06/10/2018

Kuala Batee (SK) – Jembatan yang menghubungkan antara Desa Krueng Batee dengan Desa Ie Mameh di Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya sudah lebih setahun tidak diperbaiki meskipun kondisinya hampir putus.

Fungsi jembatan ini sangat vital bagi aktivitas warga sebagai jalur lalu lintas orang dan barang, terutama hasil perkebunan kelapa sawit dan atau hasil tangkapan nelayan dari desa yang berada di pesisir pantai barat selatan Aceh Barat Daya.

Berdasarkan amatan SK sudah berlangsung lebih dari setahun kondisi badan jembatan terpotong dua, tapi masih tetap dilintasi bahkan oleh kendaraan yang mengangkut kelapa sawit sekalipun.

Beberapa bulan belakangan, hanya dilakukan penimbunan pada patahan jembatan tersebut dan tetap dilintasi berbagai macam kendaraan dan orang.

Situasi terakhir terjadi hujan deras pada Kamis (4/10), volume air sungai meluap yang mengakibatkan longsor pada badan jalan yang tersambung ke jembatan. Atas kondisi tersebut hanya dilakukan penimbunan dengan pasir, dan jembatan masih tetap dilintasi.

Firdaus (30) salah seorang warga yang kerap melintas mengaku agak riskan apalagi dengan menggunakan kendaraan roda empat. “Tapi ini jalan yang paling dekat dari desa Ie Mameh dan Lama Tuha untuk menuju jalan utama lintas barat Banda Aceh – Medan. Selagi masih bisa, kami tetap menggunakannya.” Ujarnya.

Hingga saat ini tidak ada tanda – tanda akan dilakukan perbaikan yang menyeluruh oleh pihak terkait. Hanya penimbunan yang dilakukan sebagai tindakan darurat saja. (wmk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye