02/04/2019

Medan (Suara Komunitas.Net) – Indonesia kaya dengan sumber daya alam (SDA), kaya budaya dan punya bonus demografi, karena 40 persen penduduknya merupakan generasi millenial. Namun kekayaan SDA akan habis jika tidak diberdayakan atau dimanfaatkan. Untuk itu kita berharap mahasiswa supaya berupaya meningkatkan daya saing lewat kreativitas dan inovasi.
Harapan itu disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi saat memberi kuliah umum di Gelanggang Mahasiswa USU, Jumat (29/3) lalu.
Melalui judul “Ekonomi Indonesia di Era Digital, Prospek dan Bauran Kebijakan”, Rosmaya Hadi menyebutkan, Mahasiswa FEB USU perlu tahu mengapa daya saing kita lemah, hanya sedikit diatas negara Myanmar. Ini karena kita kurang inovasi dan inovasi itu datangnya dari riset yang kita lakukan masih jauh dari cukup. Semoga kedepan riset semakin dapat perhatian pemerintah.
Menurutnya, motivasi dari owner Facebook mengisyaratkan supaya generasi millenial Indonesia menciptakan teknologi yang connecting, yaitu mampu mendekatkan orang dengan orang, mendekatkan orang dengan kebutuhan, menciptakan kreasi yang original supaya kita tidak hanya jadi market bagi produk asing.
“Kalau kita tidak bisa jadi owner dan founder hasil riset kita, kita akan menjadi pekerja rendahan, seperti driver ojek online. Maunya kampus diarahkan ke vokasi. Moga banyak perusahaan meniru strategi Grup Astra yang mendirikan lembaga vokasi sendiri”,ucapnya.
Kuliah umum ini dihadiri ratusan mahasiswa dan dosen FEB USU serta pengurus dan anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Medan.Sebagai MC Dekan FEB USU, Prof Dr Ramli Lubis.
Kuliah umum dibuka Rektor USU Prof.Runtung Sitepu diwakili Wakil Rektor III Bidang Riset dan Kerjasama. (lubis)

Editor : Tohap P.Simamora

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *