Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

FPNB Angkat Isu Kearifan Lokal dalam Karya Tulis Berita

 (Wonosari-SK) Minggu (12/03)-- Forum Penulis Negeri Batu (FPNB) menggelar diskusi di Aula Rumah Dinas Wakil Bupati Gunungkidul. Tema yang digagas adalah Penerapan Kearifan Lokal dalam Karya Tulis. Diskusi yang rencananya digelar sebulan sekali ini diperuntukkan bagi semua kalangan, baik masyarakat umum, pelajar, komunitas, dan penulis khususnya.


Diskusi kali ini diikuti oleh penulis, penerbit, guru, siswa, dan mahasiswa dari wilayah Gunungkidul dan sekitarnya. Hadir pula para perupa dari Ikatan Perupa Gunungkidul. Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari cepatnya tanggapan masyarakat dari berbagai kalangan untuk ikut mendaftar dalam acara diskusi tersebut. Dalam waktu hanya dua hari, kuota peserta sudah terpenuhi. Menurut sekretaris FPNB Umi Azzurasantika, kegiatan ini digelar untuk membangkitkan semangat masyarakat, terutama kaum muda, untuk bisa menyalurkan pendapat, ide, dan gagasan melalui tulisan. Melalui tulisan tersebut, harapannya akan mampu mendorong dan memotivasi masyarakat untuk melakukan yang terbaik bagi bangsa melalui bidang yang mereka geluti.

Pertanyaan-pertanyaan dan keingintahuan mengalir dari para peserta membuat diskusi semakin hidup, hangat, dan akrab. Isu Kearifan lokal diangkat sebagai upaya mengolah sumber daya spiritual lokal untuk menguatkan jati diri bangsa. Selain itu, untuk lebih menguatkan nasionalisme dan rasa ‘handarbeni’ terhadap Gunungkidul oleh masyarakat  akan tanah tumpah darahnya.


"Kaitannya dengan karya tulis, guna mengangkat kearifan lokal, perlu adanya sensitivitas dalam melihat lingkungan," ungkap Amirrudin Zuhri, jurnalis sekaligus penulis yang menjadi pemateri diskusi. Dengan tulisan, kita dapat mendorong ide pengolahan spirit lokalitas menjadi isu yang meninggalkan jejak tak terbatas waktu dan tak lekang oleh jaman, karena tulisan akan abadi. "Di sisi lain, penulis yang tergerak untuk menuliskan apa yang menjadi kegelisahannya terkait Gunungkidul saat ini, mendorong ide lokalitas sebagai inspirasi etos kerja untuk membumikan Gunungkidul," pungkas Amirrudin. (Hanacaraka FM)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08762 seconds.