Waspadai Kenaikan Tarif Listrik Lebih dari 40 Persen
Bandung - Rajawali TV. Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) maksimal sebesar 18% untuk pelanggan rumah tangga dengan daya di atas 1300 VA yang disetujui oleh DPR mulai bulan Juli 2010 ternyata tidak terbukti. Kenyataannya kenaikan tarif listrik yang dialami oleh pelanggan sektor rumah tangga bervariasi hingga 40%. Hal ini terungkap dari simulasi perhitungan tarif listrik baru yang dilakukan oleh PLN UPJ Bandung Barat Senin, 26 Juli lalu.
Dari tabel kutipan Peraturan Menteri Negara dan Sumberdaya Mineral No. 7 Tahun 2010 terlihat bahwa terjadi penyederhanaan perhitungan tarif listrik untuk rumah tangga dengan daya 1300 VA ke atas. Jika perhitungan tarif listrik sebelumnya ada klasifikasi tarif berdasarkan blok penggunaan listrik, mulai 1 Juli 2010 blok tersebut tidak ada. Semuanya dipukul rata sebesar Rp. 790, Rp. 795 dan Rp. 890 per KWH untuk pelanggan 1300, 2200 dan 3500-5500 VA. Hal ini tentu menjadi tanda tanya besar di kalangan masyarakat, karena beban kenaikan listrik yang harus mereka tanggung adalah sebesar 40%, bukan 18% seperti yang banyak diberitakan oleh media mainstream.
Tabel harga listrik untuk golongan rumah tangga sesuai dengan
Kutipan Menteri Negara dan Sumberdaya Mineral No. 7 Tahun 2010
Ibu Elly seorang ibu rumah tangga yang memiliki home industry pembuatan kue mengeluhkan kebijakan pemerintah yang ia nilai tidak bijak. "Gimana ya kang, sebelum listrik naik saja tagihan listrik saya sudah 350 ribu lebih, tadi dihitung dengan simulasi bulan depan saya harus membayar 500 ribuan.". Senada dengan hal tersebut, Bapak Haji Rukman seorang pensiunan Kereta Api mengatakan bahwa beliau harus menyisihkan seperempat dari uang pensiunannya untuk membayar tagihan listrik.
Berikut ini adalah contoh simulasi perhitungan tarif listrik yang baru :
Bapak H. Tukidjan Soedarsono memiliki daya tersambung sebesar 1300VA, tagihan bulan juli lalu sebesar Rp. 309.772 dengan pemakaian listrik sejumlah 514 KWH, jika dihitung dengan skema penarifan listrik yang baru maka :
514 KWH X Rp. 790 = Rp. 406.060
PPJU 6% = Rp. 24.363
Materai = Rp. 3.000
Total tagihan = Rp. 433.423
Besaran Kenaikan = Rp. 123.701 ( 39.9%)
Ketika hal mengenai kenaikan listrik yang lebih dari 40% ini ditanyakan kepada petugas PLN, dengan singkat ia hanya menjawab "Mau gimana lagi mas, ini sudah kebijakan dari pemerintah. Kami hanya menjalankan aturan saja" sambil mengalihkan pembicaraan ke arah jaringan dan infrastruktur listrik. Walaupun pelanggan listrik 450 - 900 VA tidak naik, namun kenaikan signifikan yang menimpa sebagian besar pelanggan rumah tangga lebih dari 40% sangat memberatkan. Ditambah lagi harga - harga yang sudah melambung tinggi sebelum kenaikan tarif listrik ini diterapkan. Jika sudah begini, siapa yang harus bertanggung jawab ? Pemerintah sudah terang - terangan menipu masyarakat.
Lampiran :
- Rajawali TV
- Berita
- dibaca 2309x
- [0] komentar




Medan (Suara Komunitas.Net)- Warga Kecamatan Medan Perjuangan meminta lokasi langganan banjir di kawasan Jalan Pahlawan, Jalan Pelita II dan Jalan Letda Sujono Medan diatasi sesegera mungkin agar masyarakat
Medan (Suara Komunitas.Net)-Anggota DPRD Sumut, Brilian Moktar, SE,MM saat melakukan reses Sabtu (2/6) di lokasi posko Warga Jalan Ngumban Surbakti memuji semangat juang 33 warga Jalan Ngumban Surbakti
Medan (Suara Komunitas.Net)-Minat masyarakat mengkosumsi kuliner semakin meningkat. Ini ditandai munculnya berbagai usaha kuliner di berbagai pusat perbelanjaan di Indonesia, terutama Medan. Suasana
Medan (Suara Komunitas.Net) Puluhan pesepeda dikomandoi lembaga Pusaka Indonesia, AJI Medan dan Forum Sadar, Minggu pagi (3/6) memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia dengan berkeliling kota Medan
KLU, Suarakomunitas.net - Kepala Desa dan Perangkatnya mengaku kecewa atas kebijakan pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang hanya mencairkan honornya satu bulan setelah hampir
Momalia, SK - Radio komunitas dapat bertahan jika pengelolanya memiliki kreatifitas tinggi. Salah
Momalia, SK - Momalia FM adalah salah satu radio komunitas di Sulawesi Utara yang berada di daerah terpencil. Letaknya berada di Desa Momalia Satu, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang 



