A | A
628529745XXXX : genta news hari dusun cot seumantok kecamatan babahrot abdya diresmikan menjadi desa persiapan     628136036XXXX : seorg warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : info gempa mag 5 0 sr 11 01 2012 04 00 53 wib lok 2 39 lu 93 18 bt 325 km baratdaya kab simeulue kedlmn 59 km bmkg     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh nad dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga hari gisafm     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh provinsi aceh dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga ha     62812694XXXX : komplek perumahan korem lilawangsa tepatnya dibelakang rumah sakit kesrem lg terbakar dan hampir menghanguskan empat rumah gisafm lhokseumawe     628191776XXXX : news ratusan aktivis dan lsm yg trgbng dlm aliansi rkyt menggugat memnta gbrnr ntb membrhntikn bupati dan wabup lombok tengah krn plntknnya dinilai cct hkm     628191776XXXX : news nasip petani tembakau di pulau lombok terancam krn mndpt tntangan phk asing yg mengkampanyekan anti rokok intrnasional dn krng diprhtikn pemda stmpt     

Indeks Pengalaman Suara Komunitas

10 Feb 2012 Sulawesi Utara | JRK SULUT

Lokon Meletus, Warga Minta Media Angkat Dampaknya

Tomohon, SK - Gunung Lokon di Tomohon Sulawesi Utara kembali meletus, Jumat (10/2) sekira pukul 08.20 Wita. Letusan kali ini terbilang dahsyat karena diikuti semburan abu vulkanik setinggi 3000 meter. Beritanya langsung tersebar di berbagai media online baik lokal maupun nasional. Namun berita yang super cepat itu dinilai sejumlah warga kurang mewakili derita warga yang terus tertekan oleh dampak letusan itu. Laporan aktifis Jaringan Radio Komunitas Sulawesi Utara (JRK SULUT) Herry Enda dari Tomohon mengatakan, “Warga sangat menderita oleh abu vulkaniknya. Sebaran abu yang hitam pekat itu terlihat merata di Kota Tomohon khususnya dibagian tenggara. Masyarakat berharap ada pembagian masker,” ungkap Enda melalui sambungan telepon. Kebutuhan warga akan tersedianya masker dan obat-obatan masih sangat kurang karena bantuan untuk itu telah berkurang, “Warga berharap media beritakan kebutuhan warga dari akibat letusan Lokon agar mendapat perhatian pemerintah. Mereka saat ini sangat membutuhkan masker dan obat-obatan, baik untuk segera digunakan maupun untuk persediaan antisipasi,” ucap Enda. Sementara itu, lanjutnya, keterangan dari petugas pemantau gunung Lokon dan Mahawu, letusan yang terjadi diikuti oleh suara gemuruh dan semburan abu sangat tebal yang mencapai ketinggian hingga tiga kilometer, “Keterangan dari petugas, semburan abu mencapai 3000 meter dengan suara gemuruh yang kuat, saya juga melihat warga ketakutan dan berhamburan keluar rumah memenuhi jalan-jalan di sepanjang jalur Tomohon-Manado,” ujarnya. (jrksulut)   ... selengkapnya
6 Feb 2012 Sulawesi Utara | JRK SULUT

Sambut HUT Ke- VIII, JRK Sulut Luncurkan Dua Situs Beda Racikan

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke VII pada 14 Februari nanti, Jaringan Radio Komunitas Sulawesi Utara (JRK Sulut) meluncurkan dua situs sederhana sebagai wadah untuk berbagi informasi kepada masyarakat luas. Kedua situs tersebut menampilkan gaya yang berbeda namun tetap mengedepankan informasi aktual sebagai media pembelajaran. “Selamat Datang di Jaringan Radio Komunitas Sulawesi Utara, wadah berkumpul radio komunitas di Sulawesi Utara” begitulah kalimat pembuka dalam situs JRK SULUT yang dapat di akses melalui http://jrksulut.com dan http://jrksulut.blogspot.com . Kedua alamat itu melengkapi media-media JRK Sulut yang selama ini telah beredar. Berbagai artefak dalam proses pembuatan situs-situs tersebut menjadi kisah klasik kami, mulai dari jaringan internet yang lelet, kerusakan alat, diputusnya jaringan internet (karena menunggak hehehe…), pinjam modem, beli modem yang salah, data hilang (karena lupa gak backup..xixixixi…), sampai pada kesalahan memilih template sehingga tampilan antar muka-nya hancur (kata pengurus lain sih begitu #smile#). Namun bagaimanapun hasilnya sangat menggembirakan walau masih terdapat kekurangan-kekurangan disana-sini sekaligus tentu masih dalam tahap peracikan. Idealnya, pengelolaan yang baik tentu harus mengupdate secara rutin isi situs, tapi kami yakin, sebagai permulaan tentu ini menjadi semangat membara bagi setiap insan radio komunitas yang ada di Sulawesi Utara. Selebihnya yang pasti kami serahkan kepada pengunjung untuk menilainya. Selama ini pegiat-pegiat radio komunitas dalam bingkai JRK Sulut telah bekerja keras untuk memberikan berita-berita terkini dengan memanfaatkan media sosial sebagai alur informasi berkelanjutan. Kepercayaan masyarakat akhirnya timbul dari rangkaian sebaran di media sosial tersebut sehingga memaksa pengurus JRK Sulut untuk memiliki wadah informasi sendiri yang sekali lagi dapat di akses melalui http://jrksulut.com dan http://jrksulut.blogspot.com menggunakan browser Mozilla Firefox. Selain aktif di media sosial, tentunya kami juga aktif bersama jaringan berita nasional Suara Komunitas yang akan terus di manfaatkan menuju perubahan sosial di masyarakat dan terciptanya jurnalisme warga yang menjunjung tinggi profesionalsme peliputan. (jrksulut) ... selengkapnya
15 Jan 2012 Priangan Timur | Yana Noviadi

Saat Mengemban Tugas ke Nanga Mahap, Kalbar

Perjalanan panjang yang telah dilalui saat sampai di Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadou, Kalimantan Barat. Berangkat dari Terminal Tasikmalaya, Sabtu (08/01), pukul 21.00 mengejar waktu di Bandara Soekarno Hata, pagi pukul 05.00 WIB. Sebelumnya penulis telah janjian dengan pihak pengundang, Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP), lembaga pemetaan partisipatif, untuk saling ketemu di tempat tersebut. ... selengkapnya
11 Jan 2012 Sumatera Barat | JRK SB

Cerita di Balik jeruji

Teman dan sahabar suarakomunitas! ... selengkapnya
10 Jan 2012 Aceh | Wahyu MK

Anakku Terlahir Gembung Pada Perut Bagian Kanan

Blang Pidie, Aceh Barat Daya-Tanggal 27 Desember 2011 sekitar pukul 08.38 Wib,anak pertamaku terlahir ke dunia.Peristiwa ini merupakan momen yang paling berharga sepanjang hidupku karena kelak aku akan ada yang memanggil “A-y-a-h”,meski sebelumnya harus melewati proses “harap-harap cemas” melihat penderitaan di tempat persalinan yang dialami oleh istri selama lebih dari 12 Jam sebelum melahirkan. ... selengkapnya
6 Jan 2012 Yogyakarta | Widjaya FM

Pentingnya Induk Betina dalam Beternak Kenari

Sleman-Yogyakarta. Burung Kenari dipelihara untuk didengarkan kicauannya, menghasilkan kenari dengan nyanyian (kicauan) yang baik membutuhkan tahapan dan proses yang baik pula. Tahapan tersebut tidak lepas dari peternak kenari itu sendiri. Karena dari sanalah tempat anakan kenari tersebut dihasilkan, mulai dari proses penjodohan yang dilakukan si peternak sampai didapatkan hasil anakan. Berikut tips dari hasil liputan Suara Parikesit - Widjaya FM di kediaman Gandung Sunardiyono, salah seorang  peternak kenari. ... selengkapnya
28 Dec 2011 Sulawesi Utara | Wanuata FM

Musik Bambu dan Sejarahnya di Tatelu

Salah satu alat musik tradisional Minahasa yaitu Musik Bambu dimainkan oleh kumpulan dari beberapa orang yang membentuk grup (biasanya berasal dari satu desa) seperti layaknya kumpulan orang orang pada sebuah orcestra. Tidak jelas kapan dan dimana musik bambu diciptakan atau tercipta, namun karena orang Minahasa mencintai musik, maka mereka begitu kreatif menjadikan apa saja sebagai instrumen musik seperti alat musik yang terbuat dari kayu, tempurung (coconut shell), bia atau kerang (seashell ) dan tentunya dari bambu. ... selengkapnya
3 Dec 2011 Nusa Tenggara Barat | Primadona FM

Masjid Kuno Bayan, Saksi Masuknya Islam

Kabupaten Lombok Utara yang dimekarkan tiga tahun lalu, ternyata bukan saja kaya dari sisi budaya dan pariwisata, namun juga memiliki situs sejarah yang masih berdiri tegak hingga sekarang. Situs yang dimaksud adalah Masjid Kuno Bayan Beleq, Desa Bayan Kecamatan Bayan, sebagai saksi bisu masuknya agama Islam di Pulau Lombok. Masjid yang berdiri disebuah bukit dan dikelilingi beberapa cungkup makam para penyebar agama Islam ini,  diperkirakan dibangun ratusan tahun lalu, oleh seorang muballigh. Namun hingga saat ini belum ditemukan sumber tertulis siapa pendirinya dan pada tahun berapa didirikan. Yang jelas usia masjid yang kini dijadikan sebagai ikon pariwisata budaya ini sudah cukup tua. Masjid kuno Bayan Beleq berukuran 9 X 9 meter persegi, dengan dinding rendah dari anyaman bambu. Sementara atapnya berbentuk tumpang yang tersusun rapi  dari bilah bambu atau dikenal dengan bahasa Dayan Gunung atap santek dengan lantai tanah yang dasarnya dari susunan batu kali. Masjid kuno ini selain sebagai ikon wisata, juga  diabadikan dalam lambang daerah kabupaten Lombok Utara. Masjid Kuno Bayan Beleq digambarkan dalam bentuk siluet bewarna merah sebagai integritas peradaban masyarakat Lombok Utara. Disebutkan, bangunan Masjid Kuno Bayan menggambarkan tonggak peradaban masyarakat Lombok Utara yang dibangun berdasarkan kesadaran kosmos, kesadaran sejarah, kesadaran adat dan kesadaran spiritual. Masjid Kuno Bayan, merupakan salah satu warisan budaya yang harus dipelihara sebagai situs cagar budaya yang berkontribusi dalam National Heritages. Warna merah pada stilisasi bangunan masjid kuno Bayan menunjukkan keberanian untuk menegakkan jati diri sebagai masyarakat budaya yang dibangun berdasarkan religiusitas yang kuat. Konstruksi Masjid Kuno Bayan memiliki filosofis tersendiri, yang  terdiri dari kepala, badan dan kaki, menggambarkan dunia atas, dunia tengah dan dunia bawah yang merupakan satu kesatuan dalam entitas kosmos masyarakat Lombok Utara. Bila dilihat dari jarak dekat, masih kuno Bayan Beleq tak ubahnya rumah-rumah di desa Bayan, yang bentuk bangunannya  serupa dengan bentuk bangunan rumah-rumah tradisional asli masyarakat Bayan. Saat pertama kali melihatnya, Anda mungkin tidak akan mengira bahwa bangunannya merupakan sebuah masjid. Di dalam masjid juga terdapat sebuah bedug dari kayu yang digantung di tiang atap masjid serta makam beleq (makam besar) dari salah seorang penyebar agama Islam pertama di kawasan ini, yaitu Gaus Abdul Rozak. Di belakang kanan dan depan kiri masjid terdapat dua gubuk kecil yang di dalamnya terdapat makam tokoh-tokoh agama yang turut membangun dan mengurus masjid ini sejak dari awal. Denah masjid berbentuk bujur sangkar, panjang sisinya 8,90 m.  Di topang 4 Soko Guru (tiang utama) yang dibuat dari kayu nangka, berbentuk bulat (silinder) dengan garis tengah 23 cm, tinggi 4,60 m. Keempat tiang tersebut berasal dari empat desa (dusun) yaitu : Tiang sebelah Tenggara, dari desa Bilok Petung Lombok Timur. Tiang sebelah Timur laut, dari desa Terengan. Tiang sebelah Barat laut, dari desa Senaru, Tiang sebelah Barat Daya, dari Dusun Semokon Desa Sukadana. Keterangan para Pemangku Adat, tiang utama ini diperuntukkan bagi para Pemangku Masjid yaitu : Tiang sebelah tenggara untuk Khatib. Tiang sebelah timur laut untuk Lebai. Tiang sebelah barat laut untuk Mangku Bayan Timur. Dan tiang sebelah barat daya untuk Penghulu. Pada bagian atas mimbar, terdapat hiasan berbentuk naga. Pada bagian “badan naga” terdapat hiasan (gambar) tiga buah binatang, masing-masing bersegi 12, 8, dan 7. Hiasan ini melambangkan jumlah bilangan bulan (12), windu (8), dan banyaknya hari (7). Disamping itu juga terdapat hiasan berbentuk pohon, ayam, telur, dan rusa. Hingga saat ini, konstruksi masjid masih orisinal, walaupun telah direnovasi, sebab, proses renovasi tidak mengubah bentuk aslinya. Bahkan, masjid ini juga belum diterangi lampu listrik. Jika ada acara keagamaan, masyarakat hanya menggunakan batang bambu yang dilingkari lilitan buah jarak dan kapas, kemudian dinyalakan. Masyarakat setempat menyebutnya dila lilit  jojor. Arsitektur Masjid Bayan menunjukkan adanya percampuran Hindu-Bali dengan Islam-Jawa. Denah masjid berbentuk bujur sangkar. Pada tengah bangunan, terdapat empat kolom (tiang) kayu yang tidak berbeda dengan konstruksi soko guru dalam arsitektur Jawa. Ini menunjukkan adanya pengaruh Jawa dalam arsitektur Masjid Bayan. Walaupun arsitektur masjid menunjukkan adanya pengaruh arsitektur joglo Jawa, namun, terdapat  dua perbedaan yang paling mendasar: Pertama, pada arsitektur Jawa tipe tajug, atapnya terdiri dari tiga lapis, sementara Masjid Bayan hanya dua lapis; kedua, Pada model joglo, lapisan atas yang disebut brunjung, kemiringannya lebih tajam dibanding lapisan bawah yang disebut penanggap, sementara pada masjid ini, keadaanya terbalik, penanggap lebih tajam daripada brunjung. Sementara pengaruh arsitektur Bali tampak dari bentuk atap, dengan kemiringan yang tidak setajam model joglo di Jawa. Muatan arsitektur lokal bisa dilihat dari ukuran dinding yang sangat pendek, hanya 1,5 meter, lebih rendah dari ukuran tinggi normal orang Indonesia. Ukuran pintu sama tingginya dengan dinding, karena itu, seorang dewasa yang masuk ke masjid harus menundukkan kepala. Ukuran dinding dan pintu yang rendah ini, sama dengan dinding dan pintu pada rumah tradisional orang Bayan dan Lombok. Masjid Bayan tidak memiliki jendela, dan pintunya hanya satu. Model ini mengikuti prinsip hidup orang Lombok dalam membangun rumah. Menurut mereka, pintu tunggal merupakan simbol dari ‘pintu kehidupan’ yang juga tunggal. Beberapa sumber menyebutkan, Masjid Kuno Bayan dibangun sekita abad ke 16 M. Ceritanya Sunan Giri dari Gersik menyebarkan agama Islam ke Pulau Lombok. Ketika sampai di Desa Bayan, Sunan diterima oleh Raja Bayan yang bergelar Datu Bayan, kemudian Sunan diberi sebidang tanah untuk mendirikan masjid. Tak ada kejelasan, apakah masjid ini dibangun langsung oleh Sunan Giri, atau oleh tokoh lain yang datang kemudian menggantikan posisinya. Menurut sumber lain, yang menyebarkan Islam ke tanah Lombok adalah Sunan Prapen, bukan Sunan Giri. Sunan Prapen dikenal juga dengan nama Pangeran Senopati, dan merupakan cucu Sunan Giri. Jika data sejarah ini yang benar, maka Masjid Bayan jelas tidak mungkin dibangun oleh Sunan Giri. Memang ada perbedaan data sejarah, tapi semuanya sepakat bahwa masjid ini telah berusia sangat tua. Mengingat usianya yang sudah begitu tua, dan bahan bangunan yang tidak tahan lama, tentulah masjid tua ini telah pernah direnovasi. Menurut masyarakat setempat, bahan bangunan yang masih asli hanyalah soko guru (empat tiang) dalam masjid, selain itu, sudah diganti dengan bahan baru tanpa mengubah bentuk dan arsitektur masjid. Pada awal 1993, Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat juga merenovasi masjid ini, namun, renovasi itu tetap tidak mengubah bentuk asli masjid. Hingga saat ini, lantai tetap dari tanah dan penerangan dari lampu jojor, bukan listrik. Selain di Bayan, masjid kuno juga ada di Gunung Pujut dan di Desa Rembitan. Keduanya di Lombok Tengah, di sisi Selatan pulau. Meski punya ciri yang sama, situs dan budaya di tempat-tempat itu memiliki perbedaan yang menjadi tanda Islam masuk Lombok di beberapa tempat sekaligus. Islam masuk Lombok melalui Jawa, Gowa, dan Bima. Mengenai Bayan, masuknya dari Jawa. Kini, masjid Bayan Beleq tidak lagi digunakan oleh masyarakat sekitar. Namun, masjid ini akan kembali ramai pada hari hari besar Islam. Salah satunya saat perayaan Maulid Nabi Muhammad. Masjid Bayan Beleq akan dipenuhi oleh pengunjung. Para pengunjung ini diwajibkan untuk mengikuti peraturan yang ada, semisal harus menggunakan baju adat sasak seperti dodot, sapuk dan lainnya. Pakaian yang dikenakan para kiyai dan imam Masjid Kuno Bayan juga memiliki arti tersendiri, karena yang boleh masuk adalah keturunan dari para penghulu atau kyai yang menyebarkan agama Islam terdahulu. Satu contoh warna putih yang digunakanpara kiyai  melambangkan arti kesucian, sedangkan kain panjang (dodot) berwarna merah memberi arti jiwa kepemimpinan, dilengkapi dengan sapuq atau bongot (ikat kepala) yang juga sudah menjadi tradisi tersendiri. Tidak diperkenankan menggunakan celana dalam bentuk apapun. Untuk kaum perempuan cukup menggunakan kemben, yakni kain yang hanya sebatas dada. Hal tersebut dilakukan karena dikhawatirkan pakaian yang biasanya digunakan, telah terkotori oleh berbagai macam jenis kotoran (najis). Masjid Kuno Bayan dikelilingi oleh makam para kyai yang membawa Islam pada zaman dahulu. Selain itu, juga terdapat beberapa cungkup makam. Tercatat beberapa nama di makam tersebut, antara lain: Pawelangan, Titi Mas Puluh, Sesait dan Karem Saleh. Mereka adalah tokoh-tokoh yang menyebarkan Islam di Lombok. Makam tersebut dibuat seperti rumah dari bedek (dinding dari bambu). Salah satu makam yang diperlakukan beda adalah makam Sesait. Konon, makam ini tidak pernah diperhatikan ahli keluarganya hingga timbul mitos yang terjadi yaitu bencana kematian akan datang bagi anak cucu keturunan Sesait. Namun, mitos ini sepertinya tidak terbukti, karena sampai sekarang keturunan Sesait masih bisa kita temukan di Desa Bayan. Di sekitar Masjid juga bisa kita temukan Makam Reak, yakni makam Syekh Abdul Razak yang menyiarkan agama Islam secara luas sampai ke belahan negara yang lain pada abad ke 16/17 M. Namun, di setiap daerah dakwahnya Syekh Gauz Abdul Razak selalu berganti nama, oleh karena itu beliau tidak terlalu dikenal. Bagi anda yang mau berkunjung ke masjid kuno Bayan Belek, tak terlalu sulit, karena sarana transfortasi baik dari ibu kota provinsi NTB (Mataram) maupun dari timur Labuhan Lombok cukup lancar. Memang masjid ini dari tepi jalan lingkar Pulau Lombok tak begitu  tampak , yang kelihatan hanya pagar tembok dengan dua rumah kecil di kedua sisi gerbang yaitu kantor tempat pendaftaran pengunjung dan rumah penjaga situs. Sementara di sebelahnya terdapat sebuah berugak tempat beristirahat bagi para pengunjung. Bangunan masjid ini baru kelihatan setelah memasuki pagar beberapa belas meter di tengah rindangnya pepohonan seperti  sebuah gubuk di puncak bukit kecil.  Selamat berkunjung (sk 010)   ... selengkapnya
1 Dec 2011 n/a | Wahyu M. Khaerudin

Beda Jurusan

Hari Ahad itu cerah ketika waktu menunjukkan jam tujuh pagi. Saya bersama teman-teman baru saja turun dari angkutan kota di Pasar Kosambi, Kota Bandung. Meskipun saya sudah tidak  muda lagi, tapi empat orang teman saya adalah para mahasiswi UNPAD Bandung. Mereka bermaksud mencari masukan dari para pedagang dan pembeli di pasar tradisional dalam rangka penelitian yang merupakan tugas kampus, sementara saya hanya berperan sebagai pemandu. ... selengkapnya
26 Nov 2011 Yogyakarta | Widjaya FM

Proses Pembuatan e-KTP tidak Rumit

Sleman-Yogyakarta. Proses pembuatan e-KTP atau KTP Elektronik itu mudah, tidak serumit isu yang berkembang di masyarakat. Dalam e-KTP terdapat proses pengambilan data Biometrik seperti sidik jari dan indera mata, disertai dengan pengambilan photo secara langsung. ... selengkapnya

Analisis

Belajar Dari Si Rumput Raksasa

Sleman-Yogyakarta. Rerimbunan si rumput raksasa hampir dapat kita jumpai khususnya dipedesaan bahkan di lingkungan perumahan, hanya jenisnya yang disesuaikan. Bambu yang sering kita sebut dengan pohon,

5 KONTEN TERBARU

12:20
Pengalaman > Sulawesi Utara > JRK SULUT
23:18
JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM
23:14
Sesait,(SK), -- Dalam pelaksanaan Maulid adat Wet Sesait Kecamatan Kayangan, ada empat desa yang merupakan satu kesatuan yang terlibat yaitu Desa Sesait, Pendua, Santong dan Kayangan. Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
23:14
Sesait,(SK),--Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
23:13
Sesait,(SK),--Kegiatan bisok menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.Lokasi bisok menik ini tidak pernah diubah sejak zaman Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
23:13
Sesait,(SK), -- Wet Sesait meliputi empat desa yang ada wilayah Kecamatan Kayangan yaitu Desa Kayangan, Desa Pendua, Desa Santong (Khusus Dusun Santong Asli) dan Desa Sesait sendiri. Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
18:51
Humbang Hasundutan (Suara Komunitas.Net) Tanpa alasan yang jelas dr Netty br Simanjuntak mangkir (tidak masuk kerja-red) selama empat bulan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doloksanggul. Informasi Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
17:05
Sesait,(SK),-- Maulid adat yang dilaksanakan masyarakat adat wet Sesait, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, dihadiri langsung Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH,Minggu (05/02/2012) Berita > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
13:19
Medan (Suara Komunitas.Net) Keberadaan KPID Sumut ke depan tidak hanya berkutat kepada persoalan perizinan. Tapi harus direvitalisasi termasuk keberadaannya guna menggali berbagai potensi ekonomi daerah. Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
13:19
Medan (Suara Komunitas.Net) KPID adalah polisi moral dalam bidang penyiaran, karena itu kehadiran KPID diharapkan mampu mengawasi isi siaran lembaga penyiaran sehingga dapat meminimalisir dampak yang Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU

10 Komentar Terbaru

Script timer: 0.354429 seconds.