08/03/2019

Medan (Suara Komunitas.Net) – Anggota DPR RI, H.R. Muhammad Syafi’i SH, MHum dari Fraksi Partai Gerindrabaru-baru ini menggelar Sosialisasi 4 Pilar bersama 150 orang anggota Komunitas Peduli Demokrasi Bermartabat di Medan
Menjawab pertanyaan Edi Herianto tentang bagaimana agar rakyat tidak terjebak pro dan kontra yang tidak sehat, Romo yang didampingi R.M.Khalil Prasetyo menyebutkan, bila kita mencoba balik kebelakang pasca orde baru dan memasuki usia 20 Tahun Era Reformasi ini, secara objektif kita menjalani banyak persoalan kebangsaan, ekonomi dan persatuan dan sistem ketatanegaraan yang berpotensi mengancam kedaulatan NKRI, integrasi Bangsa, dan potensi sumber daya alam dikuasai asing.
Karena itu, lanjutnya, para pengambil keputusan dan kebijakan serta para elit-elit politik tidak lagi mengedepankan sikap negerawan tapi lebih kepada sikap menentukan kelompok dan pribadi (Vested Interest) dan membelakangi konstitusi dan menjadikan UUD 1945 hanya sebagai Jargon.
Menurut Romo, orientasi mengejar materi (Materialisme) dan Sekurelisme telah begitu cepat menguasai kehidupan sehari-hari. Sehingga ada kecenderungan Agama telah dianggap sebagai sesuatu yang harus dipasalkan dari praktek ketatanegaraan termasuk Pemilu saat ini sangat kuat pesan disampaikan oleh pimpinan parpol, elit dan beberapa tokoh masyarakat tentunya “Agama” harus dipisahkan dari politik.
“Indikasi munculnya ajaran Neo PKI terlihat dalam gesekan Pro dan Kontra Capres dan Cawapres pada pemilu kali ini,” tegasnya.
Dikatakan, bahwa Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, serta UUD tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, sangat penting dipahami masyarakat. Karena hal itu menjadi landasan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.(lubis)

Editor : Tohap P.Simamora

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *