TKI oh.. TKW
Tapanuli Utara,
Cara-cara penipuan sudah menjadi sindikat Mafia dan menjadi lahan bisnis basah yang sangat empuk. Mata rantainya telah sampai di tingkat desa yang terjauh, kalimat ini selalu dikatakan Desalia M Simanjuntak di setiap pertemuan untuk menjelaskan bahwa permasalahan TKI khususnya TKW sudah banyak persoalan dan akibat buruk dan ini sudah menjadi bahan berita diberbagai media.
Ia menjelaskan, permasalahan TKW masih belum semua mengetahui akar persoalannya, bahkan tingkat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pun informasi persoalan dan penyebabnya belum merata mengatahui, walaupun ada beberapa LSM berkosentrasi dan focus kepada persoalan tersebut, tapi persolan ini sebanarnya selalu terjadi terus menerus di depan mata kita semua.
Seakan akan berita tinggal berita, permasalahan TKW ini sebenarnya sudah sangat mencemaskan, karena persoalan ini bukan hanya persoalan sepihak, dan cara mengatasi persoalan ini harus melibatkan semua pihak, kalau tidak permasalahan dianggap sebagai bencana biasa padahal ini telah menjadi sidikat mafia dan mata rantai.
Dan semakin sempitnya dunia ini oleh komunikasi tentu jaringan pengerukan tenaga manusia ini semakin canggih beroperasi, kita lihat persoalan di kecamatan Sipahutar saja, saya tidak perlu tunjuk orang, kata Desalia dan ini hanya satu dari banyak persolan TKW ditempat kita.
Bulan Mei lalu, sebut saja si Butet akhirnya pulang dan membawa 3 anak asuh di bawah rata rata lima tahun dari Malaysia tanpa suami, walapun Butet mengaku suaminya ada di Malaysia, terakhir anaknya di tinggal dan dititipkan dan jadi beban sama orang tuanya,dan ada kabar angin butet balik ke Malaysia tapi kabar jelasnya kita tidak tau sampai sekarang berada dimana si Butet.
Dan sudah saatnya, kita yang pernah mendengar persoalan ini mencoba mengaktualisasikan di sekeliling kita terdekat seperti kelompok atau organisasi lokal. Apapun bentuknya, agar dampak persoalan ini tidak dianggab biasa- biasa saja dan kalau tidak kita akan menhadapi persoalan yang bergelinding seperti bola salju meluncur ke bawah akan terus membesar dan menimpa apa saja yang akan di laluinya. (Desalia)
- Hotline Tapanuli FM
- Pendapat
- dibaca 1281x
- [1] komentar




JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada
Sesait,(SK),--Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya
Sesait,(SK),--Kegiatan bisok menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.Lokasi bisok menik ini tidak pernah diubah sejak zaman
Medan (Suara Komunitas.Net) Keberadaan KPID Sumut ke depan tidak hanya berkutat kepada persoalan perizinan. Tapi harus direvitalisasi termasuk keberadaannya guna menggali berbagai potensi ekonomi daerah.
Medan (Suara Komunitas.Net) KPID adalah polisi moral dalam bidang penyiaran, karena itu kehadiran KPID diharapkan mampu mengawasi isi siaran lembaga penyiaran sehingga dapat meminimalisir dampak yang 

-t.jpg)
