19/03/2019

Tanjung,(SK), – Tiga wisatawan tewas tertimbun longsor di objek wisata air terjun Tiu Kelep Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utaraa (KLU) sekitar pukul 15.07 Wita, Minggu (17/3), akibat gempa  yang kembali mengguncang Lombok kemarin. Gempa ini berkekuatan 5,4 dan 5,1 skala richter (SR) dengan lokasi koordinat 8,47 LS dan 116,65 BT atau tepatnya di daratan jarak 20 Km arah utara Selong Lombok Timur. Sesuai laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB berdasarkan data BMKG, klasifikasi gempa bumi ini dangkal akibat aktivitas sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani. Lokasi tempat kejadian, air terjun Tiu Kelep, termasuk bagian dari kaki Gunung Rinjani yang berada di wilayah KLU. “Ada tiga orang yang meninggal dunia terdiri dari satu orang warga negara Indonesia, dan dua orang warga negara asing (WNA) dari Malaysia. Satu orang belum bisa dievakuasi karena terjepit batu besar,” ungkap Kapolsek Bayan IPTU Made kemarin.

RUSAK : Seorang warga di Dusun Solong Desa Pesanggrahan Kecamatan Montong Gading Lombok Timur sedang mengambil sisa genteng yang masih utuh dari rumahnya yang rusak akibat gempa yang terjadi kemarin.

Berdasarkan data yang dihimpun Radar Lombok, jumlah wisatawan yang berkunjung ke air terjun Tiu Kelep diperkirakan 40 orang yang terdiri dari 30 orang wisatawan mancanegara dari Malaysia, sisanya wisatawan lokal. Korban meninggal dunia adalahTommy, 14 tahun warga Lendang Cempaka Desa Sandik Kecamatan Batu Layar. Kondisinya retak pada kepala bagian kanan, telinga robek, robek pada otak kiri, lebam pada mata, cairan otak keluar dari hidung, cairan otak keluar dari telinga kiri dan kanan. Selanjutnya dua WNA Malaysia, satu orang sudah berhasil dievakuasi, dan satu lagi belum bisa diangkat dari himpitan batu besar.

Selain korban meninggal, ada puluhan yang mengalami luka baik luka berat, sedang maupun ringan. WNA asal Malaysia terdiri dari Tan Ching Chuan berusia 62 tahun, Lim Sai Wah berusia 56 tahun, Di Caiba berusia 57 tahun, Lim Ching Kau berusia 62 tahun, Phang Tin Fan berusia 56 tahun, Pang Kiam Foo berusia 56 tahun, Ong Lee Jye berusia 56 tahun, Wong Siew Lin berusia 56 tahun, How Geok Lan berusia 56 tahun, Shen Pek Chan berusia 56 tahun, Phua Pon Cuati berusia 56 tahun, Tai Sieu Kim berusia 56 tahun, Phua Poh Guax berusia 56 tahun, Teoh Zheng Yi berusia 20 tahun, Koks Shao berusia 60 tahun, Basmin Batukoo 56 tahun, Dik Thai Bang berusia 57 tahun, Wongslew Tan berusia 56 tahun, Pang Kim Wah 56 tahun. Wisatawan lokal yang luka yaitu Riska Tanwir berusia 19 tahun warga Kecamatan Gunung Sari dengan kondisi lecet di lengan, Kania Pratiwi berusia 20 tahun warga Gunung Sari yang mengalami luka di kepala, Reza Alfian berusia 20 tahun dengan luka di tangan dan muka, Gurit Antariksa berusia 17 tahun warga Marong Loteng dengan luka di betis, Lalu Arga Dimas Fernanda berusia 18 tahun warga Marong Loteng, Sumawi berusia 30 tahun Kecamatan Bayan luka di kaki dan wajah, dan Upik berusia 6 tahun warga Sandik Batu Layar luka di kepala.

Tiga Wisatawan Tewas, Ratusan Rumah Rusak Gempa Kembali Guncang Lombok
DIEVAKUASI : Seorang wisatawan yang berhasil dievakuasi keluar dari area longsor akibat gempa di objek wisata air terjun Tiu Kelep Desa Senaru Bayan Kabupaten Lombok Utara. (Hery Mahardika/RADAR LOMBOK)

Kepala Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram Agus Riyanto mengakui gempa cukup keras terjadi. “Berdasarkan alat kami, durasi gempa pertama yang 5,4 SR terjadi dengan durasi 40 detik. Gempa kedua yang cukup besar 5,2 SR juga durasinya 40 detik,” terang Agus kepada Radar Lombok. 

Banyak bangunan rusak dan korban akibat gempa tersebut.  Menurut Agus, masyarakat bisa saja merasakan durasi gempa berbeda-beda. Hal itu tergantung dari lokasi saat terjadi gempa. “Kalau dirasakan manusia, bisa beda-beda. Tapi kita bisa lihat di catatan alat Seismogram, gempa menumpuk. Durasi gempa di-record tidak mesti sama dengan lamanya manusia merasakan. Tergantung lokasi dimana orang itu juga ya,” jelasnya. 

Disampaikan, gempa cukup besar pertama kali dirasakan pukul 15.07 Wita dengan kekuatan 5,4 skala richter (SR). Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,47 LS dan 116,55 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 20 kilometer arah utara Kota Selong Kabupaten Lombok Timur. 

Tidak berselang lama, pada pukul 15.09 Wita kembali terjadi gempa susulan berkekuatan 5,1 SR dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran turun (normal fault). 

Guncangan dirasakan tidak hanya di Lombok Timur, namun juga hingga Kabupaten Lombok Utara (KLU), Lombok Tengah, Mataram, Sumbawa dan Bali. Sampai sore, ada 7 aktivitas gempa bumi susulan. Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB H Mohammad Rum menyampaikan, saat ini ratusan warga Lombok Timur terpaksa mengungsi akibat gempa. “ Tim malam ini bergerak untuk droping tenda, terpal dan tikar serta lampu. Karena di Lotim saja, yang sudah dilaporkan ada sekitar 120 orang mengungsi,” terang Rum yang diwawancarai terpisah. rUntuk data rumah rusak masih didata. Saat dihubungi tadi malam, ia menyampaikan data sementara rumah rusak baru 28 unit. Itu yang rusak berat. Sementara rusak sedang dan ringan mencapai 499 unit. “Ini masih kita lakukan pendataan. Semua belum fix,” ungkapnya.

Secara detail di Lombok Timur, gempa menyebabkan ratusan rumah rusak dan puluhan warga mengalami luka. Saat gempa terjadi, warga berhamburan keluar rumah. Mereka masih trauma dengan gempa lalu. Berdasarkan keterangan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, Purnama Hadi, pihaknya bersama unsur TNI, kepolisian, pemerintah kecamatan termasuk pemerintah desa  langsung melakukan evakuasi terhadap warga yang menjadi korban.

Di Dusun Solong Desa Pesanggrahan Kecamatan Montong Gading, puluhan rumah ambruk. Salah satu warga yang rumahnya rusak adalah Hj. Munawarah. Ia bisa menyelamatkan diri sebelum rumahnya ambruk. “Baru bangun, setelah itu lari keluar halaman dan melihat rumah ini ambruk,” katanya. Rumahnya memang sudah retak-retak akibat gempa lalu.

Kepala Desa Pesanggrahan, H. Badrun, menyampaikan rumah rusak di desanya mencapai ratusan.(flo/zwr/lie/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye