20/01/2018
Aikmel, SK- Kasus gizi buruk masih menjadi permasalahan serius di Kabupaten Lombok Timur khususnya di Kecamatan Aikmel. Kecamatan Aikmel yang terdiri dari 24 desa dan berdiri 3 (tiga) Puskesmas. Masing-masing Puskesmas berada di Desa Aikmel, Desa Lenek dan di Desa Kalijaga.

Dalam sambutannya didepan peserta tim penanggulangan penyakit, Camat Aikmel, H. Hadi Fathurrahman menegaskan agar tim Aksi Cepat Sayang Ibu dan Anak (ACSIA) dan tim Dompet Amal Sejahtera Ibnu Abbas (DASI). Tim ini tidak hanya bertugas mengurangi angka kematian ibu dan anak tetapi, lebih kepada bagaimana cara penanggulangan gizi buruk bagi warga.

Agar pelayanan dasar warga dibidang kesehatan bisa diakomodir maka, tim ACSIA bekerjasama dengan DASI NTB membentuk tiga tekhnis pelayanan dasar warga diantaranya, memberikan layanan Langsung ke masyarakat, memperbaiki layanan tata kelola desa dan membangun mekanisme agar tim ACSIA dan DASI bisa berkoordinasi dalam penanggulangan gizi buruk.

Penyakit gizi buruk salah satu permasalahan yang sangat pelik dan perlu penanganan serius dari pemerintah setempat khususnya, dinas kesehatan. 

“Apabila penyakit ini tidak segera diperhatikan maka lambat laun masyarakat banyak yang menjadi korban bahkan bisa berujung kematian,” Ungkap Fathurrahman di aula kantor camat Aikmel, pada 8/1/2018.

Untuk mencegahannya katanya, harus melibatkan semua sektor. Baik itu dinas kesehatan pemerintah daerah maupun pemerintah desa dengan cara melibatkan semua kader di masing-masing sektor. Yang terpenting lanjut Camat Aikmel, bagaimana cara mengajar keluarga mengolah makanan dengan baik agar cakupan nutrisi bisa terpenuhi kemudian menjaga perilaku hidup bersih dan sehat seperti tidak melakukan kebiasaan merokok dalam rumah. Dengan cara seperti itu akan bisa menurunkan masalah penyakit gizi buruk itu sendiri.

Dalam kesempatan yang sama, ketua TPPKK Yuliani mengatakan, pemerintah harus berupaya menganggarkan dana untuk kesehatan yang sasarannya utamanya Ibu-ibu hamil, bersalin, nifas, dan juga balita. “Suksesnya program pemerintah itu bisa dilihat dari kesehatan warga dan generasinya,” terang Yuliani yang juga ketua ACSIA Kecamatan Aikmel.

Pemdes diharapkan bisa peduli dengan wilayah kerjanya (lingkungan-red) sehingga, tidak ditemukan lagi kasus serupa di tahun depan. Diharapkan pada tahun 2018 dan seterusnya tidak lagi ditemukan masyarakat yang terserang penyakit gizi buruk. (Tiafania)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye