04/10/2018

Medan (Suara Komunitas.Net) – Prinsip demokrasi pada hakekatnya dapat tumbuh kembang dengan baik dan masyarakat sipil semakin terbuka, karena warga menyadari tentang toleransi terhadap perbedaan. Perbedaan dalam bentuk apapun seperti suku, agama, warna kulit dan lainnya.
“Kesadaran adanya kesetaraan derajat kemanusiaan yang saling menghormati dan taat diatur oleh hubungan yang adil dan beradab yang mendorong kemajuan serta menjamin kesejahteraan hidup warganya,” kata Anggota DPR RI, H.Raden Muhammad Syafi’i, SH, MHum saat menjawab pertanyaan peserta sosialisasi Murni Zida terhadap demokrasi yang saat ini lebih condong kepada demokrasi liberal pada Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kabupaten Sergai, baru-baru ini.
Politisi Gerindra yang dekat dengan sentuhan ke Islaman ini mengaku nilai-nilai liberal yang berorientasi pada tata nilai Barat mulai mengalami dan menimbulkan persoalan baru dengan nilai-nilai Pancasila.
Sehingga, lanjut Romo, dibutuhkan kesadaran bersama untuk dicari keseimbangan baru antara nilai-nilai Pancasila yang lebih cenderung kepada musyawarah dan mufakat sementara demokrasi liberal cenderung kepada pilihan individu (Individualistik).
“Benturan budaya ini belum menemukan titik keseimbangan baru, malah ada kecenderungan memunculkan persoalan-persoalan yang berpotensi terjadinya disentegrasi bangsa,” katanya.
Menurut Romo, para pendiri Negara/Bangsa Indonesia telah menyadari realitas tentang kebebasan hidup setiap suku dan suku bangsa yang berbeda-beda keragaman budaya dan agama merupakan modal dasar dalam pembangunan. Atas dasar itulah para pendiri bangsa merumuskan bangsa Indonesia terdiri dari daerah-daerah swapraja dan desa atau setingkat dengan itu di dalam U.U.D 1945 (sebelum perubahan).(lubis)

Editor : Tohap P.Simamora

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye