08/03/2019

Medan (Suara Komunitas.Net) – Salah seorang warga yang hadir dalam acara Sosialisasi 4 Pilar bersama 150 orang anggota Komunitas Peduli Demokrasi Bermartabat di Medan baru-baru ini, yakni Andrian Zulham mempertanyakan tentang potensi konflik dan perpecahan akibat dukung mendukung Capres dan Cawapres menghadapi Pemilu 17 April 2019.
Menjawab pertanyaan tersebut, Anggota DPR RI, H.R. Muhammad Syafi’i SH, MHum alias Romo mengatakan saat ini rakyat Indonesia sesungguhnya sedang dalam masa transisi demokrasi kritis, dimana sistem Pemilu cenderungan membawa rakyat pada pertimbangan dan geseskan yang berpotensi membuat masyarakat Pro dengan Kontra.
“Kondisi ini objektif bila kita mencoba menelusurinya. Sebenarnya berangkat dari sistem Pemilu yang bertentangan dengan semangat Pancasila, Sila ke 4 yang lebih condong kepada sistem perwakilan landasan Musyawarah dan Mufakat yang menjadi kekuatan perekat yang dihasilkan dari kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa dan masyarakat Indonesia yang majemuk. Sehingga kecondongan ini tidak didukung dan dijaga kondusifitasnya oleh para elit partai pendukung,” kata Romo.
Hal tersebut, tambahnya, karena ditingkahi adanya indikasi keterlibatan PNS/ASN, Aparat, dan Pemerintah yang tidak netral seperti amanat UU. Maka potensi munculnya disentegrasi peluangnya sangat mungkin terjadi.
“Oleh karena itu melalui peran aktif komunitas masyarakat yang peduli kepada Pemilu yang bermartabat ini menjadi relefan untuk menjembatani mengurangi praktek-praktek kecurangan yang memungkinkan Pemilu ini menjadi agenda Nasional yang Out-putnya menghasilkan wakil-wakil dan pemimpin yang tidak bermartabat dan jauh dari sikap Negerawan,” ucapnya. (lubis)

Editor : Tohap P.Simamora

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye