02/12/2018

Medan (Suara Komunitas.Net) – Suhu politik menjelang Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif (Pileg) pada April
tahun 2019 semakin hangat. Dipinggiran kota dan desa, berbagai spanduk, baliho dari Pilpres dan calon legislatif
(Caleg) terus bertambah ramai kendati KPU belum mendistribusikan APK (alat Peraga Kampanye) kepada
masing-masing peserta.
Bahkan sejumlah APK illegal sudah terjadi saling copot, saling buang spanduk caleg dari Parpol tertentu. Jika hal
ini tidak segera diantisipasi maka bukan tidak mungkin dapat memicu konflik.
“Masyarakat Sumut diharapkan tidak terprovokasi dengan hasutan maupun berita-berita fitnah yang sengaja
ditebarkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab guna kepentingan kelompok. Kita tidak mau pelaksanaan
Pilpres dan Pileg yang digelar 27 April 2019 membuat perpecahan di tengah masyarakat,” ucap Ketua Umum
Lembaga Pemantau Pemilihan dan Pemerintahan Sumatera Utara (LP3SU), Salfimi Amd, Ak di Medan, baru-
baru ini.
Menurut Salfimi, Amd, Ak, bila ada berita-berita yang dirasakan tidak benar sebaiknya jangan ditelan langsung,
tapi harus di chek atau diteliti lebih dulu kebenarannya. Hal ini demi terjaganya kondusifitas yang sudah
terbangun selama ini.
“Kita boleh-boleh saja beda pilihannya. Namun jangan sampai main sikut, apalagi sampai mengundang
perpecahan di tengah masyarakat. Sebab yang namanya demokrasi, rakyat bebas menentukan pilihannya,”tegas
Salfimi Amd, Ak.(lubis)

Editor : Tohap P.Simamora

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye