26/06/2017

MASAMBA (SK) — “Hari ini kita bersama-sama menjalani idul fitri yang basah, tapi semua itu tidak lantas membuat kita bercerai-berai dan meninggalkan salat idul fitri yang suci ini. Dan semoga di hari yang agung ini, kita bisa saling memaafkan agar terhindar dari segala bencana.” Demikian dikatakan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani saat menyampaikan sambutannya di hadapan para jamaah salat ied di Masjid Agung Syuhada Masamba, Sabtu (24/6).
 

Seperti diketahui, pagi di kota Masamba di saat lantunan takbir berkumandang indah di sudut-sudut langit, hujan turun lumayan deras. Alhasil, lokasi salat ied yang semula di runaway Bandara Andi Djemma, dipindahkan ke Masjid Agung Syuhada. Mengingat daya tampung yang tidak seluas lapangan bandara, akhirnya masjid Syuhada disesaki para jemaah. Dari pantauan media ini, puluhan jamaah hanya berdiri di luar karena tidak kebagian tempat.
Meski demikian, kata Indah, hujan yang turun di hari kemenangan sesungguhnya adalah berkah bagi umat muslim. “Meski hujan lumayan deras, namun sesungguhnya hujan yang turun di hari yang suci ini adalah berkah karena besar harapan kita, Allah Swt menghujani kita dengan segala ampunan dan permohonan maaf dari kita untuk Allah Swt, dan dari kita sesama umat muslim,” terang Indah.
 

Pada kesempatan itu pula, Indah menitip tiga pesan penting kepada suluruh masyarakat Luwu Utara. Pertama, kata Indah, dengan puasa yang lalu, nilai-nilai Ramadan harus senantiasa dilestarikan. Kedua, lanjutnya, seorang muslim sejati harus senantiasa menegakkan aqidahnya. Ketiga, masih lanjut Indah, masyarakat harus mempertahankan ukhuwah wataniah (rasa cinta tanah air. Dan yang ketiga, memelihara ukhuwah islamiyah.
“Saya ingin menyampaikan pesan-pesan sebagai berikut: (1) Dengan hikmah puasa kita lestarikan nilai-nilai ramadan yang universal; (2) Kita Pertahankan dan tegakkan aqidah sebagai seorang muslim sejati; dan (3) Kita pertahankan ukhuwah wataniah dan memelihara ukhuwah islamiyah, dengan tetap memelihara persatuan dan kesatuan bangsa,” tanda Indah.
 

Sementara itu, khatib salat ied, ustadz Rahman Qayyum, dalam khutbahnya mengatakan, antusiasme umat muslim di Luwu Utara khususnya di kota Masamba, sungguh sangat luar biasa. Di tengah guyuran hujan, umat muslim masih berbondong-bondong mengikuti rangkaian ibadah idul fitri. “Salat ied hari ini adalah berkah yang luar biasa di hadapan Allah Swt. Begitu antusiasnya, warga Masamba dengan syiar islamnya datang ke lapangan meski hujan, tapi Allah menurunkan rahmat berupa hujan, sehingga kita salat di masjid yang indah ini,” ucap Rahman.
 

Ustadz yang sangat kondang di Makassar ini juga mengajak kepada jamaah ied agar senantiasa mendoakan orang tuanya dan memuliakan orang tuanya, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. “Momentum hari raya ini kita jadikan sebagai momentum untuk mendoakan orang tua kita. Sembilan bulan 10 hari, ibu melahirkan kita. Bayangkan, di saat kita punya jabatan, kita belum sempat memberikan kenikmatan kapadanya karena mereka sudah berada di alam barzah. Olehnya itu, cara lain memuliakan mereka adalah dengan berdoa dan terus berdoa,” pungkas Rahman (Lukman Hamarong)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye