A | A
628529745XXXX : genta news hari dusun cot seumantok kecamatan babahrot abdya diresmikan menjadi desa persiapan     628136036XXXX : seorg warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : info gempa mag 5 0 sr 11 01 2012 04 00 53 wib lok 2 39 lu 93 18 bt 325 km baratdaya kab simeulue kedlmn 59 km bmkg     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh nad dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga hari gisafm     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh provinsi aceh dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga ha     62812694XXXX : komplek perumahan korem lilawangsa tepatnya dibelakang rumah sakit kesrem lg terbakar dan hampir menghanguskan empat rumah gisafm lhokseumawe     628191776XXXX : news ratusan aktivis dan lsm yg trgbng dlm aliansi rkyt menggugat memnta gbrnr ntb membrhntikn bupati dan wabup lombok tengah krn plntknnya dinilai cct hkm     628191776XXXX : news nasip petani tembakau di pulau lombok terancam krn mndpt tntangan phk asing yg mengkampanyekan anti rokok intrnasional dn krng diprhtikn pemda stmpt     
1 Jul 2010

Kisah Terlarang Sonia Rivera-Valdés

Imam Shofwan - n/a
BERKAS PENYERTA (1)
  • 1. application/msworddownload file

Dalia Acosta

HAVANA (IPS) – LÁZARA terbangun setiap pagi di rumahnya di New York, menyeduh secangkir kopi dan, dengan gairah serta sikap yang sama untuk satu alasan, dia menyalakan radio, berharap mendengar kabar tentang apa yang dinanti-nantikan dalam sebagian besar hidupnya: kematian mantan presiden Kuba Fidel Castro.

Republik Dominika, atau karena itu masalah dunia, berada dalam keadaan sekarang karena ”komunisme menyebar ke mana-mana,” menurut Lázara, karakter utama Rosas de abolengo, novel yang tengah ditulis pengarang Kuba, Sonia Rivera-Valdés, yang bermukim di Amerika Serikat sejak 1966.

Obsesi ini, yang banyak warga Kuba di pengasingan alami atau nikmati dengan sebuah intensitas ”yang dapat menghalangi pandangan mereka tentang dunia”, ditangkap Rivera-Valdés pada suatu hari, menyebabkan dia menelantarkan novel yang ditulisnya, dan kini sedang dituntaskannya, sebagaimana dia katakan pada sebuah acara penghargaan untuk dirinya minggu lalu di ibukota Kuba.

”Saya berpikir tentang Kuba setiap hari; ia seperti alam kedua bagi saya,” ujar Rivera-Valdés, profesor bahasa dan sastra Spanyol di York College, New York, yang dikenal atas upayanya membangun jembatan antara negara asalnya dan Amerika Serikat, kepada IPS.

Kuba, negara yang dia tinggalkan tanpa dendam saat dia berusia 28 tahun dan memiliki tiga dari empat anak, senantiasa hadir sebagai latarbelakang dari hampir setiap ceritanya –betapapun dia mengubah konteks atau lokasi, atau mengganti ”mate”, ungkapan tradisional Amerika Selatan, untuk kopi, minuman yang disukai warga Kuba.

”Saya adalah sumber perasaan dan emosi dalam setiap cerita yang saya kisahkan, dan cara saya mengisahkan mereka. Mereka adalah cerita saya, tak ada yang duduk lantas mengisahkan mereka kepada saya. Mereka mencerminkan bagaimana saya melihat dunia,” kata pengarang ini dalam penutupan suatu pertemuan santai di ”José Martí” International Journalism Institute di Havana.

”Perasaan dan kompleksitas manusia adalah ihwal yang ingin saya sampaikan,” kata pengarang Historias de mujeres grandes y chiquitas (Kisah Perempuan dan Gadis Remaja, 2007) dan Las historias prohibidas de Marta Veneranda (Kisah Terlarang Marta Veneranda), yang mendapat penghargaan sastra Casa de las Américas pada 1997 untuk kesusastraan berbahasa Spanyol di Amerika Serikat.

Acara penghormatan bagi Rivera-Valdés, yang digelar pada 21 Juni 2010, dihelat oleh Ibero-American Masculinity Network dan Mirta Aguirre Chair of Gender and Communication, sebelum acara serupa diadakan University of Havana pada 28 Juni –yang juga menghormati karya penyair Kuba Nancy Morejón.

Dengan bakat alami bercerita yang dimilikinya, Rivera-Valdés membacakan sebagian isi novel terbarunya untuk audiens, membagi pengalaman batinnya, dan bicara pandangan hidupnya, juga lelaki dan perempuan yang telah berubah selama bertahun-tahun.

”Saya memimpikan cinta, bukan terhadap seseorang, namun cinta yang memberikan kebahagiaan sejati,” ujarnya seusai membacakan Como en la Cárcel (Seperti Hidup dalam Penjara), kisah tentang seorang tahanan perempuan yang terlihat elok dan bahagia di mata teman satu sel, menjalin hubungan terlarang, serta melawan ketakutan dan prasangka.

”Kebebasan nurani tak dapat diambil, sekalipun dalam penjara,” ujarnya.

Dia menambahkan, dia menikmati setiap momen dalam proses penulisan. ”Beberapa orang takut ketika mereka menulis, namun saya menikmatinya. Saya tak menderita sama sekali di depan komputer; seperti mengunjungi sebuah dunia yang lain.”

Dengan semangat itu, dia memasukkan lima jendela di dinding rumahnya ke dalam judul salah satu ceritanya, dan frase itu berubah setelah dia dengar dari seorang teman Kuba menjadi ”Kaki Kedelapan”. Bagi Rivera-Valdés, setiap cerita yang dia tulis akan tersusun segera sesudah dia dapat menggunakan frase itu.

Teman lain berkata kepadanya, malu dengan bau sandal yang Rivera-Valdés pakai di rumah. Rivera-Valdés mengingat kembali peristiwa ini saat menjelaskan ”kisah terlarang” yang melingkupi karakter utama Marta Veneranda, seorang mahasiswi sosiologi yang tengah membuat sebuah tesis tentang ”apa yang dilarang” dan cemas terhadap apa yang orang lain pikirkan dan katakan.

”Ketika saya membaca karya Sonia, saya selalu mengingat setiap momen kehidupan pribadi saya. Dia seperti penulis kronik tentang momen kehidupan,” ujar antropolog Kuba, Julio César González Pagés, koordinator Ibero-American Masculinity Network dan promotor yang tekun mengenalkan karya-karya Rivera-Valdés di negaranya.

Zaída Capote, anggota departeman Gertrudis Gómez de Avellaneda di Cuban Institute of Literature and Linguistics, mengatakan bahwa dalam pandangannya, penghargaan Casa de las Américas dan penerbitan Kisah Terlarang Marta Veneranda menunjukkan keistimewaan karya Rivera-Valdés.

Atas perasaan solidaritas yang mendalam dalam karyanya, Capote mengenang bahwa buku yang meraih penghargaan ini nyaris menjadi bagian alami dari ”ledakan tema” yang menjadi ciri kesusastraan Kuba pada 1990-an, ”seakan-akan ditulis di Kuba.”

Lain dari generasi sastra saat itu, Rivera-Valdés menyuguhkan cerita dengan pendekatan unik mengenai isu perempuan, khusunya lesbianisme, ujar Capote. ”Sebelumnya, ia selalu dikombinasikan dengan perasaan bersalah. Tapi dalam karyanya, kita bisa menemukan hubungan lesbian yang diresapi dengan damai dan sukacita,” ujarnya.*

 

Translated by Fahri Salam
Edited by Budi Setiyono
Naskah ini diterbitkan atas kerjasama Yayasan Pantau dan IPS

  • Google Bookmarks
  • Digg
  • del.icio.us
  • MySpace
  • Technorati
  • TwitThis
Formulir Komentar




Komentar

Kode Keamanan*

CAPTCHA Image

Wajib di isi [may not leaved blank]
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. Pengelola berhak mengubah/menghapus kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Tulisan Terkait
Internasional: 13 Jul 10 14:59 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Pameran 101 Seksualitas

Internasional: 12 Jul 10 16:54 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Tumpahan Minyak dan Pembatasan Media

Internasional: 8 Jul 10 21:40 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Gotong Royong Demi Air

Internasional: 7 Jul 10 21:09 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Komunitas Triqui Menanti Perubahan

Internasional: 1 Jul 10 14:54 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Terlalu Muda untuk Tahu dan Mati

Analisis

Selamat atas www.rumahalir.or.id

Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma). Peluncuran website Talasukma dilakukan langsung oleh Anggota Komite Transparansi

5 KONTEN TERBARU

22:32
Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan Berita > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM
18:25
Sukabumi, komunitas LA-LI. Koordinator program SAFE (Strategi Again Flu Emergency) memeriksa Berita > Jawa Barat > Zeka Kamil
14:15
IV Koto Aur Malintang - Dalam rangka memeriahkan pelantikan wali nagari III koto Aur malintang yang ibu nagari Batu Basa mengelar Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ) antar nagari di kecamatan Berita > Sumatera Barat > Suandri FM
13:34
IV Berita > Sumatera Barat > Suandri FM
13:07
IV koto Aur Malintang - Pembangunan Sekolah menengah kejuruan (SMK) IV koto Aur malintang dalam waktu dekat ini segera terealisasi, hal ini terwujud dari para perantau asal Nagari III Berita > Sumatera Barat > Suandri FM
12:43
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang Pendapat > Sumatera Barat > JRK SB
12:42
Sukabumi, Komunitas Pasar Parungkuda Kondisi pasar Parungkuda semakin hari semakin kotor dan kumuh, hal ini semakin terasa parah ketika hujan turun. Lokasi pasar menjadi becek dan berlumpur. Berita > Jawa Barat > Bayu Permana
12:20
SUKABUMI (*IPS*) – SEBANYAK 18.000 liter air bersih yang dikonsumsi Jakarta per detik diperkirakan meningkat 26,000 liter pada 2015. Solusinya? Sebuah jalan tol sepanjang 54 kilometer Berita > Koresponden > Koresponden
10:36
 Lombok Utara (suarakomunitas)-Tanjung, sebanyak 24 atlet Taekwondo KLU yang mengikuti Kejurda YUTI Cup I 2012, yang diselengarakan di Gelanggang Olah Raga(GOR) Bakhti Berita > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM
10:14
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM

10 Komentar Terbaru

Script timer: 0.374581 seconds.