Dari Wilayah: Aceh
10 Sep 2010
| Aceh
Iedul Firti 1431 Dilaksanakan Serentak di Aceh
Aceh Barat. Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1431 serentak di seluruh Aceh. Sebelumnya pada saat penentuan 1 Ramadhan sempat terjadi perbedaan, namun penentuan 1 Syawal sepakat jatuh pada Jumat (10/9) setelah peserta Rukyatul Hilal mengumumkannya. [+]
10 Sep 2010
| Aceh
Suasana Malam Lebaran di Blangpidie
Blangpidie,Aceh Barat Daya-Rabu (9/9), sekitar pukul 22 .wib,suasana keramaian kota Blangpdie dan sekitarnya mewarnai suasana malam lebaran, sejumlah warga hilir mudik dengan menggunakan sepada motor di tengah suara takbir berkumandang di Mesjid-mesjid.di pusat kota, tepatnya di Jalan Persada terlihat pihak keamanan bersiaga memantau keadaan. [+]
9 Sep 2010
| Aceh
Kerbau Mengamuk, Seorang Tewas Tiga Luka-luka
Blangpidie, Aceh Barat Daya - Pelaksanaan hari Meugang (hari menyembelih hewan) di Aceh Barat Daya diwarnai tragedi berdarah. Mursyidah (32) warga Desa Alue Peunawa, Kecamatan Kuala Batee tewas mengenaskan, sementara itu tiga orang lainnya luka-luka setelah diseruduk dan injak oleh seekor kerbau yang mengamuk di lokasi penyembelihan hewan Pantee Krueng Beukah, BlangPidie pada Kamis (9/9) sekitar pukul 8.30 wib. [+]
8 Sep 2010
| Aceh
Tabung Gas 3 Kg, Baru Dibagi Sudah Karatan
Dewantara, Aceh Utara – Warga Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara hari Rabu (1/09) baru saja menerima tabung gas 3 kilogram dan kompor gas dalam program konversi minyak tanah subsidi dari pemerintah.Dari hasil pantauan Radio Komunitas Dewantara FM banyak tabung gas 3 kilogram tersebut yang sudah berkarat dan cat nya tergores. Menurut Nasri, Sekretaris Desa Bangka Jaya Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara mengatakan, ”tabung gas 3 kilogram dan kompor gas telah kita terima, ada kekhawatiran warga kepada tabung gas dan kompor tersebut, karena tabung tersebut sudah berkarat dan tergores serta kompornya yang berlainan merk”. Ujarnya.Ditambahkan Nasri, ”tabung gas 3 kilogram dan kompor gas tersebut dari desa langsung kita distribusikan ke tingkat dusun, nanti kepala dusun yang akan membagikan kepada warga”. Tambahnya.Ketika di tanya, apakah warga telah mendapat sosialisasi tentang tata cara penggunaannya, Nasri mengatakan, “ belum pernah dilakukan sosialisasi oleh pihak terkait, namun kami akan melakukannya pribadi dari kami selaku penanggung jawab di desa, sosialisasi dasar apa yang kami ketahui akan kami sampaikan pada saat pembagian tabung dan kompor gas tersebut kepada warga”. Jelasnya.Ketika di tanya kembali tentang ada tidaknya dana sosialisasi untuk hal tersebut dari pemerintah, dia mengatakan, ” tidak ada, kami berharap pihak terkait untuk dapat melakukan sosialisasi tentang hal tersebut, agar warga tidak risau dan takut nanti tabung gas dan kompor tersebut meledak, sehingga warga karena takut kemudian menjual kembali tabung gas 3 kilogram tersebut dan kompornya”. Pintanya.Menurut Tarmizi warga Desa Uteun Geulinggang Kecamatan Dewantara kabupaten Aceh Utara, dia mengatakan, ”setelah saya menerima tabung gas 3 kilogram, saya merasa tidak nyaman, dan saya menyimpannya jauh dari rumah, sekitar 10 meter dari rumah, hal itu saya lakukan untuk menghindari hal – hal yang tidak kami inginkan seperti yang kami tonton di televisi, apalagi melihat tabung gas 3 kilogram tersebut sudah berkarat dan tergores seperti tabung bekas”. Ujarnya.Ditambahkan Tarmizi, ”kompor yang diberikan untuk saya tidak ada label SNI, saya merasa ragu terhadap kompor tersebut, yang saya heran, warga lainnya kompornya ada label SNI nya, apakah memang dari pemerintah diberikan begini dengan 2 jenis kompor yang berbeda atau ada pihak lain yang melakukannya, saya berharap pemerintah dapat melakukan pengecekan ke lapangan, agar tidak terjadi hal – hal yang tidak kita inginkan di kemudian hari”. Pintanya.Tarmizi berharap, pihak terkait dapat turun ke lapangan baik melakukan pengecekan, maupun melakukan sosialisasi kepada warga terhadap tata cara penggunaan maupun hal – hal lainnya yang berkenaan dengan keselamatan dalam menggunakan tabung dan kompor gas tersebut, agar program benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.Pantauan terakhir dari Radio Komunitas Dewantara FM di lapangan, banyak warga masyarakat yang telah menjual tabung gas 3 kilogram kepada penadah, karena takut akan meledak. Harga jualnya juga bervariasi, tabung gas 3 kilogram tersebut dijual dengan harga antara Rp. 50 ribu sampai Rp. 70 ribu. Sedangkan kompor masih dipertahankan oleh warga. (fazil) www. Radioaceh.blogspot.com [+]
8 Sep 2010
| Aceh
Desa Kajeung Membutuhkan Kantor Desa
Aceh Barat,Desa Kajeung Kecamatan Sungai Mas Kabupaten Aceh Barat saat ini sangat membutuhkan Kantor Desa,berdasarkan Informasi yang disampaikan oleh salah seorang tokoh pemuda Desa Kajeung Edi Torijal SE, Selasa (7/9) kepada Suara Komunitas melalui hand phone mengatakan “ Kami saat ini sangat membutuhkan satu unit Kantor Desa untuk bekerja, menurutnya tanpa kantor desa sangat sulit untuk menjalankan segala administrasi desa “ [+]
27 Aug 2010
| Aceh
Kuala Dewantara Dangkal, Warga Minta PNPM Membantu
Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} Dewantara, Aceh Utara – Kuala Desa Bangka Jaya Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara yang selama ini di fungsikan untuk mengairi air ke tambak - tambak masyarakat di kecamatan tersebut sejak beberapa bulan terakhir sudah semakin dangkal, kondisi ini berdampak bagi ribuan petani tambak di daerah tersebut. Kepala Desa Bangka Jaya, H. Razali kepada Radio Komunitas Dewantara FM mengatakan, ”beberapa bulan terakhir ini kuala di desanya sudah sangat dangkal, sehingga di khawatirkan beberapa bulan kedepan masyarakat petani tambak di desanya tidak bisa mengairi air ke tambaknya secara maksimal untuk usaha budidaya udang dan ikan bandeng dan lain sebagainya”. Ujarnya. Nurdin petani tambak di Desa Bangka Jaya mengatakan, ”berharap dari usaha mereka untuk kehidupan sehari - hari kalau kuala masih bagus maka air mudah masuk ke tambak - tambak mereka dan akan sangat mudah menjalankan usahanya walaupun cuma budidaya ikan dan udang saja”. Harapnya. Ditambahkannya, ”kami berharap dinas terkait di provinsi juga dapat ikut memperhatikan nasib kami dan berharap agar tahun 2010 ini dana dari PNPM juga dapat membantu usaha mereka demi keberlangsungan kehidupan petani tambak”. Tambahnya. (fazil) www.radioaceh.blogspot.com [+]
27 Aug 2010
| Aceh
Pembangunan Desa Belum Siap
Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} Sawang, Aceh Utara - Tim Pelaksana Kegiatan Gampong (TPKG) di Desa Paya Gaboh Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara sangat mengharapkan kepada Pemerintah Propinsi Aceh agar segera mencairkan dana Bantuan Keuangan Peumakmue Gampong (BKPG) yang bersumber dari APBA Propinsi Aceh tersebut. Informasi tersebut di tegaskan oleh Tarmizi selaku Ketua TPKG Desa Ule Paya Gaboh Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara kepada Radio Komunitas Dewantara FM beberapa waktu yang lalu di kediamannya di Desa Paya Gaboh. Menurutnya, “sampai saat ini jalan desa yang di bangun dengan dana BKPG tahap pertama tersebut baru selesai 50 persen karena dananya pun baru di terima 50 persen oleh TPKG di desa tersebut”. Ujarnya. Ditambahkannya, “dari dana yang di alokasikan Pemerintah Aceh dalam APBA tahun 2009 sebesar Rp. 100 juta, namun sampai tahun 2010 sekarang baru Rp. 50 juta yang di salurkan, sehingga perkerjaan jalan di desa tersebut belum selesai, karena dana BKPG tahun 2009 sebesar Rp. 50 juta belum di salurkan oleh Pemerintah Propinsi Aceh, padahal dana tersebut sangat di harapkan oleh masyarakat di seluruh aceh dalam rangka mendukung Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan”. Tambahnya. (fazil) www.radioaceh.blogspot.com [+]
27 Aug 2010
| Aceh
Penyaluran Dana ADG Tahap II di Aceh Utara Masih Mengambang
Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} Lhoksukon, Aceh Utara - Kalangan aparat desa di Kabupaten Aceh Utara kembali mempertanyakan penyaluran Ppenyaluran Dana Alokasi Dana Gampong (ADG) tahap II tahun 2009 yang hingga saat ini belum di kucurkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sebesarnya Rp 25 juta per desa untuk 852 desa yang ada di Kabupaten Aceh Utara. Menurut pengelola ADG di tingkat desa yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan, ”mereka sudah beberapa kali menanyakan tentang dana ADG kepada pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, apakah dana tersebut tetap di kucurkan ataupun tidak, namun tidak ada yang dapat memastikan, akibatnya program yang sudah di laksanakan dengan dana ADG tahap pertama terbangkalai, kami berharap agar dana tersebut tetap di kucurkan’. Pintanya. Sementara itu, Kepala Dinas Pengelola Kekayaan Daerah ( DPKKD) Kabupaten Aceh Utara, Azhari mengaku, ”dana itu belum di kucurkan karena sudah mati anggaran, bahkan Azhari tidak bisa memastikan apakah dana itu dapat di salurkan atau tidak”. Ujarnya. (fazil) www.radioaceh.blogspot.com [+]
27 Aug 2010
| Aceh
Warga Minta Dibangunkan Sekolah
Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} Lhoksukon, Aceh Utara – Warga di Desa Rayek Jawa dan Desa Uram Jalan Kecamatan Geurudong Pase Kabupaten Aceh Utara mengharapkan pemerintah setempat segera membangun sebuah sekolah dasar (SD) di desa mereka, karena selama ini anak - anak di desa tersebut harus bersekolah ke pusat ibu kota kecamatan atau Desa Darussalam yang jauhnya sekitar 5 kilometer dari Desa Mereka. Kepala Desa Rayek Jawa Abdul Wahab mengatakan, “selama ini merasa kasihan dengan murid dari desanya dan desa tetangga yakni desa Uram Jalan karena mereka harus berjalan kaki atau bersepeda menuju ke sekolah mereka di ibu kota kecamatan yang berjarak sekitar lima kilometer, kalau pagi mungkin tidak ada masalah sama anak – anak, tapi kalau siang kita sangat kasihan sama anak - anak yang harus pulang dalam cuaca panas”. jelasnya. Di tambahkannya, “permintaan tersebut telah disampaikan ke Bupati Aceh Utara, Ilyas A Hamid, bahkan lahan dari desa sudah disiapkan untuk pembangunan sekolah dasar tersebut, jadi dia mohon agar Sekolah Dasar (SD) di desanya dapat dibangun secepatnya”. Tambahnya (fazil) www.radioaceh.blogspot.com [+]
27 Aug 2010
| Aceh
Dana PNPM Diancam Ditarik Lagi
Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} Dewantara, Aceh Utara - Pelaksana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan di Kecamatan Dewantara sangat was – was, karena pihak pelaksana program PNPM di pusat telah mewanti - wanti akan menarik dana yang sudah ditransfer ke rekening Unit Pengelola Kegiatan (UPK) di Kecamatan Dewantara karena Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sampai saat ini belum menyalurkan dana sharing sebagai pendamping dana PNPM Mandiri Pedesaan. Menurut Junaidi Asisten Fasilitator di Kecamatan Dewantara mengatakan, “dana PNPM yang bersumber dari APBN tahun 2010 ini terancam ditarik kembali, karena pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sampai saat ini belum menyalurkan dana sharing yang mendampingi dana dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan”. Ujarnya. (fazil) www.radioaceh.blogspot.com [+]
| 10:41 | Gondang Warisan Yang Kurang Dihargai (5)Oleh : Mark Kenyton KESIMPULAN Sebagai mahasiswa etnomusikologi (pelajaran musik daerah), saya baru diperkenalkan kepada musik Pengalaman > Sumatera Utara > Hotline Tapanuli FM |
| 10:32 | Raskin Jatah Lebaran Disalurkan Berita > Sumatera Utara > Diakoni FM |
| 10:26 | Pengemis Ramaikan Kota P.Siantar Berita > Sumatera Utara > Diakoni FM |
| 10:20 | BLM Sebesar Rp2,76 M Diserahkan Ke Pemko Sibolga Berita > Sumatera Utara > Hotline Tapanuli FM |
| 10:14 | PNS Berharap Ada THR Berita > Sumatera Utara > Hotline Tapanuli FM |
| 10:09 | KSM Cahaya Gelar Pasar Murah, 116 Warga Dapat KuponKeterangan Berita > Sumatera Utara > Hotline Tapanuli FM |
| 09:47 | Gunung Sinabung dari tipe B Jadi tipe A Pendapat > Sumatera Utara > Hotline Tapanuli FM |
| 09:18 | Sholat Id Berjalan KhidmatLombok Utara - Pelaksanaan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1431 H, yang berlangsung di masjid jamik Al-Fatah Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara berlangsung khidmat. Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM |
| 07:54 | Iedul Firti 1431 Dilaksanakan Serentak di AcehAceh Barat. Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1431 serentak di seluruh Aceh. Sebelumnya pada saat penentuan 1 Ramadhan sempat terjadi perbedaan, Berita > Aceh > Arla.Fm |
| 07:43 | Suasana Malam Lebaran di BlangpidieBlangpidie,Aceh Barat Daya-Rabu (9/9), sekitar pukul 22 .wib,suasana keramaian kota Blangpdie dan sekitarnya mewarnai suasana malam lebaran, sejumlah warga hilir mudik dengan menggunakan Berita > Aceh > Genta FM |
- mohamad zulichan berkata : maju terus rakom indonesia ...
- mohamad zulichan berkata : ...
- BONAR berkata : bUNG WALHI SUMUT TEROPONG ...
- kostaman berkata : Saya mencari bibit belut ...
- kostaman berkata : kalo bisa dinas pertanian ...
- Dian-Ishak IGA FM berkata : Kembali kasih tuk elsa ...
- daniel berkata : Simple kit of the Buster ...
- bowo berkata : Pak, ada no telp yang ...
- Raden Wisnu Sumantri berkata : Terbukti,, bukan keadaan ...
- Raden Wisnu Sumantri berkata : Karena SMA 1 BAYAN saya ...











