Indeks Pendapat Suara Komunitas
24 May 2012
Sumatera Barat
| JRK SB
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang dan tahun 80an, dulu negara mereka korupsinya lebih parah dari kita. Ekonominya pun jauh di bawah kekuatan ekonomi mereka sekarang ini. ... selengkapnya
Lompatan Quantum
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang dan tahun 80an, dulu negara mereka korupsinya lebih parah dari kita. Ekonominya pun jauh di bawah kekuatan ekonomi mereka sekarang ini. ... selengkapnya
14 May 2012
Jawa Barat
| Egi Dodig
Lemahya Sistem Pengaturan Bikin E-KTP
Bandung (11/05/12), Citereup, Dayeukolot, Kabupaten Bandung - Suasana pagi hari di kantor Kecamatan Dayeuhkolot menjadi ramai, hal itu karena ada kabar pemanggilan pembuatan E-KTP di wilayah tersebut khususnya RW 05. ... selengkapnya
10 May 2012
Nusa Tenggara Barat
| Suara Genem Merenten FM
Oleh : Aep Mulyanto ... selengkapnya
Kisah Ratu Shima, Seorang Pemimpin yang di Cintai Rakyatnya
Oleh : Aep Mulyanto ... selengkapnya
8 May 2012
Priangan Timur
| Irman Meilandi
Oleh : Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc* ... selengkapnya
Indonesia hari ini
Oleh : Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc* ... selengkapnya
7 May 2012
Sumatera Barat
| JRK SB
KEPALA DAERAH DAN PROYEK VS TIMSES DAN KELUARGA TERDEKAT
Penulis mencoba mengungkap fakta dan realita yg berkembang dari gunjingan masyarakat dari warung kopi. sudah menjadi rahasia umum dikota pariaman dan kab.pd pariaman, proyek PEMKO DAN PEMKAB KOTA PARIAMAN DAN PD PARIAMAN selalu dimenangkan kerabat terdekat dari pimpinan kedua daerah tersebut, dalam pandangan saya belum tentu wako maupun bupati yg mengintruksikan hal itu, namun kerabat dan timses pimpinan daerah tsb tentu ditakuti oleh kepala dinas terkait.selain mengamankan jabatannya tentu kerabat tersebut punya bargaining tinggi dimata KADIS dan jajarannya, apalagi menyangkut proyek PENUNJUKAN LANGSUNG. ... selengkapnya
6 Apr 2012
Sumatera Utara
| JARKOMSU
Medan (Suara Komunitas.Net)-Pengamat ekonomi di Sumut, Drs.Anwardy Koesman,SE.SH,MM, sangat menyayangkan lambannya pemerintah menurunkan kembali harga-harga sembako pasca ditundanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang semula direncanakan naik 1 April 2012. Seharusnya Operasi Pasar (OP) seharusnya sudah digelar, namun nyatanya, pemerintah terkesan melakukan pembiaran. ... selengkapnya
Naiknya Harga Sembako Gambaran Wibawa Pemerintah Menurun
Medan (Suara Komunitas.Net)-Pengamat ekonomi di Sumut, Drs.Anwardy Koesman,SE.SH,MM, sangat menyayangkan lambannya pemerintah menurunkan kembali harga-harga sembako pasca ditundanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang semula direncanakan naik 1 April 2012. Seharusnya Operasi Pasar (OP) seharusnya sudah digelar, namun nyatanya, pemerintah terkesan melakukan pembiaran. ... selengkapnya
29 Mar 2012
Nusa Tenggara Barat
| Primadona FM
SELAQ: SALAH SATU MISTERI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SASAK YANG MASIH ADA HINGGA SEKARANG
Lombok, Suarakomunitas - Selaq berasal dari kata salaq (salah) karena Ilmu Selaq termasuk syirik. Ilmu ini bertentangan dengan ajaran agama karena bergelut dengan setan dan jin. Ilmu ini bisa membuat manusia berimajinasi menjadi apapun termasuk terbang, merayap dan berubah bentuk menjadi binatang tergantung jenis Ilmu Selaq yang dipelajari. Ilmu Selaq identik dengan ilmu hitam yang dipelajari untuk meneror orang yang tidak disukainya. Selaq seringkali membuat masyarakat takut. Ilmu ini bisa didapatkan dengan berguru, faktor keturunan dengan tanpa mempelajarinya dan ada juga yang menular. Contohnya jika kita tidur dengan orang yang mempunyai Ilmu Selaq, kita harus berhati-hati, karena dengan cara melangkahi, orang yang tidak tahu Ilmu Selaq dengan sendirinya akan tertular ilmu tersebut. Selaq biasanya keluar pada malam hari. Sebelum beraksi mereka menyiapkan segala sesuatunya. Dari informasi yang kami peroleh, Selaq menyiapkan air di tangkel (batok kelapa) yang berisi bunga-bunga dan dibacakan mantra. Usai beraksi, mereka mandi dengan air tersebut agar kembali berubah menjadi sediakala, kalau tidak maka mereka tidak bisa berubah menjadi manusia. Orang Selaq bisa berubah wujud menjadi berbagai macam bentuk, ada yang jadi anjing, babi, monyet, ayam, sapi bahkan sepeda motor dan lain sebagainya dengan bentuk yang tidak wajar. Penuturan dari beberapa massa, misalnya Selaq berubah menjadi anjing, tapi lebih besar dari anjing sebenarnya. Ada satu bagian yang tidak bisa berubah dari tubuhnya yaitu tumit. Ada beberapa faktor yang membuat orang mempelajari Ilmu Selaq: Pertama Hanya untuk bersenang-senang, kedua menyakiti orang lain, ketiga memperoleh Ilmu Kanuragan. Menurut pandangan massa, Selaq terdiri dari beberapa macam seperti: 1. Selaq Bonga (kapas); sering bertempur dengan sesama Selaq hingga salah satunya kalah hingga mati. Selaq Bonga hanya untuk adu kekuatan. Uniknya bila mati, matinya bukan ditempat berkelahi, melainkan dirumah Si Selaq. 2. Selaq Bangke (bangkai); Selaq ini senang memakan bangkai, meminum bekas air memandikan mayat. Selaq ini senang mengganggu orang. 3. Selaq Mopol (Selak yang hanya berkepala dan usus); Selaq jenis ini sering menakut-nakuti anak-anak, anak dibuat sakit. Kalau mau terbang selendangnya jadi sayap, suaranya seperti suara gendang. 4. Selaq Beruang (Selaq yang punya Ilmu Santet Beruang); Selaq jenis ini memiliki Ilmu Santet. Ilmunya dinamakan Ilmu Santet Beruang karena media yang digunakan adalah kutu penghisap dan sasarannya akan merasa kesakitan pada bagian perut karena isi dalam perut dibabat. 5. Selaq Ate (hati); Selaq yang tidak bisa salah sedikit kemudian meneror dengan Santet. Untuk menutupi kebiasaan ini, orang berilmu Selaq tetap menjalankan aktifitas beribadah bahkan terlihat lebih rajin dan hubungan sosialnya pun wajar-wajar saja. Tetapi di balik itu semua, hati tidak pernah bisa dibaca, dia selalu ingin menakuti dan menyakiti orang lain. Ilmu hitam atau Santet khas Lombok sangat dahsyat. Banyak orang Lombok mempergunakan santet ini karena gampang dipelajari. Masyarakat sering menggunakan jimat penangkal lmu gaib menggunakan jahe, bawang putih, merica bolong dan peniti dibungkus. Sebagian masyarakat juga berpendapat cara lain untuk melawan Selaq adalah dengan menggunakan daun kelor dan memukulkannya ke belakang, karena yang di depan kita hanya bayangan saja. Memukulnya pun cukup satu kali, sebab kalau dua kali akan menjadi obat bagi Selaq tersebut. Pernah di suatu malam pada Bulan Ramadhan sekitar pukul 23.00 WITA, aku pulang dari masjid untuk buang air besar. Tiba-tiba bulu kudukku merinding mendengar sesuatu ada yang terbang di atas kepalaku, saat aku menolehkan kepala ke atas, aku tidak melihat sesuatu. Akhirnya kuputuskan untuk ke kamar mandi guna mensucikan diri, kebetulan WC terpisah dari kamar mandi. Tiba-tiba di pagi hari aku mendengar cerita dari rumah sebelah bahwa ada yang jatuh dari atas menimpa seng rumahnya dan ternyata yang jatuh itu adalah Selaq yang mau pulang kerumahnya. Kebetulan juga rumah Selaq itu tak jauh dari rumahku. Dan aku tahu orangnya, tapi aku tak mau menyebutkan namanya. Ada sebuah kisah, pada suatu malam seorang bapak setengah tua ingin melihat para Selaq mengadakan rapat, kebetulan Si Bapak ini sedikit bisa menangkal Ilmu Selaq. Bapak ini pun pergi melihatnya dengan tubuh telanjang, kerena dengan begitu dia tidak terlihat oleh para Selaq. Sampai di sana terlihat olehnya sekumpulan Selaq melayang di atas tanaman padi mengadakan rapat, tiba-tiba bapak ini bangun mengeruak dan para Selaq pun kabur tersebar ke mana-mana, terlihat olehnya sesuatu yang jatuh dan bapak ini melangkah mengambilnya, ternyata itu sebuah buku yang isinya daftar nama anggota para Selaq itu dan catatan tentang Ilmu-ilmu Selaq. Bapak ini pun selalu dicari-cari oleh para Selaq itu, karena ia mempunyai sedikit ilmu untuk menghadapinya, akhirnya bapak ini berinisiatif mengambil inti dari buku itu kemudian mengembalikannya kepada Si Selaq. (Nanang Nois) ... selengkapnya
15 Mar 2012
Sumatera Utara
| JARKOMSU
Medan (Suara KomunitasNet)-Rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) akan digelontorkan kembali awal April 2012, seperti makan buah Simalakama, dimakan mati ayah, tak dimakan mati ibu. Sangat dilematis. Tapi begitulah faktanya. Perihal kenaikan harga BBM, sebenarnya pemerintah sudah lama ingin melaksanakannya, Namun terhalang dengan kondisi perekonomian rakyat yang serba miris. ... selengkapnya
Rencana Kenaikan BBM 1 April 2012, Maju Kena Mundur Kena
Medan (Suara KomunitasNet)-Rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) akan digelontorkan kembali awal April 2012, seperti makan buah Simalakama, dimakan mati ayah, tak dimakan mati ibu. Sangat dilematis. Tapi begitulah faktanya. Perihal kenaikan harga BBM, sebenarnya pemerintah sudah lama ingin melaksanakannya, Namun terhalang dengan kondisi perekonomian rakyat yang serba miris. ... selengkapnya
14 Mar 2012
Kalimantan Timur
| GEMA-B1 (GErakan MAsyarakat Berau berSATU)
Judul diatas sengaja penulis kemukakan guna mendudukkan persoalan bahwa sesungguhnya pilkada itu penting jika menghasilkan pemimpin yang mampu mensejahterahkan,dan melindungi rakyatnya dengan kata lain selama priode kepemimpinannya menjadikan daerah yang di pimpinnya menjadi lebih baik. Pada praktek berdemokrasi sering terjebak pada persoalan proses, melupakan tujuan / hasil dari proses berdemokrasi, kalau sudah begitu penyelenggaraan pemerintah tanpa makna tak ada bedanya pilkada langsung atau dipilih oleh wakil rakyat di DPRD. Biaya milyaran sia-sia, belum lagi ongkos sosial yang tidak sedikit ketika proses pilkada tidak berjalan mulus akan berdampak buruk pada keharmonisan di daerah dalam kurun waktu berkepanjangan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa biaya untuk nyalon kepala daerah tidaklah sedikit kalaulah biaya itu diperoleh dari hutang maka kepala daerah terpilih akan mengutamakan upaya pengembalian hutangnya daripada mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Belum lagi kalau keharmonisan antara kepala daerah dan wakilnya terganggu karena persoalan kepentingan menyebabkan jalannya pemerintahan tidaklah efektif. Pembukaan Undang – Undang Dasar 1945 dengan jelas menyebutkan bahwa melindungi dan mensejahterakan rakyat adalah tujuan didirikannya Negara Republik Indonesia . Seluruh proses penyelanggaraan pemerintahan haruslah bermuara pada tujuan tersebut. Kalau tidak maka kesejahteraan adalah mimpi rakyat tak berujung. SEBUAH KENYATAAN YANG IRONIS Penelusuran Jawa Pos institut Pro Otonomi menjelang gelar penganugerahan Otonomi Award, cukup memberi gambaran, bahkan seharusnya menjadi bahan intropeksi bagi para pemimpin daerah maupun wakil rakyat. Bahwa porsi APBD (anggaran pendapatan belanja daerah) untuk rakyat pada kisaran 20 – 30% dibanding porsi pejabat dan pegawai pada kisaran 70 – 80% ini artinya keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan rakyatnya jauh dari harapan amanat UUD 1945. Dengan porsi yang hanya 20 – 30%, dengan mudah kita dapat menduga pemerintah daerah tidak akan dapat berbuat banyak untuk kepentingan rakyatnya. Implikasi rendahnya porsi untuk rakyat akan semakin nyata dapat kita temui dilapangan angka kemiskinan tidak akan pernah turun bahkan cenderung naik, infrastruktur jalan dan lain – lain kondisinya semakin memprihatinkan, dan usulan desa sulit diwujudkan meskipun klasifikasi usulan tersebut super prioitas, sampai beberapat tahun usulan itu belum menjadi kenyataan, sampai – sampai seringkali ketika kecamatan banyak yang nyeletuk “ udah pak gak usah usul – usul lagi, percuma ndak pernah ada wujudnya sampai brtahun – tahun ”. Mengubah besaran porsi untuk rakyat langsung menjadi berimbang dengan porsi pejabat dan pegawai tidaklah mudah karena pengelolaan keuangan daerah harus merujuk pada regulasi yang telah ditetapkan. Mengubah hal itu diperlukan kemauan yang kuat antara kepala daerah dan DPRD untuk mewujudkan perubahan secara nyata sebab ada dua cara yang bisa dilakukan yaitu upaya menaikan PAD ( Pendapatan Asli Daerah ) dan kerelaan pejabat dan pegawai dikurangi fasilitasnya menuju keseimbangan porsi yang ideal. Implikasi lain kalaulah kepala daerah dan DPRD tidak mampu membuat porsi untuk rakyat langsung naik / meningkat maka artinya sesungguhnya rakyat tidak ada yang mewakili ketika pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. Belum lagi kalau kita kaitkan dengan konteks IPM ( Indeks Pembangunan Manusia ) merupakan ukuran keberhasilan daerah melaksanakan pembangunan. Banyak daerah yang kekuatan RAPBD / justru capaian IPM nya berada pada urutan sepuluh dari bawah, dengan kata lain belanjanya besar hasilnya minim. Pilkada itu penting jika rakyat berhasil memilih Kepala Daerah yang mampu menyeimbangkan porsi belanja untuk rakyat langsung dengan porsi belanja untuk pejabat dan pegawai. ... selengkapnya
"Pemilukada Tidak Penting"
Judul diatas sengaja penulis kemukakan guna mendudukkan persoalan bahwa sesungguhnya pilkada itu penting jika menghasilkan pemimpin yang mampu mensejahterahkan,dan melindungi rakyatnya dengan kata lain selama priode kepemimpinannya menjadikan daerah yang di pimpinnya menjadi lebih baik. Pada praktek berdemokrasi sering terjebak pada persoalan proses, melupakan tujuan / hasil dari proses berdemokrasi, kalau sudah begitu penyelenggaraan pemerintah tanpa makna tak ada bedanya pilkada langsung atau dipilih oleh wakil rakyat di DPRD. Biaya milyaran sia-sia, belum lagi ongkos sosial yang tidak sedikit ketika proses pilkada tidak berjalan mulus akan berdampak buruk pada keharmonisan di daerah dalam kurun waktu berkepanjangan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa biaya untuk nyalon kepala daerah tidaklah sedikit kalaulah biaya itu diperoleh dari hutang maka kepala daerah terpilih akan mengutamakan upaya pengembalian hutangnya daripada mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Belum lagi kalau keharmonisan antara kepala daerah dan wakilnya terganggu karena persoalan kepentingan menyebabkan jalannya pemerintahan tidaklah efektif. Pembukaan Undang – Undang Dasar 1945 dengan jelas menyebutkan bahwa melindungi dan mensejahterakan rakyat adalah tujuan didirikannya Negara Republik Indonesia . Seluruh proses penyelanggaraan pemerintahan haruslah bermuara pada tujuan tersebut. Kalau tidak maka kesejahteraan adalah mimpi rakyat tak berujung. SEBUAH KENYATAAN YANG IRONIS Penelusuran Jawa Pos institut Pro Otonomi menjelang gelar penganugerahan Otonomi Award, cukup memberi gambaran, bahkan seharusnya menjadi bahan intropeksi bagi para pemimpin daerah maupun wakil rakyat. Bahwa porsi APBD (anggaran pendapatan belanja daerah) untuk rakyat pada kisaran 20 – 30% dibanding porsi pejabat dan pegawai pada kisaran 70 – 80% ini artinya keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan rakyatnya jauh dari harapan amanat UUD 1945. Dengan porsi yang hanya 20 – 30%, dengan mudah kita dapat menduga pemerintah daerah tidak akan dapat berbuat banyak untuk kepentingan rakyatnya. Implikasi rendahnya porsi untuk rakyat akan semakin nyata dapat kita temui dilapangan angka kemiskinan tidak akan pernah turun bahkan cenderung naik, infrastruktur jalan dan lain – lain kondisinya semakin memprihatinkan, dan usulan desa sulit diwujudkan meskipun klasifikasi usulan tersebut super prioitas, sampai beberapat tahun usulan itu belum menjadi kenyataan, sampai – sampai seringkali ketika kecamatan banyak yang nyeletuk “ udah pak gak usah usul – usul lagi, percuma ndak pernah ada wujudnya sampai brtahun – tahun ”. Mengubah besaran porsi untuk rakyat langsung menjadi berimbang dengan porsi pejabat dan pegawai tidaklah mudah karena pengelolaan keuangan daerah harus merujuk pada regulasi yang telah ditetapkan. Mengubah hal itu diperlukan kemauan yang kuat antara kepala daerah dan DPRD untuk mewujudkan perubahan secara nyata sebab ada dua cara yang bisa dilakukan yaitu upaya menaikan PAD ( Pendapatan Asli Daerah ) dan kerelaan pejabat dan pegawai dikurangi fasilitasnya menuju keseimbangan porsi yang ideal. Implikasi lain kalaulah kepala daerah dan DPRD tidak mampu membuat porsi untuk rakyat langsung naik / meningkat maka artinya sesungguhnya rakyat tidak ada yang mewakili ketika pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. Belum lagi kalau kita kaitkan dengan konteks IPM ( Indeks Pembangunan Manusia ) merupakan ukuran keberhasilan daerah melaksanakan pembangunan. Banyak daerah yang kekuatan RAPBD / justru capaian IPM nya berada pada urutan sepuluh dari bawah, dengan kata lain belanjanya besar hasilnya minim. Pilkada itu penting jika rakyat berhasil memilih Kepala Daerah yang mampu menyeimbangkan porsi belanja untuk rakyat langsung dengan porsi belanja untuk pejabat dan pegawai. ... selengkapnya
4 Mar 2012
Sumatera Utara
| JARKOMSU
Kenaikan dan Pembatasan BBM Ganggu Aspek Kehidupan
Medan (Suara Komunitas.Net) Adanya rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan mempengaruhi tiga aspek kehidupan yakni transportasi, rumah tangga dan ekonomi. Selain itu, dengan adanya pembatasan BBM akan menyengsarakan rakyat dan memberikan keuntungan sangat besar bagi kartel penjual BBM jenis Pertamax yang dikuasai perusahaan asing. Pernyataan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Widjoyono Partowidagdo yang menyebutkan, pembatasan subsidi BBM akan memajukan pembangunan nasional karena akan menghemat anggaran negara ditentang politisi dari PDI Perjuangan Effendi MS Simbolon. Menurut Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini, pembatasan BBM hanya menguntungkan kartel minyak. Dia mengatakan, pembatasan subsidi BBM merupakan langkah menuju liberalisasi Migas. Program pembatasan BBM Bersubsidi sama artinya pencabutan subsidi BBM, rakyat dipaksa beralih ke BBM non subsidi seperti pertamax. "Inilah saat yang ditunggu perusahaan Migas asing, karena dengan begitu tidak ada lagi produk BBM (premium) yang murah,"katanya. Adapun ketiga aspek yang mengganggu kehidupan itu adalah aspek transportasi, jika BBM naik maka secara otomatis pengelola angkutan akan menaikkan tarif/ongkos. Demikian halnya aspek ekonomi, bahan-bahan kebutuhan ekonomi akan mengalami kenaikan, proses perdagangan dapat mengalami stagnasi. Sedangkan aspek rumah tangga, akan banyak rumah tangga yang bertambah susah karena tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hal ini bisa terjadi karena untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga tidak sebanding dengan penghasilan yang mereka dapatkan sehari-hari. "Kalau BBM diimbangi pendapatan kepala keluarga yang cukup, maka saya akan setuju dengan kenaikan BBM tersebut. Namun pada faktanya banyak terjadi di masyarakat kenaikan BBM tidak diiringi dengan kenaikan penghasilan setiap kepala keluarga,"kata Effendi MS Simbolon. (syahri ramadani, FE UNPAB) ... selengkapnya




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


