19/09/2019

TANJUNG, (SK),–Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lombok Utara akan fokus mengembangkan sembilan desa wisata pada 2020 mendatang. Nama-nama desa wisata yang akan dikembangkan itu, disesuaikan dengan rekomendasi dari Disbudpar NTB bersama LSM KOMPAK. Disbudpar NTB merekomendasikan tiga desa wisata, KOMPAK enam desa wisata. “Pemantapan desa wisata tahun 2020 itu ada sembilan desa, ini rekomendasi dari provinsi dan KOMPAK,” terang Kepala Disbudpar Lombok Utara, Vidi Eka Kusuma kepada Radar Lombok, Senin (16/9).

Pada 2017 orientasi pariwisata dialihkan dari massal ke minat khusus. Konsep itu diterjemahkan dengan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di desa-desa yang memiliki potensi dan keunikan, baik dari sisi destinasi maupun penelitian. “Lombok Utara punya potensi besar desa wisatanya, tinggal pengelolaan,” jelasnya.

Sembilan desa wisata itu akan menjadi pilot project pada 2020 mendatang. Untuk dukungan anggaran belum bisa dialokasikan secara khusus. Masih umum. Itu karena rancangan perda desa wisata yang diusulkan pada 2017 belum disahkan, masih menunggu revisi RTRW.

Desa wisata itu lebih pada pembinaan kemudian didukung fasilitas oleh OPD terkait. Desa wisata diharapkan bisa dikelola langsung oleh BUMDes, sehingga desa memiliki peran pada pengalokasian anggaran. Sementara dari OPD bisa mengusulkan pembangunan penginapan berbasis masyarakat ke Kementerian Pariwisata (Kemenpar). “Kalau fasilitas pendukungnya, kita keroyokan dengan OPD lain,” imbuhnya. (flo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye