Suku Bajo Seakan Terlupakan oleh Pemerintah
Rabu, (28/07/2010), Suku Bajo adalah sebuah suku yang hidup berkelompok tak pernah berpisah satu dengan yang lainnya, kebanyakan Suku Bajo bermukim di pinggir laut bahkan di tengah-tengah lautan, khususya di Kel. Boepinang Kec. Poleang Kab. Bombana. Melihat dari segi pendapatan ekonomi mereka hanya bergantung diri pada laut semata, dilihat dari segi aspek pembangunan perkampungan suku bajo sangat menyedihkan bahkan rumah-rumah mereka banyak yang terbuat dari sulaman bambu beratapkan daun kelapa, bila hujan,angin kencang rumah mereka seakan-akan seperti neraka bagi mereka.
Suku bajo adalah suku yang terbelakang dari suku-suku lainya, banyak orang menanggapi bahwa suku bajo adalah suku yang sangat miskin, kini suku bajo hanya bisa meratapi nasib mereka yang hanya bisa hidup sangat sederhana tak ada perhatian satupun yang mau perduli dengan orang Bajo, seakan-akan orang Bajo adalah orang yang tersisihkan oleh kekejaman sistem pemerintahan yang melihat dari segi sudut pandang saja atau dipandang sebelah mata oleh sebagian pemerintah.
Pemerintah seakan-akan melupakan warga negara yang satu ini yaitu “Suku Bajo” yang masih bertarung dengan penderitaan ekonomi dan pembangunan Suku Bajo yang hidup sangat sederhana, kenapa harus dilupakan, bahwa Suku Bajo adalah warga negara indonesia yang berhak mendaptkan sentuhan bantuan dari pemerintah, agar pembangunan di perkampungan Suku Bajo bisa maju dan dapat mereka nikmati fasilitas yang diberikan pemerintah, agar rumah mereka bisa jadi sebuah istana yang mereka impikan selama ini.
Pemerintah jangan hanya diam diri, lihatlah nasib Suku Bajo yang masih membalut dengan kemiskinan dan pembangunan yang belum ada sama sekali, dan Suku Bajo juga merasa seakan-akan dilupakan oleh pemerintah setempat apalagi dalam masalah pendidikan dan pembangunan-pembangunan yang mereka inginkan.
Sumiati adalah salah satu toko yang Bersuku Bajo dia mengharap agar pemerintah sekali-kali datang melihat kondisi kehidupan mereka, “ saya mengharap pemerintah pergi melihat kondisi kehidupan kami di sini karena kami juga adalah rakyatnya yang ingin sekali mengharapkan kepedulian dari pemerintah, kami juga tidak terlalu mengharapkan bantuan berupa materi tetapi kami hanya ingin perbaikan rumah dan pendidikan di gratiskan,” tuturnya....... (Oleh Yusma - Radio Tridharma Unhalu SUL-TRA)
- n/a
- Berita
- dibaca 1523x
- [1] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


