28/08/2017

MASAMBA (SK) — Sebanyak 205 Penyuluh Pertanian yang terdiri dari Penyuluh PNS 138 orang, Penyuluh THL-TBPP 10 orang, dan Penyuluh PTT 57 orang, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kapabilitas Penyuluh Pertanian yang diadakan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Luwu Utara, Senin (28/8), di Aula Hotel Remaja Indah. Bimtek dibuka langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Abdul Mahfud.

Bimtek Kapabilitas Penyuluh ini dilaksanakan selama dua hari, 28 – 29 Agustus 2017. Menariknya, di hari kedua, 205 penyuluh bakal mengikuti pembelajaran di alam terbuka yang biasa disebut dengan istilah outbond di Porodoa Desa Mappedeceng. Outbond adalah salah satu metode pembelajaran yang relatif baru bagi penyuluh pertanian.

Sekda Mahfud sangat mengapresiasi bimtek ini sebagai sebuah upaya membangkitkan ketahanan pangan dan terselenggaranya penyuluhan yang andal berbasis agribisnis. “Saya mengapresiasi kepada semua pihak yang berperan aktif dalam pembangunan pertanian di Luwu Utara, khususnya para penyuluh yang telah bekerja cerdas membangkitkan ketahanan pangan dan penyuluhan yang andal berbasis agribisnis,” ujar Mahfud dalam sambutannya.

Mahfud menambahkan, penyuluh pertanian sebagai pejabat fungsional yang diberi tugas dan wewenang dalam melaksanakan penyuluhan, harus tanggap dan responsif terhadap perkembangan pembangunan di sektor pertanian “Penyuluh pertanian harus tanggap dan responsif terhadap perkembangan situasi pembangunan pertanian yang senantiasa mengalami perubahan dari waktu ke waktu,” pinta Mahfud.

Selain itu, lanjut mantan Kadis Pertanian ini, penyuluh harus berbenah diri agar bisa membimbing petani dalam menerapkan paket teknologi sesuai perkembangan zaman yang sangat menuntut kemahiran penyuluh dalam menggunakan teknologi informasi yang semakin maju dan berkembang. “Penyuluh harus berbenah diri lagi dalam menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga mampu membimbing petani menerapkan paket teknologi sesuai perkembangan zaman,” terang Mahfud.

Penyuluh pertanian, kata Mahfud, bukan lagi satu-satunya sumber informasi bagi petani. Dengan semakin majunya teknologi informasi, lanjut Mahfud, maka sumber-sumber informasi bagi petani dapat diakses dari berbagai media, baik cetak, online, ataupun elektronik. “Saat ini penyuluh bukan lagi satu-satunya sumber informasi bagi petani, tapi sumber informasi itu bisa didapat dari berbagai media, baik cetak, online, maupun elektronik,” pungkas Mahfud.

Sebelumnya, Pejabat Fungsional Kabupaten, Muhammad Pajar, dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan diadakannya bimtek kapabilitas penyuluh pertanian adalah untuk memotivasi penyuluh biar lebih kreatif, inovatif dan profesional serta menjadi agen pembangunan pertanian di pedesaan. “Tujuan diadakannya bimtek ini adalah untuk memotivasi penyuluh biar lebih kreatif, inovatif dan profesional serta menjadi agen pembangunan pertanian di pedesaan,” ujar Pajar, yang juga pernah menjabat sebagai Plt. Kadis Pertanian ini

Selain Sekda Abdul Mahfud dan Kepala DKP Armiady, turut hadir dalam acara Bimtek Penyuluh di antaranya adalah Anggota DPRD H. Pardengan, Kepala BKPSDM Nursalim Ramli, Kadis Koperindag Muslim Muhtar, Kadis Perikanan Muharwan, Kalak BPBD Alauddin Sukri, Kepala Bapenda Tafsil Saleh, dan Kepala BMKG (Lukman Hamarong)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye