21/01/2019

Tanjung,— Sejak gedung sekolah ambruk dan hancur akibat bencana gempa bumi yang melanda
Kabupaten Lombok Utara dan daerah lainnya di pulau Lombok pada tanggal 5 Agustus 2018 lalu,
ratusan siswa MI Nurul Ihsan NW Salut Desa Salut Kecamatan Kayangan Lombok Utara, aktivitas
belajarnya sehari-hari berlangsung di bawah pohon halaman sekolah. Proses belajar mengajar di
luar kelas itu akan terus berlangsung hingga proyek pembangunan sekolah darurat selesai yang
perkirakan tiga bulan ke depan. Demikian yang dikatakan Kepala Sekolah Zulhaedianto, Selasa
(21/01).

Siswa Ponpes Nurul Ihsan Salut Belajar di Bawah Pohon

Dikatakan, akibat belajar di bawah pohon halaman sekolah selama hamper 5 bulan pasca gempa
tersebut, seluruh siswa terlihat tidak nyaman dan tidak fokus. Sebab, kondisi panas dan angin
kencang yang bisa menimbulkan debu. "Ya debu dan panas, mau bagaimana lagi, kondisi sekolah
memang seperti ini," katanya.

Selanjutnya, Zulhaedianto menjelaskan bahwa selama proses belajar mengajar yang dilakukan
pihaknya hingga saat ini, walaupun belum ada tempat yang memadai, akan tetapi keseluruhan
siswa, guru dan tenaga kependidikan lainnya tetap semangat meski belajarnya di alam terbuka.
Buktinya, meski keadaannya seperti ini, siswa-siswi masuknya 90 persen. Melihat kondisi
belajarnya seperti ini, ia berharap kepada Pemerintah, agar pihaknya segera di bantu untuk gedung
permanen mengingat musim hujan sudah mulai turun.”Ketika hujan mulai turun, dengan berat hati
terpaksa sekolah kami liburkan,”jelasnya.

Selain itu, Zulhaedianto juga berharap ada bantuan dari pemerintah seperti alat bantu
pembelajaran yang berupa bangku,meja,kursi,papan tulis, rak buku dan buku paket lainnya, dimana
kondisinya hingga saat ini 45 persen yang masih tersisa.

Karianom, Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Ihsan NW Salut yang ditemui dikediamannya
di Salut membenarkan, memang benar kondisi berlangsungnya proses belajar mengajar selama
pasca gempa yang melanda Kabupaten Lombok Utara dengan kekuatan 7,0 SR tersebut membuat
seluruh gedung dan bangunan rumah warga di daerah tersebut hancur luluh.Tidak terkecuali
gedung MI Nurul Ihsan NW Salut dibawah naungannya tersebut luluh lantak rata dengan tanah.
Walaupun demikian, seluruh aktivitas KBM di sekolah tersebut tetap semangat, meskipun kegiatan
belajar dilakukan di bawah pohon. Mereka tidak bisa belajar di sekolahnya sendiri, karena rusak
sejak lima bulan lalu dan hingga kini belum diperbaiki.(eko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *