A | A
628529745XXXX : genta news hari dusun cot seumantok kecamatan babahrot abdya diresmikan menjadi desa persiapan     628136036XXXX : seorg warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : info gempa mag 5 0 sr 11 01 2012 04 00 53 wib lok 2 39 lu 93 18 bt 325 km baratdaya kab simeulue kedlmn 59 km bmkg     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh nad dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga hari gisafm     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh provinsi aceh dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga ha     62812694XXXX : komplek perumahan korem lilawangsa tepatnya dibelakang rumah sakit kesrem lg terbakar dan hampir menghanguskan empat rumah gisafm lhokseumawe     628191776XXXX : news ratusan aktivis dan lsm yg trgbng dlm aliansi rkyt menggugat memnta gbrnr ntb membrhntikn bupati dan wabup lombok tengah krn plntknnya dinilai cct hkm     628191776XXXX : news nasip petani tembakau di pulau lombok terancam krn mndpt tntangan phk asing yg mengkampanyekan anti rokok intrnasional dn krng diprhtikn pemda stmpt     
13 Jul 2010

Pameran 101 Seksualitas

Imam Shofwan - n/a
BERKAS PENYERTA (1)
  • 1. application/msworddownload file
Lynette Lee Corporal

PATHUM THANI, THAILAND (IPS) – PARA remaja lelaki ternganga melihat foto berwarna bergambar vagina, sementara gadis-gadis tersenyum malu ketika menonton kartun yang memperlihatkan penis “berbicara” soal masturbasi. Gadis-gadis berkerumun di sekitar papan panel tentang cinta dan hubungan, melihat seorang anak lelaki memeluk sebuah manekin perempuan sekuat-kuatnya untuk mengukur kekuatan pelukannya.

Pemandangan ini menyapa pengunjung Museum  Nasional Sains yang terletak di luar ibukota Thailand, Bangkok, tempat pameran interaktif tentang seksualitas manusia bertema “Kisah Cinta” sedang berlangsung.

Pameran selama setahun itu, yang dibuka pada 30 Juni lalu, dimaksukan sebagai sebuah cara kreatif dan jujur untuk bicara tentang isu seksualitas dan gender yang menjangkau anak-anak muda.

Nest, berusia 12 tahun, siswa kelas 6, dengan malu-malu bilang bahwa pameran itu membuatnya “belajar lebih banyak tentang seks”.

"Saya menyukainya karena ada banyak informasi tentang seks dan cinta, lebih dari apa yang kita bicarakan di kelas," kata James, berusia 15 tahun, siswa kelas 9 yang mengunjungi museum bersama keluarganya.

Pameran itu diadakan Museum Nasional Sains bekerjasama dengan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya PBB (UNESCO), Dana Pembangunan PBB untuk Perempuan, Yayasan Advokasi Kesehatan Perempuan, dan kelompok lain. Pameran itu diharapkan memenuhi kebutuhan informasi akurat mengenai seksualitas, yang mungkin kurang didiskusikan secara lebih terbuka di sekolah maupun keluarga.

"Pameran ini hanyalah sebuah tempat bagi semua orang untuk mulai membicarakan seks dan seksualitas dengan cara tak menghakimi," kata Ganigar Chen, direktur komunikasi sains dan hubungan internasional museum.

Dibagi menjadi enam zona, pameran itu mengajak pengunjung untuk tahu tentang hubungan seksual dan aborsi, juga bias gender dan kekerasan seksual.

“Saya sangat senang dengan pameran ini karena langsung dan dan tak penuh dengan eufemisme," kata ayah James, Charles Gittelson, yang mengajar di sebuah sekolah internasional.

Istri Gittelson, Apple, geli dengan mainan seks (sex toys), yang bisa dilihat melalui lubang intip. Sebuah monitor juga menunjukkan berbagai sampel virus yang menularkan penyakit seksual menular, termasuk HIV.

Ketika muda-mudi mendapat rentetan informasi dari teman dan media, kuncinya adalah membantu mereka belajar secara tepat dan tahu tanggungjawab, kata kepala museum Pichai Sonchaeng.

“Kami tak mungkin menjaga anak-anak kami di rumah dan bersama mereka selama 24 jam. Jadi kami perlu mengajarkan mereka tentang seks yang aman, pengendalian penduduk, kekerasan seksual, preferensi seksual, dan hal lain yang terkait dengannya,” ujarnya.

Di dalam kelas-kelas pendidikan seks, orang dewasa selalu menyampaikan pesan tersamar kepada anak muda untuk menghindari hubungan seks, ujar Philip Bergstrom, penasihat pada pusat kesehatan reproduksi seksual remaja UNESCO Bangkok.

“Apa yang mereka butuhkan adalah kita memberi kepercayaan kepada mereka untuk membuat pilihan yang mungkin terbaik dengan memberi mereka informasi yang cukup, dengan cara tak menghakimi, sehingga mereka bisa membuat keputusan sendiri,” kata Bergstrom.

Masyarakat seringkali Thailand percaya, “jika Anda mengajarkan hal ini terlalu banyak, ia akan mendorong siswa untuk berhubungan seks”, khususnya ketika berbicara tentang kondom dan alat kontrasepsi lain, ujar Prof Pimpawun Boonmongkon dari Universitas Mahidol, spesialis isu gender dan seksualitas.

Pejabat museum memberi andil dan reaksi yang kurang antusias atas pameran itu. “Kami mendapat banyak komentar bahwa ini bukan tugas museum, dan memberikan terlalu banyak bagi anak muda,” ujar Pichai.

Tapi ini lebih, bukan kurang, mengena pada apa yang dibutuhkan, ujar penyelenggara pameran dan aktivis gender itu.

Jelas orangtua perlu mulai bicara tentang seks dengan putri mereka. Dalam masyarakat Thailand, anak laki-laki biasanya diajarkan sementara anak perempuan “diproteksi”, ujar Pichai.

Salah satu topik yang tabu di Thailand adalah seks pranikah bagi perempuan, imbuh Pimpawun.

Meski kebijakan tentang pendidikan seks di Thailand diumumkan awal 1938, ia baru diajarkan di seolah-sekolah pada 1978. Saat ini, ujar Chen, mata pelajaran pendidikan seks diajarkan dari sekolah menengah ke atas.

Bergstrom mengatakan, meski ada upaya untuk membuat pendidikan seks lebih komprehensif dalam beberapa tahun terakhir, "ia masih belum berjalan dengan baik".

Dalam penelitiannya, Pimpawun menemukan hanya 4 persen sekolah di Thailand memasukan pendidikan seks dalam kurikulum mereka dengan pendekatan yang lebih bebas, interaktif, dan berpusat pada siswa.

Diskusi tentang materi apa yang masuk dalam pendidikan seks juga menimbulkan kontroversi di masa lalu.

“Hanya diizinkan 16 jam per tahun untuk pendidikan seks dan tak ada insentif khusus yang dibangun untuk guru atau siswa mengajar dan mempelajari pendidikan seks, dan ia tak muncul dalam ujian universitas," kata Bergstrom.

Banyak siswa tak tahu kepada siapa bertanya tentang seks. “Mereka tak bisa berbicara kepada guru karena guru sendiri sungkan dengan topik itu," ujar Chen.

“Bagi guru, bahkan untuk menyebut nama organ reproduksi tertentu bisa sangat sulit, apalagi menjelaskan aktivitas seks?” ujar kurator pameran Nopparat Thepthepa.

"Guru-guru di Thailand sangat sempit dalam mengajarkan pendidikan seks. Kenyataannya para remaja ingin tahu tentang seks –dan mereka melakukan hubungan seks,” ujar Gittelson, yang telah tinggal di Thailand selama 20 tahun.*

Translated by Basilius Triharyanto
Edited by Budi Setiyono
Naskah ini dipublikasikan atas kerjasama Yayasan Pantau dan IPS

  • Google Bookmarks
  • Digg
  • del.icio.us
  • MySpace
  • Technorati
  • TwitThis
Formulir Komentar




Komentar

Kode Keamanan*

CAPTCHA Image

Wajib di isi [may not leaved blank]
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. Pengelola berhak mengubah/menghapus kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Tulisan Terkait
Internasional: 12 Jul 10 16:54 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Tumpahan Minyak dan Pembatasan Media

Internasional: 8 Jul 10 21:40 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Gotong Royong Demi Air

Internasional: 7 Jul 10 21:09 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Komunitas Triqui Menanti Perubahan

Internasional: 1 Jul 10 14:54 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Terlalu Muda untuk Tahu dan Mati

Internasional: 1 Jul 10 15:00 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Kisah Terlarang Sonia Rivera-Valdés

Analisis

Belajar Dari Si Rumput Raksasa

Sleman-Yogyakarta. Rerimbunan si rumput raksasa hampir dapat kita jumpai khususnya dipedesaan bahkan di lingkungan perumahan, hanya jenisnya yang disesuaikan. Bambu yang sering kita sebut dengan pohon,

5 KONTEN TERBARU

12:20
Pengalaman > Sulawesi Utara > JRK SULUT
23:18
JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM
23:14
Sesait,(SK), -- Dalam pelaksanaan Maulid adat Wet Sesait Kecamatan Kayangan, ada empat desa yang merupakan satu kesatuan yang terlibat yaitu Desa Sesait, Pendua, Santong dan Kayangan. Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
23:14
Sesait,(SK),--Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
23:13
Sesait,(SK),--Kegiatan bisok menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.Lokasi bisok menik ini tidak pernah diubah sejak zaman Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
23:13
Sesait,(SK), -- Wet Sesait meliputi empat desa yang ada wilayah Kecamatan Kayangan yaitu Desa Kayangan, Desa Pendua, Desa Santong (Khusus Dusun Santong Asli) dan Desa Sesait sendiri. Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
18:51
Humbang Hasundutan (Suara Komunitas.Net) Tanpa alasan yang jelas dr Netty br Simanjuntak mangkir (tidak masuk kerja-red) selama empat bulan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doloksanggul. Informasi Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
17:05
Sesait,(SK),-- Maulid adat yang dilaksanakan masyarakat adat wet Sesait, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, dihadiri langsung Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH,Minggu (05/02/2012) Berita > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
13:19
Medan (Suara Komunitas.Net) Keberadaan KPID Sumut ke depan tidak hanya berkutat kepada persoalan perizinan. Tapi harus direvitalisasi termasuk keberadaannya guna menggali berbagai potensi ekonomi daerah. Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
13:19
Medan (Suara Komunitas.Net) KPID adalah polisi moral dalam bidang penyiaran, karena itu kehadiran KPID diharapkan mampu mengawasi isi siaran lembaga penyiaran sehingga dapat meminimalisir dampak yang Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU

10 Komentar Terbaru

Script timer: 0.349536 seconds.