Anak-Anak Pesisir dan Teluk Kendari Yang Memprihatinkan
KENDARI - Melihat kondisi Teluk Kendari yang semakin hari semakin memprihatinkan, tidak menyurutkan semangat anak-anak yang berdomisili di sekitar pesisir teluk Kendari untuk tetap mencari dan menangkap ikan di sekitar Teluk Kendari.
Lihat saja keceriaan anak-anak pesisir ini yang tiap malamnya pada saat air surut mereka berbondong-bondong menyisir bibir pantai teluk Kendari untuk sekedar mengisi waktu lowong mereka dengan kegiatan menyulu, dengan peralatan yang ala kadarnya sesuai dengan kemampuan mereka menggunakan alat tangkap tersebut, hasil tangakapannya pun sangat beragam ada ikan, kepiting dan juga udang. Dibalik kepolosan mereka yang tidak tahu apa-apa tentang kondisi teluk Kendari yang sangat memprihatinkan ini karena tidak adanya kesadaran sosial dari penghuni pesisir teluk akan kebersihan air laut teluk Kendari, anak-anak tersebut tetap gigih mencari hasil tangkapan mereka yang kemudian mereka bawa pulang untuk keperluan lauk mereka.
Fenomena teluk kendari yang memprihatinkan akan kebersihanya yang diakibatkan oleh sampah, baik sampah rumah tangga maupun sampah yang dibawah oleh arus air saat hujan bukan kali pertama menjadi perhatian masyarakat kota Kendari, dari pemerintah kota juga sudah menganjurkan untuk tidak membuang sampah di Laut tetapi anjuran itu seterti angin yang lewat saja dan belum ada kesadaran secara individu atau secara kolektif dari masyarakat sekitar teluk untuk menjaga kebersihan laut dengan tidak membuang sampah di Laut, dengan belum adanya kesadaran tersebut mengakibatkan laut di sekitar teluk banyak kita jumpai sampah yang terapung yang tidak lain sebagian adalah dari sampah rumah tangga.
Hal ini sebenarnya untuk penanggulangan sampah perlu dibutuhkan kesadaran secara kolektif dari masyarakat kota kendari secara umum dan masyarakat pesisir teluk secara khusus untuk tidak membuang sampah di teluk kendari. mengingat kondisi teluk kendari yang semakin hari semakin mengalami pendangkalan. (Ekeng KH.)
- Komunitas Hijau
- Berita
- dibaca 3367x
- [0] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


