12/03/2019
BERSINERGI : Perwakilan peserta dan tamu undangan berfoto bersama di sela-sela kegiatan pelatihan dan sosialisasi tentang teknologi informasi dan entrepreneur digital untuk santri di Pondok Pesantren Nurul Bayan Lombok Utara, Kamis lalu (7/3

Tanjung, (SK),– Sosialisasi tentang teknologi informasi dan entrepreneur digital untuk santri, terus di genjot Kamis lalu (7/3) digelar di Pondok Pesantren Nurul Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Langkah, dari Santripreneur Indonesia menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi RI dengan sub bidang Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi untuk menyelenggarakan kegiatan.

Upaya ini, juga untuk menekan penyalahgunaan teknologi yang kerap disalahgunakan.
Tema yang diangkat dalam acara Bakti Kominfo untuk Negeri itu adalah “Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Guna Menunjang Pembangunan Infrastruktur Melalui Sosialisasi Entrepreneur Digital untuk Santri”.

Perwakilan Santripreneur Indonesia Muhammad Asrori mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya pihaknya bersama pemerintah untuk meningkatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara bijak dan optimal. Terlebih dewasa ini perkembangan TIK khususnya media sosial di Indonesia sangatlah pesat sehingga terbentuk era baru yang sering dikenal dengan era milenial.

“Era milenial merupakan era dimana para generasinya tidak bisa lepas oleh sosial media maupun smartphone,” ujarnya.

Jika generasi milenial tidak diberikan arahan dan kawalan dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, ditakutkan terseret oleh dampak negatif perkembangan TIK. Seperti berita hoax, fitnah dan ujaran kebencian di media sosial. Salah satu arahan dari acara ini adalah menggunakan dan memanfaatkan IT untuk berwirausaha.

Acara ini dibuka Kadis Kominfo KLU H Muhammad dan diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri dari santri-santri dan warga sekitar. Kegiatan juga dirangkai dengan pelantilkan pengurus Santripreneur Indonesia Cabang KLU.

“Kami sangat bahagia dengan adanya acara ini, semoga acara ini dapat berlanjut dan bermanfaat bagi masyarakat dan santri,” kata Muhammad.

Sosialisasi dan pelatihan ini menghadirkan dua narasumber. Yaitu Sudjatmogo selaku dewan penyelaras usaha Santripreneur Indonesia, dan KRT Noorwahyudi, konsultan dan praktisi bisnis. Keduanya mengajarkan bagaimana memanfaatkan daya guna teknologi untuk berbisnis dengan skill yang dimiliki oleh santri-santri.

Pengasuh Ponpes Nurul Bayan KH Abdul Karim Abdul Ghofur Rowi juga berharap acara ini benar-benar dimanfaatkan para santri dalam mengembangkan keahlian diri. Terutama dalam hal bisnis/berwirausaha. Dan nantinya akan dibentuk tim kordinator Santripreneur Cabang KLU.

“Harapan kami terus berlanjut program-program baru untuk pengembangan potensi santri,” pungkasnya. (dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *