01/04/2017

Lombok Timur, SK – Untuk meningkatkan sinergitas antara jurnalis dalam menyebarkan pesan perdamaian, LBH APIK NTB menggelar Workshop Capacity Building Media, dengan tema "Media Peretas Fundamentalisme Agama untuk Menciptakan Perdamaian" yang diikuti oleh puluhan jurnalis lokal, baik dari media online, cetak maupun elektronik, serta para penggiat blogger. Berlangsung di Lesehan Bumi Gora, Mataram, NTB, pada, Rabu (29/3).

Adapun tujuan digelarnya workshop tersebut adalah, untuk membuka ruang diskusi dan sekaligus memberikan pemahaman pada awak media konsep dari perbedaan. Untuk menyampaikan pesan perdamaian sehingga kerukunan dalam hidup bermasyarakat bisa terjalin dengan baik, tanpa melihat warna kulit, suku, ras maupun agama mereka. Yang tidak kalah pentingnya adalah, usaha membangun komitmen antara LBH APIK dengan media untuk membantu menyebarkan pesan perdamaian dan humanisme.

Koordinator program APIK, Surya Jaya mengatakan, sejak 2013 silam, LBH APIK konsen membangun komunitas yang menyasar anak muda setingkat SMP/SMA dan mahasiswa lintas agama. Karena, lanjut Surya, pemuda menjadi pionir yang bisa membantu meminimasir penyebaran isu fundamentalisme dan radikalisme.

Perselisihan, lanjut Surya, sering menimbulkan konflik antar suku, ras dan agama (SARA). Padahal perbedaan adalah anugerah yang patut disyukuri sebagai alat pemersatu.

Jika semua itu bisa dilakukan ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara, maka paham fundamentalisme dan gerakan radikalisme yang dilakukan oleh individu atau kelompok tertentu untuk menghancurkan individu maupun kelompok lainnya bisa terelakkan.

Perbedaan penafsiran terhadap doktrin-doktrin agama dalam berbagai teori jihad, harb, posisi perempuan dan sebagainya, juga turut memberikan dan menanamkan paradigma negatif dalam beragama. Sehingga hal tersebut bisa menimbulkan tindakan kekerasan dan pada akhirnya perempuan dan anak yang menjadi korban.

Untuk mengantisipasi preseden buruk yang bakal terjadi, LBH APIK sudah mulai mengembangkan sayapnya ke Lombok Timur dan Lombok Tengah. Selanjutnya nanti, akan terbang ke Sumbawa dan Bima. Pada tahun sebelumnya lembaga tersebut konsentrasi di Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara.

"Kami akan terus bergerak ke semua wilayah di NTB hingga program ini berakhir sampai tahun 2019 nanti," terang Surya Jaya pada suarakomunitas.net.

Di Lombok Timur, ada dua kecamatan yang menjadi sasaran lembaganya yakni Kecamatan Pringgabaya dan Sambelia. Sasarannya adalah Desa Labuhan Lombok. Karena di desa tersebut, banyak pendatang dari etnis/suku Bugis, Sulawesi yang menetap disana. Sedang Kecamatan Sambelia dipusatkan di Transad, Desa Padak Goar. Seperti diketahui, penduduk Transad banyak berasal dari Bali, dimana Bali identik dengan agama Hindu.

Kedua desa sasaran yang berada di Lotim tersebut, akan terus mendapat pendampingan dari LBH APIK, untuk menyebarkan salam perdamaian dan humaisme dalam hidup nermasyarakat meski berbeda agama, melalui komunitas pemuda yang sebelumnya sudah dibentuk disana.

"April ini kami sudah turun lapangan memberikan pendampingan kepada komunitas pemuda yang sudah dibentuk sekitar 35 orang anggota," beber Surya.

Dia sangat mengharapkan peran serta media agar sama-sama aktif mendampingi komunitas tersebut untuk membantu menyampaikan pesan-pesan damai sampai pada tujuan yang baik dan benar. Di samping itu, media diharapkan supaya bisa menempatkan dirinya sebagai pemberi pesan damai yang bebas dari kepentingan kelompok ataupun golongan tertentu yang hanya bertujuan mencari keuntungan. (Fikri MS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye