02/04/2019

Medan (Suara Komunitas.Net) – Prospek ekonomi 2019 dan digital transformasi tidak bisa lepas dari kondisi ekonomi global, dimana ekonomi dunia juga saat ini melandai, di deteksi dari koreksi IMS atas pertumbuhan ekonomi dunia dari 3,7 persen menjadi 3,5 persen.
Pertumbuhan ekonomi negara maju juga melemah, yang kemudian memperlambat transaksi dunia, Brexit yang tak kunjung selesai. Bahkan Bank Sentral Amerika Serikat melakukan normalisasi kebijakan.
Demikian diungkapkan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Rosmaya Hadi baru-baru ini di Medan.
Dia juga memuji pertumbuhan ekonomi Sumut yang mencapai 5,18 persen tahun 2018 lalu dan berada diatas rata-rata nasional pada level 5,17 persen.
”Pertumbuhan ekonomi Sumut sebesar 5,18 persen itu ditopang oleh investasi dan konsumsi, juga didukung sektor perdagangan dan industri manufaktur,” katanya memberi alasan.
Ia meminta kepada seluruh kepala daerah Pemkab/Pemko Se -Sumut di tahun 2019 tetap menjaga stabilisasi harga pascapanen, seperti cabai merah.
“Jangan sampai petani takut menanam cabai karena harga anjlok saat panen raya”,tegasnya.
Ia menilai kompetensi SDM kita yang masih banyak menambah kompetensi ke depan, karena kualitas SDM mempengaruhi daya saing.
“Literasi kita masih sangat lemah. Kondisi literasi kita menduduki urutan 60 dari 61 negara tahun. Kondisi literasi di Indonesia rata-rata hanya baca 17 halaman buku dalam setahun per orang, itu pun sudah termasuk membaca buku tabungan”,tandasnya.(lubis)

Editor : Tohap P.Simamora

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *