18/03/2019

Dairi (Suara Komunitas.Net) – Pesada sebagai LSM Perempuan yang bergerak untuk penguatan perempuan menuju keadilan dan kesetaraan gender melihat pelaksanaan Pemilu sebagai salah satu indikator utama demokrasi, dan sampai saat ini belum dapat menunjukkan prosentase yang signifikan untuk terpilihnya keterwakilan perempuan di badan perwakilan yang ada di Indonesia.
Hal itu tertuang dalam siaran pers Pesada yang disampaikan Direktur Eksekutif Dinta Solin didampingi Koord. Advokasi & Kepemimpinan Perempuan Berliana Purba dan Koord. Knowledge Manag. & WCC Sinceritas Dina Lumbantobing, Senin 18 Maret 2019.
Menurut Pesada, kehidupan Demokrasi tanpa kehadiran signifikan perempuan, bukanlah demokrasi yang sesungguhnya. Meski berbagai aturan untuk kuota perempuan di politik sebagai komitmen Indonesia terhadap tindakan nyata percepatan kesetaraan perempuan dan laki-laki telah dikeluarkan, tetapi belum secara nyata di parlemen.
Menyambut pelaksanaan Pemilu serentak yang jatuh tanggal 17 April 2019 PESADA yang secara langsung bekerja di 15 Kabupaten/kota di provinsi Sumatera Utara; dan secara tidak langsung mengkoordinir 7 LSM Perempuan di 7 provinsi di Indonesia menegaskan posisi politiknya dalam 7 poin sebagai berikut:
1.Akan mengawal seluruh proses demokrasi yang sesungguhnya dengan memegang teguh nilai di pedoman perilaku Pesada, yaitu : Non Partisan.
2.Secara aktif dan terencana melanjutkan pendidikan politik dengan berbagai strategi untuk membangun kesadaran kritis perempuan akar rumput, perempuan muda, pemilih pemula untuk memilih dan memenangkan perempuan di seluruh arena kepemimpinan.
3.Khusus PEMILU 2019, memilih perempuan untuk DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR-RI, dengan memprioritaskan perempuan potensial dampingan Pesada, menganalisis Agenda Politik yang bersangkutan dan Parpol yang sesuai kepentingan politik perempuan akar rumput.
4.Memilih perempuan untuk DPD dengan menganalisis Agenda Politik calon dan berkomunikasi secara efektif.
5.Memilih calon Presiden dan Wakil Presiden yang peka gender, memiliki rekam jejak bersih, bukan pelanggar HAM, terlihat kinerjanya, dan menghormati gerakan masyarakat sipil khususnya perempuan akar rumput.
6.Akan mengawal proses PEMILU hingga pengumuman hasil melalui keterlibatan di dalam monitoring secara selektif terutama di Daerah Pemilihan perempuan potensial dampingan Pesada
7.Menyerukan kepada semua masyarakat untuk memilih dan memenangkan perempuan pada Pemilu serentak tanggal 17 April 2019. (reli)

Editor : Tohap P.Simamora

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye