27/07/2018

 

Lombok Timur, SK – Dana Desa (DD) yang diberikan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Transimigrasi dan Daerah Tertinggal (PDTT) yang akan terealisasi tahun 2019 mendatang, masih fokus pada pembangunan infrastruktur desa.

Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (RKPDes) itu dihadiri oleh camat Sambelia, kepala dusun, anggota BPD, pendamping desa, beberapa orang tokoh masyarakat dan empat orang perwakilan kelompok perempuan (25/7).

Dalam hal ini, camat berperan penting untuk ikut membantu mewujudkan arah pembangunan desa yang lebih transparan. Selain peran camat sebagai pembina desa, camat juga harus mampu membaca potensi desa yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Nah, ini yang terus dilakukan Camat Sambelia, Zaitul Akmal, setiap kali turun ke masyarakat. Yakni terus mendorong semua kepala desa agar potensi desa bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat.

Rancangan pembangunan yang sudah tertuang dalam RPJMDes Tahun Anggaran 2019 orientasinya masih pada empat indikator di antaranya:
1. Pembangunan fisik (infrastruktur)
2. Penyelenggaraan pemerintahan
2. Pembinaan lembaga
4. Pengelolaan potensi desa yang selama ini terus didengungkan Zaitul Akmal kepada seluruh pemerintah desa agar bisa menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes). Hal ini bisa terwujud apabila pemdes bisa membina kerjasama antarelemen masyarakat.

Untuk saat ini yang masih belum tersentuh atau belum dibicarakan secara intens dalam RKPDes tahun 2019 itu adalah masalah ketertiban dan keamanan desa. Sebagaimana diketahui, belakangan ini masyarakat Sambelia masih diresahkan kehadiran “pejalan malam” atau maling.

Untuk itu, pemdes harus segera mengambil sikap, mungkin dengan mengaktifkan pos kamling di setiap dusun agar gerak-gerik maling bisa terdeteksi oleh warga. Hal ini penting dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang lagi. (Fikri.MS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye