A | A
628529745XXXX : genta news hari dusun cot seumantok kecamatan babahrot abdya diresmikan menjadi desa persiapan     628136036XXXX : seorg warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : info gempa mag 5 0 sr 11 01 2012 04 00 53 wib lok 2 39 lu 93 18 bt 325 km baratdaya kab simeulue kedlmn 59 km bmkg     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh nad dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga hari gisafm     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh provinsi aceh dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga ha     62812694XXXX : komplek perumahan korem lilawangsa tepatnya dibelakang rumah sakit kesrem lg terbakar dan hampir menghanguskan empat rumah gisafm lhokseumawe     628191776XXXX : news ratusan aktivis dan lsm yg trgbng dlm aliansi rkyt menggugat memnta gbrnr ntb membrhntikn bupati dan wabup lombok tengah krn plntknnya dinilai cct hkm     628191776XXXX : news nasip petani tembakau di pulau lombok terancam krn mndpt tntangan phk asing yg mengkampanyekan anti rokok intrnasional dn krng diprhtikn pemda stmpt     
8 Jul 2010

Gotong Royong Demi Air

Imam Shofwan - n/a
BERKAS PENYERTA (1)
  • 1. application/msworddownload file

Vannaphone Sitthirath

LAOS (IPS) – HANYA 13,5 persen dari 6,3 juta penduduk Laos yang punya akses terhadap air bersih. Pemerintah setempat harus bekerja ekstra agar seluruh penduduknya bisa mendapatkan air bersih dan sehat dalam satu dekade.

Namun, di Xieng Ngeun, tak seorang pun menunggu uluran tangan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan air untuk mereka.

Terletak 25 kilometer selatan dari kota warisan dunia Luang Prabang dan bagian dari provinsi dengan nama sama, Xieng Ngeun bisa berbangga diri setelah menikmati proyek sanitasi dan pasokan air kali pertama di Laos. Masyarakat ikut ambil bagian dalam semua tahapan, dari perencanaan hingga implementasi.

Melalui bantuan awal sebesar 250.000 dolar dari United Nations-Habitat, plus sumbangan dari komunitas lokal dan perusahaan negara Luang Prabang Water Supply Enterprise, proyek itu kini melayani lebih dari 60 persen dari 11.000 warga di distrik tersebut dan mencakup sembilan dari 16 desa.

Ini baru tahap pertama, yang dimulai sejak 2005. Tahun lalu, tahap kedua berjalan dengan dana segar sebesar 159.951 dolar dari U.N.-Habitat guna melayani lebih dari enam desa. Target proyek selesai 2011; perusahaan penyuplai air tingkat daerah dan provinsi akan memastikan desa ke-16 dan terakhir memiliki sistem sanitasi dan air ledeng pada 2012.

”Ini proyek hibah dan berbiaya murah karena keterlibatan lokal untuk menekan biaya,” kata Somphone Chanthalideth, kepala Water Supply Enterprise dari Xieng Ngeun, merujuk seluruh usaha itu. ”Kami tak mengeluarkan banyak biaya untuk membeli mesin guna menggali parit.”

Keum Sirikoun, petani berusia 63 tahun, misalnya, menjadi sukarelawan untuk membantu penggalian di daerahnya. ”Kami (saya dan suami saya) sangat ingin memiliki air, jadi kami bergabung dengan warga lain untuk menggali parit,” katanya. ”Pekerjaan ini selesai kurang dari seminggu.”

Dia mengatakan mereka “menikmati” kerja gotong-royong itu dan “sangat senang” dengan hasilnya.

Apa yang membuat proyek ini jadi luar biasa adalah karena dimulai dari nol.

Penduduk menghabiskan berjam-jam untuk mendapatkan air untuk rumah mereka dari tempat yang jauh. Seperti diingat Avi Sarkar, kepala penasihat teknis Bagian Air dan Sanitasi UN-Habitat untuk kawasan Asia Tenggara: ”Sebelumnya tak ada layanan air dan sanitasi di Xieng Ngeun. Tik ada yang bekerja dan seluruh sistem telah mati.”

Sekarang penduduk Xieng Ngeun menikmati air ledeng yang mengaliri rumah-rumah mereka. Sementara diare dan penyakit lain akibat air kotor, juga kurangnya fasilitas sanitasi yang layak, telah menurun.

Somphone mengatakan, proyek tersebut sangat berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi daerah itu. Tentu saja, keberhasilan daerah itu membedakannya dari kebanyakan daerah yang mendapat layanan air dari ibukota Vientiane, yang berjarak sekitar 363 kilometer.

Somphone merujuk ”dua pabrik air minum, satu pabrik es, toko-toko, restoran, dan tempat penginapan” di daerah itu, yang dibangun segera sesudah sistem air ledeng mulai berjalan.

Di sisi lain, ujarnya, proyek ini membantunya dan para staf meningkatkan kemampuan dan pengetahuan. ”Pada awal proyek,” ujarnya, ”Saya harus berjuang (bahkan) hanya untuk menulis sebuah laporan. Tapi sekarang saya melakukannya dengan cukup baik.”

”Pada akhirnya, setiap proyek akan dijalankan penduduk setempat dan saya pikir sangat penting untuk memanfaatkan kapasitas lokal,” ujar Sarkar dengan nada begitu senang. ”Kami sangat fokus pada kemampuan insinyur lokal, dan banyak pengetahuan dan keahlian teknis di Laos.”

Hingga kini, penduduk setempat masih terlibat proyek itu. Ajaibnya, penduduk bekerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan penyuplai air dalam segala hal, termasuk menyusun pelaksanaan, pengadaan, dan kebijakan tender.

”Sebelum kami mendapatkan persetujuan anggaran,” ujar Somphone, ”kami membutuhkan sejumlah tanda tangan dari komite pengarah.”

Penduduk juga membantu menangani dana-berputar itu, yang memungkinkan kekurangan dana untuk membayar biaya konstruksi dan sambungan –sekitar 100 dolar setiap rumah tangga– ditangani mereka dengan cara mengangsur.

Banyak yang berpendapat keterlibatan penduduk setempat telah mencegah proyek ini dari korupsi.

Sarkar sendiri mengatakan, ”Ketika komunitas ikut ambil bagian, mereka lebih tahu tentang proyek pembangunan itu. Semua sistem menjadi lebih transparan dan bertanggungjawab karena setiap orang tahu apa yang terjadi. Dan hasil keterlibatan masyarakat ini mengakibatkan pencapaian sasaran proyek menjadi lebih baik.”

”Pendekatan masyarakat sangat bagus,” ujarnya. ”Partisipasi masyarakat adalah faktor kunci keberhasilan proyek kami.”

Keum mungkin akan setuju. Ketika ditanya apakah proyek ini seharusnya dilakukan pemerintah, dia menjawab: “Tidak.”

Dia melanjutkan, ”Ini harus dilakukan oleh kita semua karena kitalah yang menginginkan air.”*


Translated by Fahri Salam
Edited by Budi Setiyono
Naskah ini diterbitkan atas kerjasama Yayasan Pantau dan IPS

  • Google Bookmarks
  • Digg
  • del.icio.us
  • MySpace
  • Technorati
  • TwitThis
Formulir Komentar




Komentar

Kode Keamanan*

CAPTCHA Image

Wajib di isi [may not leaved blank]
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. Pengelola berhak mengubah/menghapus kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Tulisan Terkait
Internasional: 13 Jul 10 14:59 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Pameran 101 Seksualitas

Internasional: 12 Jul 10 16:54 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Tumpahan Minyak dan Pembatasan Media

Internasional: 7 Jul 10 21:09 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Komunitas Triqui Menanti Perubahan

Internasional: 1 Jul 10 14:54 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Terlalu Muda untuk Tahu dan Mati

Internasional: 1 Jul 10 15:00 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Kisah Terlarang Sonia Rivera-Valdés

Analisis

Belajar Dari Si Rumput Raksasa

Sleman-Yogyakarta. Rerimbunan si rumput raksasa hampir dapat kita jumpai khususnya dipedesaan bahkan di lingkungan perumahan, hanya jenisnya yang disesuaikan. Bambu yang sering kita sebut dengan pohon,

5 KONTEN TERBARU

12:20
Pengalaman > Sulawesi Utara > JRK SULUT
23:18
JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM
23:14
Sesait,(SK), -- Dalam pelaksanaan Maulid adat Wet Sesait Kecamatan Kayangan, ada empat desa yang merupakan satu kesatuan yang terlibat yaitu Desa Sesait, Pendua, Santong dan Kayangan. Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
23:14
Sesait,(SK),--Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
23:13
Sesait,(SK),--Kegiatan bisok menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.Lokasi bisok menik ini tidak pernah diubah sejak zaman Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
23:13
Sesait,(SK), -- Wet Sesait meliputi empat desa yang ada wilayah Kecamatan Kayangan yaitu Desa Kayangan, Desa Pendua, Desa Santong (Khusus Dusun Santong Asli) dan Desa Sesait sendiri. Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
18:51
Humbang Hasundutan (Suara Komunitas.Net) Tanpa alasan yang jelas dr Netty br Simanjuntak mangkir (tidak masuk kerja-red) selama empat bulan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doloksanggul. Informasi Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
17:05
Sesait,(SK),-- Maulid adat yang dilaksanakan masyarakat adat wet Sesait, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, dihadiri langsung Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH,Minggu (05/02/2012) Berita > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
13:19
Medan (Suara Komunitas.Net) Keberadaan KPID Sumut ke depan tidak hanya berkutat kepada persoalan perizinan. Tapi harus direvitalisasi termasuk keberadaannya guna menggali berbagai potensi ekonomi daerah. Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
13:19
Medan (Suara Komunitas.Net) KPID adalah polisi moral dalam bidang penyiaran, karena itu kehadiran KPID diharapkan mampu mengawasi isi siaran lembaga penyiaran sehingga dapat meminimalisir dampak yang Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU

10 Komentar Terbaru

Script timer: 0.343639 seconds.