MINAS (Minuman Asli Sinjai) ; Enak, Menyegarkan dan Sehat
Indonesia adalah negara Majemuk. Berbagai keragaman mewarnai sendi-sendi kehidupan. mulai dari Aspek Budaya, Ras, Bahasa, Agama, makanan dan minuman khas daerah. Salah satunya Minas yang merupakan minuman produksi rumahan di kab. Sinjai.
Pada awalnya minuman ini di produksi oleh ibu- ibu nelayan di sekitar tempat pelelangan ikan di kab, Sinjai sekitar tahun 2002 yg lalu dan di peruntukkan kepada nelayan sebagai minuman penyegar dan penghangat tubuh di kala melaut.
Bahan dasar dari minuman ini adalah tape singkong,madu asli,dan telur ayam kampung serta tidak mengandung alkohol sehingga dapat memulihkan kembali stamina anda.
Perkembangan pemasaran minuman ini cukup bisa memberi peluang usaha, karena hingga kini minas bukan hanya di kenal di masyarakat di Sinjai, akan tetapi sudah meluas ke daerah daerah tetangga lainnya..
Minuman asli Sinjai ini tidak mengandung bahan pengawet dan dapat bertahan hingga dua sampai tiga hari.
sayangnya sang pemilik usaha minuman ini belum bisa mengembangkan usaha minas ini untuk ke industri yang lebih besar,karena lagi lagi terbentuk kepada persoalan klasik tentang modal usaha.
Minuman ini tidaklah sulit di dapatkan di Sinjai, hampir dari setiap warung makan dan kios di sekitar daerah pelelangan lappa sinjai menjual minauman asli sinjai ini,minuman ini di kemas di dalam botol air mineral dan di pasarkan mulai harga 2500,-/btl - 5000,/btl. Kalau suatu saat pembaca berkesempatan menginjakkan kakinya di daerah sinjai saya mengira anda tidak akan rugi untuk mencobanya.. (ANGGI STAPAL)
- n/a
- Produk Komunitas
- dibaca 2395x
- [0] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


