Anak-Anak Pesisir dan Teluk Kendari Yang Memprihatinkan
KENDARI - Melihat kondisi Teluk Kendari yang semakin hari semakin memprihatinkan, tidak menyurutkan semangat anak-anak yang berdomisili di sekitar pesisir teluk Kendari untuk tetap mencari dan menangkap ikan di sekitar Teluk Kendari.
Lihat saja keceriaan anak-anak pesisir ini yang tiap malamnya pada saat air surut mereka berbondong-bondong menyisir bibir pantai teluk Kendari untuk sekedar mengisi waktu lowong mereka dengan kegiatan menyulu, dengan peralatan yang ala kadarnya sesuai dengan kemampuan mereka menggunakan alat tangkap tersebut, hasil tangakapannya pun sangat beragam ada ikan, kepiting dan juga udang. Dibalik kepolosan mereka yang tidak tahu apa-apa tentang kondisi teluk Kendari yang sangat memprihatinkan ini karena tidak adanya kesadaran sosial dari penghuni pesisir teluk akan kebersihan air laut teluk Kendari, anak-anak tersebut tetap gigih mencari hasil tangkapan mereka yang kemudian mereka bawa pulang untuk keperluan lauk mereka.
Fenomena teluk kendari yang memprihatinkan akan kebersihanya yang diakibatkan oleh sampah, baik sampah rumah tangga maupun sampah yang dibawah oleh arus air saat hujan bukan kali pertama menjadi perhatian masyarakat kota Kendari, dari pemerintah kota juga sudah menganjurkan untuk tidak membuang sampah di Laut tetapi anjuran itu seterti angin yang lewat saja dan belum ada kesadaran secara individu atau secara kolektif dari masyarakat sekitar teluk untuk menjaga kebersihan laut dengan tidak membuang sampah di Laut, dengan belum adanya kesadaran tersebut mengakibatkan laut di sekitar teluk banyak kita jumpai sampah yang terapung yang tidak lain sebagian adalah dari sampah rumah tangga.
Hal ini sebenarnya untuk penanggulangan sampah perlu dibutuhkan kesadaran secara kolektif dari masyarakat kota kendari secara umum dan masyarakat pesisir teluk secara khusus untuk tidak membuang sampah di teluk kendari. mengingat kondisi teluk kendari yang semakin hari semakin mengalami pendangkalan. (Ekeng KH.)
- Komunitas Hijau
- Berita
- dibaca 3345x
- [0] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



