Candi Risan, Petunjuk Terpisahnya Mataram Jadi Jogja dan Solo
Candi Risan yang terletak di Kecamatan Semin Kabupaten Gunungkidul adalah candi Budha yang dipercaya telah ada sejak abad ke-3. Candi ini berlokasi di sekitar 500 meter dari batas Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah dan Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kondisi Candi Risan saat ini sangat memprihatinkan karena hanya terkesan seperti tumpukan batu tua dengan beberapa arca dan satu stupa yang berdiri tak beraturan. Salah satu arca yang bernama Awalukitiswara bahkan pernah hilang di tahun 1984 dan diketemukan di Singapura 8 bulan kemudian.
“ Hanya beberapa wisatawan yang mengunjungi, itupun hanya ngalap berkah (cari peruntungan). Untuk cari jabatan lurah, kepala, masuk tentara bahkan bupati, mereka semedi dan tidur di sini” ungkap S Joko Haryono (50) Juru Pelihara Candi Risan. Menurutnya kondisi candi yang seperti ini dikarenakan tidak adanya dokumen dasar yang mengisahkan detail candi ini. “ Gambar Candi Risan yang seperti apa tak ada satu dokumenpun yang dapat mengungkapnya, sehingga sulit untuk direstorasi, disamping pasti juga butuh biaya besar”.
Warga sekitar hanya menyebut Candi Risan ini berarti irisan Jogja dan Solo karena letaknya memang di perbatasan. Namun bila dikaji lebih dalam, konon candi ini lebih tua dari Candi Prambanan, sedangkan pemisahan Mataram menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta baru terjadi di abad 18. Mungkin juga candi ini sebagai petunjuk akan dipisahkannya Mataram menjadi Yogyakarta dan Surakarta.
“Dulu apabila ada burung terbang di atas reruntuhan candi pasti burung itu jatuh. Ada cerita pula ketika salah satu keluarga sedang punya hajat dan memakai salah satu batu candi untuk tungku rebus air, airnya tidak bisa mendidih “ imbuhnya.
Namun nasib Candi Risan dikhawatirkan senada dengan Juru Peliharanya. “ Sejak Bulan Januari hingga Juni ini saya belum dapat honor dari Kantor Purbakala Yogyakarta “ gumam bapak yang sejak tahun 1991 bertugas sebagai pemelihara kompleks Candi Risan ini. Semoga pihak berwenang segera memberi perhatiannya meski hanya dengan memperlancar honor pemeliharanya. Pihak lainnyapun ditunggu partisipasinya untuk memberi perhatian pada candi ini sehingga Candi Risan ini bisa menjadi bagian yang mengungkap peradaban masa lalu.
Liputan Radekka FM
- Radekka FM
- Liputan Khusus
- dibaca 2662x
- [0] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



