02/11/2018

Medan (Suara Komunitas) – Ketua Fraksi Hanura DPRD Sumut, Toni Togatorop, SE merasa prihatin dengan peredaran Narkoba di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara yang dewasa ini menjadi persoalan berkepanjangan dan tidak ada henti-hentinya.

“Untuk itu saya sebagai wakil rakyat mengajak masyarakat untuk memerangi dan memberantas Narkoba. Karena persoalan ini sudah sangat memprihatinkan,” kata Toni Togatorop,SE (foto) di Medan baru-baru ini.
Menurut dia, saat ini polisi dan BNN terkesan tidak mampu berbuat maksimal akibat keterbatasan anggaran dalam memberantas narkoba. Sementara pemerintah Sumut hingga saat ini tidak konsern menyikapi ini padahal Sumut telah dilanda darurat narkoba.
Diakuinya, saat jadi Ketua Komisi A DPRD Sumut, dia selalu mengusulkan hibah untuk membantu kegiatan BNN dan Polisi agar dapat bergerak lebih maksimal. Terutama pengadaan lokasi tahanan narkoba secara khusus sekaligus perehablitasian korban narkoba.
Ia juga pernah mengusulkan sebagian eks HGU PTPN II diambil alih untuk lokasi rehablitasi dan tahanan narkoba oleh Pemprovsu sehingga ada ikon yang dapat dikenang rakyat atas penggunaan anggaran Pempropsu yang senilai Rp. 13 triliun itu.
Lebih jauh Toni juga menegaskan bahwa ia sangat setuju disetiap tempat hiburan dan tempat keramaian ditempel slogan akan “Narkoba, tangkap pemakai dan pengedar jangan tangkap lepas”.
Toni dalam siaran persnya mendesak Gubsu, Edy Rahmayadi untuk segera membuat tempat penahanan dan rehabilitasi korban narkoba. Kita jangan hanya mendesak polisi dan BNN, namun Pempropsu tidak ada kesiapan apapun.
“Saya yakin Polisi dan BNN mampu menggulung sercara besar-besaran pengguna narkoba tapi sayangnya anggaran untuk itu tidak ada. Bagaimana Pemprovsu menyikapi persoalan narkoba ini?,” ucapnya.
Narkoba, tandas Toni, sudah sangat membahayakan dan menjadi ancaman pembunuhan yang terus menerus dan tersistematis.
“Kasihan remaja, anak cucu rakyat Sumut menjadi penerima warisan narkoba dan kejahatan fatal bagi bangsa ini,” pungkas Toni yang dikenal sangat akrab dengan wartawan. (lubis)

Editor : Tohap P.Simamora

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye