Menu Siaran BKL FM Berubah 180' Menjelang Ramadhan
Masbagik - Menjelang Bulan Suci Ramadhan yang tinggal dua minggu lagi. Penanggung Jawab Penyiaran dan Produksi BKL FM M. Hilwani menyatakan, dia sudah menyiapkan beberapa planning dan konsep materi penyiaran yang bernuansakan Islami. Acara-acara yang mulai digelar pada bulan puasa ini pun, bukan acara sembarangan seperti biasanya.
Adapun nama-nama Acara Unggulan di bulan Puasa ini paparnya, seperti : TADARA (Tadarusan Udara), SMS (Sahur Mari Sahur), BERI (Berugak Elen Religi Islami), MJB (Musik Jelang Berbuka) dan memperbanyak memproduksi dan mengudarakan Mutiara Hadist dan Iklan Layanan Masyarakat (ILM), yang berkaitan dengan menjaga sikap dan etika dalam menjalankan ibadah puasa kepda seluruh masyarakat.
Rata-rata Acara yang akan digelar, akan memberikan support moral kepada para pendengar dengan menggelar Quis, yang walaupun hanya berhadiahkan pulsa sebesar Rp. 10.000,-/mata acara. Dana untuk Quis ini, dialokasikan dari kas BKL FM yang masih ada dan merupakan sisa dana penyelenggaraan Ultah BKL FM, Juni kemarin.
Di samping itu, akan direncanakan untuk menjalankan program berbuka puasa bersama yang sudah berjalan selama 2 kali puasa, yang akan melibatkan FFC (Fantasy Fans Club) dan masyarakat sekitar Studio BKL FM. Dan hal yang tidak boleh ketinggalan adalah, ritual yang bersifat Off Air seperti Safari Ramadhan, yang di mana beberapa Pengurus, Staf dan Crew yang memiliki waktu luang, akan berkeliling setiap malam untuk ikut meramaikan beberapa Masjid/Musholla di Wilayah Kecamatan Masbagik.
Divisi Pemberitaan BKL FM – Lombok Timur
- Berita
- dibaca 1170x
- [0] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


