Mau Sekolah Tetapi Harus Beli Kursi
Pemerintah kabupaten Sinjai telah mencanangkan program pendidikan gratis untuk masyarakat Kabupaten Sinjai.program ini tentunya sangat didukung sekali oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sinjai. Program ini juga bertujuan untuk membantu lapisan masyarakat baik yang mampu ataupun yang kurang mampu untuk meringankan beban mereka dalam menyekolahkan anak-anak mereka utamanya dalam segi hal biaya sekolah.
Program ini juga untuk mengurangi jumlah anak putus sekolah yang ada di Kabupaten Sinjai karna masih banyak juga masyarakat yang kurang mampu untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka untuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.
Kenapa mesti ada pendidikan gratis untuk masyarakat jika nyata-nyatanya sekarang masih saja harus membayar biaya untuk pendidikan. Utamanya, khususnya dalam pendaftaran calon siswa baru sekarang ini yang sedang terjadi di Kabupaten Sinjai. Banyak masyarakat yang mengeluhkan akan hal ini dan sangat kecewa dengan pendidikan gratis yang ternyata cuma nama saja tetapi buktinya masih saja pendaftar calon siswa baru dikenakan biaya pendaftaran cukup tinggi. "Katanya gratis tapi kok pake bayar??? lucu dan sangat mengherankan sekali".
Contoh yang terjadi sekarang ini di Kabupaten Sinjai menyangkut tentang pendaftaran calon siswa baru. Terdapat salah satu sekolah menengah umum di Kabupaten Sinjai yaitu SMU NEG 2 Kabupaten Sinjai yang menerapkan dua gelombang untuk pendaftaran calon siswa baru. Di gelombang pertama para pendaftar tidak dikenakan biaya tetapi untuk di gelombang ke dua para pendaftar dikenakan biaya 400.000 rupiah dengan alasan untuk membeli kursi atau bangku. Itupun juga belum menjamin bahwa calon siswa baru sudah pasti diterima pada sekolah tersebut.
Dari pihak sekolah tersebut masih membutuhkan sembilan puluh orang pendaftar calon siswa baru. Jika pendaftar calon siswa baru untuk di gelombang kedua ini mencapai sembilan puluh orang pendaftar maka dapat dikalkulasi 400.000 x 90 = 36.000.000 rupiah. Jika memang benar adanya uang sebanyak ini akan digunakan untuk melengkapi fasilitas (bangku atau kursi) sekolah tersebut, jika tidak uang ini digunakan untuk apa dan buat apa pemerintah Kabupaten Sinjai mencanangkan program pendidikan gratis jika hal seperti di atas masih saja terjadi.
Salah satu pendaftar calon siswa baru di gelombang kedua pada sekolah tersebut yang bernama Geri mengatakan bahwa dia tidak sanggup memenuhi syarat dengan harus membayar biaya sebesar 400.000 rupiah. Dan sangat disayangkan sekali sebab Geri mengatakan bahwa dirinya terpaksa tidak dapat melanjutkan pendidikannya di sekolah menengah umum berhubung karna biaya tersebut.
Pemerintah Kabupaten Sinjai semestinya harus memperhatikan hal seperti ini dan mengawasi setiap sekolah yang ada di Kabupaten Sinjai agar tidak lagi memungut biaya untuk setiap pendaftar calon siswa baru.... (oleh: Dido/Maleo, rakom: All star fm Kabupaten Sinjai Sul-Sel)
- Allstar FM
- Pendapat
- dibaca 1644x
- [0] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



