharap kepada pemerintah desa supaya jangan pernah membedakan mereka. Menurutnya, konstituennya ataupun tidak, mereka adalah rakyatnya. Pemerintah berkewajiban membantu mereka apalagi dalam kondisi seperti ini.

Hasbullah atau biasa dipanggil Acok saudara kandung Haris ditempat terpisah mengatakan, bahwa dia dan Haris terus berupaya tanpa mengenal lelah membantu mencukupi kekurangan barang yang akan disalurkan. Jika ditemukan masih ada barang yang kurang, dia (Acok-red) bergegas mencari atau membeli ketempat lain.

“Saya tidak ingin masyarakat yang kita bantu merasa kecewa,” terangnya.

Pantauan jurnalis Speakerkampung.net ketika mengikuti pendistribusian sembako ke beberapa titik pengungsian sepanjang jalan Labuhan Pandan menuju Dadap, terlihat para penyintas sudah menunggu di pinggir jalan berharap agar mereka dapat bagian. (Fikri)

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye