30/01/2019

Medan (Suara Komunitas.Net) – Masyarakat Peduli Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Sumut menggelar Dengar Pendapat Masyarakat (DPM) dengan topik ‘Pemilu Damai Dalam Bingkai Kesatuan NKRI’ di Medan, Rabu (16/1). DPM dihadiri sekitar 150 orang dan bertindak sebagai MC adalah M.Zaki Syahreza.


Dalam sambutannya, Ketua Rumah Aspirasi Romo Center, Ir.Tosim Gurning mengharapkan, kegiatan DPM dapat menambah wawasan dan pengetahuan para peserta.
Menjawab pertanyaan Zulkifli soal landasan memilih pemimpin dalam Islam dibandingkan dengan demokrasi yang berlaku di dunia saat ini, Raden Syafi’I yang akrab disapa Romo menyebutkan, dalam Islam memilih pemimpin itu wajib sedangkan dalam demokrasi modern memilih pemimpin itu hak. Dari kedua dimensi ini memang memiliki konsekuensi baik bagi yang dipilih maupun yang memilih.
“Bila dalam konsep Islam konsekuensi ini melihat pada seorang pemimpin yaitu Allah SWT akan meminta pertanggung jawaban dari setiap pemimpin dan dalam perwujudannya pemimpin harus memiliki integritas dan kapasitas, antara lain jujur, cerdas, amanah serta terbuka, transparan dan mampu berkomunikasi,”ujarnya.
Dalam demokrasi modern, lanjut Romo, hak memilih pemimpin bersifat hak dan nilai-nilai individual dalam hal ini lebih mendominasi dengan landasan Hak Asasi Manusia (HAM) dan pertanggung jawaban seorang pemimpin di akomodasi dalam sistem ketatanegaraan yaitu Dasar Negara dan Sistem Perundang-undangan yaitu konstitusi sebagai landasan hukum yang mengikat masyarakat.
Menurut Romo, nilai-nilai moral seperti kejujuran dan amanah menjadi sangat melekat dalam individu- individu karena ada kecenderungan demokrasi modern landasannya adalah demokrasi liberal yang memiliki paradigma agama tidak boleh disatukan dengan politik.(lubis)

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye