12/03/2019

Tanjung, (SK), — Delegasi Kerajaan Negeri Trengganu, Malaysia berkunjung ke Kabupaten Lombok Utara (KLU), Jumat (1/3). Kunjungan ini untuk menjajaki sejumlah kerja sama dengan Pemerintah KLU di bidang ekspor impor. Sekaligus menindaklanjuti pembicaraan sebelumnya dengan Bupati KLU, TGH. Najmul Akhyar, saat kunjungan bupati dan jajaran ke Malaysia, beberapa minggu lalu itu.

Bupati KLU, TGH. Najmul Akhyar bersama rombongan SKPD menerima Delegasi Kerajaan Negeri Trengganu, Malaysia di Aula Kantor Bupati, Jumat (1/3)

Bupati mengungkapkan, delegasi Trengganu akan berkeliling melihat potensi di KLU selama tiga hari. Trengganu sendiri diketahui memiliki banyak produk turunan ikan, baik dalam bentuk makanan dan lainnya. Namun dari segi potensi ikan, mereka minus. Hal itulah nanti kata Bupati yang akan dikerjasamakan. Mengingat pihak Trengganu juga sangat tertarik dengan potensi ikan di KLU.

Bupati mencontohkan salah satu kelompok nelayan di Krakas. Itu dalam sehari mendapatkan 6-10 ton ikan. Jumlah nelayan di KLU juga banyak, sehingga bisa dipastikan tangkapan ikan juga sangat banyak. “Sementara di Trengganu potensi ikan mereka sedikit sekali, padahal mereka sangat membutuhkan untuk produk olahan mereka,” sambungnya.

Selain ikan, delegasi Trengganu juga tertarik dengan produksi kelapa KLU. Hal ini dikarenakan harga kelapa di KLU terbilang sangat murah bagi mereka. Hanya Rp 3.000 sampai Rp 4.000 per butir. “Di Malaysia, harga kelapa mereka RM 10 sampai RM 18. Dirupiahkan ada sekitar Rp 30 ribu ke atas per butir di sana,” jelasnya.

Tentu lanjut Bupati, ketertarikan Trengganu ini menjadi jawaban di tengah anjloknya harga kelapa di KLU. Disamping juga Trengganu tertarik karena kualitas kelapa KLU sangat bagus.

Selanjutnya, mereka juga melihat hasil cokelat KLU. “Mereka sempat terkejut saat saya katakan bahwa KLU ini merupakan penyangga kebutuhan cokelat nasional,” kata Bupati.

Di KLU belum ada pabrik pengolahan cokelat, kendatipun potensi cokelat begitu besar. “Ini hal yang memang perlu kita kerja samakan. Mungkin saja, Lombok Utara ini akan mengirimkan cokelat dengan bentuk gelondongan ke Malaysia, atau Malaysia yang menyediakan pabriknya di sini,” tandasnya.

Kemudian lanjut Bupati, Trengganu pun tertarik dengan produksi jagung. Saat ini ada 900 hektare tanaman jagung di KLU. Itu menandakan gairah masyarakat menanam jagung sangat tinggi. Produksinya yang cukup besar cukup menjanjikan untuk pemenuhan kebutuhan pakan. Saat kunjungan ke Malaysia beberapa waktu lalu, Pemerintah KLU juga melihat potensi untuk jagung. Di sana terdapat peternakan ayam. Ada 6 juta ekor ayam di sana. Itu jumlah yang sangat besar dan mereka harus mengimpor jagung dari Thailand. Setelah mengetahui potensi jagung di Indonesia khususnya KLU, Trengganu pun menawarkan kerja sama impor jagung tersebut. “Konsep kerja samanya nanti mungkin dalam bentuk ekspor impor,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Delegasi Kerajaan Negeri Trengganu, YBM Dato Tengku Hasan Umar menerangkan, ia membawa 23 orang yang terdiri dari bidang pertanian, kelautan, peternakan, pendidikan, pemberdayaan desa, ekonomi, bisnis travel, bisnis kapal, tim penegakan hukum Islam, dan beberapa bidang lainnya. Selain itu, ia juga melibatkan para pebisnis yang aktif di daerah. “Yang kami bawa ini orang-orang yang kuat bekerja,” terangnya.

Dua hari di KLU bakal menjajaki potensi apa yang pas untuk investasi dan menjadi pertimbangan daerahnya untuk dilanjutkan dalam ikatan kerja sama.

Delegasi Trengganu sendiri diajak berkeliling ke beberapa lokasi yakni tambak udang vaname di Desa Mumbul Sari, Kelompok Karya Tani Jagung di Desa Akar-Akar, objek wisata Senaru, air terjun TT12, lebah madu di Desa Sukadana. Serta bertemu dengan Wakil Gubernur NTB dan jajaran SKPD KLU di Hotel Jeeva Klui, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang. (flo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *