Sinetron Sesat yang Menyesatkan
Oleh: Dikry Alfian's Dedy
Sabtu, 10 Juli 2010 Pukul 19.00-20.00 wib saya punya kesempatan langka dalam kehidupan sehari-hari, yaitu berkumpul bersama keluarga. Istri dan dua anak saya sedang menonton sinetron ‘Kemilau Cinta Kamila’ di stasiun televisi ternama RCTI, dan saya pun ikut menikmati tayangan tersebut sekedar ikut-ikutan dengan selera keluarga.
Sedikit bingung menonton sinetron drama serial semacam itu, karena ceritanya mungkin sambung menyambung menjadi satu yang sangat panjang berliku. Tibalah pada adegan yang membuat saya sangat memperhatikan dengan seksama yaitu prosesi pernikahan antara Kamila dengan Fadil yang mengikuti ‘seolah-olah’ syari’at Islam di mana suami dari mamanya Kamila (Lucky Alamsyah?) tiba-tiba menolak untuk menjadi wali nikah dengan dalih ada yang lebih berhak yaitu sahabatnya (yang diperankan Aji Pangestu), karena dialah sebagai bapak biologis Kamila.
Sempat ada penolakan dari ‘Aji Pangestu’ untuk menjadi wali nikah karena dia mengaku tidak pernah menikahi mamanya Kamila, akan tetapi dengan bujukan yang berdalih hak atas anaknya, akhirnya prosesi pernikahan pun berlangsung dibawah bimbingan tokoh agama dan disahkan oleh para saksi yang hadir dalam acara. Tak terlewatkan ilustrasi yang mengesankan nuansa keagamaan yang kental dengan pembacaan Surah Al-Fatihah dan ikon-ikon islami lainnya.
Saya semakin bingung sekaligus miris. Bayangkan bahwa sinetron ini ditonton oleh jutaan pemirsa yang di antaranya istri dan anak gadis saya yang tentu tidak terlalu faham dengan hukum pernikahan secara detil. Dalam benak saya bertanya kemudian dalam benak juga menjawab.
1. Kenapa menyangkut hal yang sangat sakral dalam Islam dibuat dengan versi plesetan semacam ini?
- Saya curiga ada skenario yang sengaja dibuat untuk melakukan infiltrasi yang akan membelokkan aqidah secara perlahan melalui media.
2. Kenapa sinetron yang menyesatkan seperti ini masih bebas tayang merambah setiap sudut rumah di negeri kita yang mayoritas muslim?
- Lemahnya antisipasi para cerdik pandai/ulama muslim dalam menyikapi tayangan sejenis ini. Ulama banyak yang ingin tampil secara individu sebagai selebritis padahal perannya di balik layar justru tidak kalah pentingnya.
3. Siapa yang pantas dihukum?
- Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang...
- Ramanea FM
- Pendapat
- dibaca 1366x
- [0] komentar




Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke VII pada 14 Februari nanti, Jaringan Radio Komunitas Sulawesi Utara (JRK Sulut) meluncurkan dua situs sederhana sebagai wadah untuk
Medan (Suara Komunitas.Net)-Dirut Bank Sumut,H.Gus Irawan Pasaribu mengajak masyarakat hijrah kepada konsep ekonomi Syariah. Sistem ekonomi ini dilandasi spirit moral dan etika dengan prinsip transaksi
Lombok Utara, Suarakomunitas - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai merespon kejadian bencana longsor di Dusun Lokok Aur Desa Karang
Lombok Utara, Suarakomunitas - Hujan yang terus mengguyur hingga malam ini membuat kondisi Dusun Lokok Aur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) semakin parah dan warga tetap
KLU, Suarakomunitas - Hujan lebat yang terjadi sejak jum’at sore 3/2 kemarin hingga pagi ini, membuat puluhan rumah warga Dusun Lokok Aur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten -t.jpg)

