Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Jasrum: “Kalau Anaknya Pakai Android, Masa’ Gurunya cuma Pakai HP Senter Berita

MASAMBA (SK) ----- Perkembangan teknologi dan informasi (IT) sudah begitu pesat. Saking pesatnya, fakta bahwa anak lebih menguasai teknologi ketimbang orang tuanya itu sendiri terasa begitu menggelitik. Bagi kita yang hidup di era digitalisasi yang begitu berwarna dengan segala hiruk-pikuknya, tentu tidak akan merasa “sakit” dengan fakta tersebut. Namun bagaimana dengan orang tua yang tak mau ambil pusing dengan perkembangan IT?
Pertanyaan tersebut menjadi inspirasi terlaksananya kegiatan Pelatihan Pengembangan Materi Belajar-Mengajar dan Metode Pembelajaran dengan Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Jenjang PAUD/SD/SMP tingkat Kabupaten Luwu Utara yang dihelat Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara di Aula Hotel Yuniar Masamba, Jumat (23/2).
 

Kepala Dinas Pendidikan, Jasrum, mengatakan, seorang guru tidak boleh kalah dari anaknya, termasuk anak didiknya di sekolah. “Kita jangan kalah dengan anak-anak ta. Kalau anak-anak ta bisa pakai HP Android, lantas kita cuma pakai HP yang ada senternya, maka di situ kita harus merasa malu,” ujar Jasrum di hadapan 120 peserta pelatihan yang sebagian besar adalah Kepala Sekolah itu. Apa yang disampaikan Jasrum, sontak membuat para peserta tertawa.

Jasrum mengungkapkam kelebihan HP Android ketimbang HP biasa. Dengan Android, maka seseorang bisa menggenggam dunia dan membuka jendela cakrawala hanya dengan mengoperasikan Android di tangan. Bahkan di dalam kamar, kata Jasrum, seorang anak bisa membuka jendela dunia. “Coba bayangkan kalau anak kita sendiri di kamar lalu dengan modal HP Android dia bisa membuka dunia ini. Isi dunia loh di genggamannya. Itulah salah satu motivasi kenapa kegiatan ini kita lakukan,” terang Kadis yang juga Ketua PSSI Lutra ini.

Olehnya itu, lanjut Jasrum, persoalan IT tidak boleh dianggap biasa-biasa saja. IT oleh Jasrum, harus dijadikan sebagai sebuah kebutuhan. “Olehnya itu, saya berharap kiranya persoalan IT ini jangan dianggap biasa-biasa saja, tapi harus kita jadikan sebagai sebuah kebutuhan,” pungkas Jasrum. Pelatihan ini rencananya dilaksanakan Sembilan hari dan dibagi tiga tahap. Tahap I untuk jenjang SD tanggal 24-26 Februari; Tahap II jenjang SMP (6-8); dan Tahap III jenjang PAUD (9-11). Kegiatan ini dihadiri tiga orang pemateri, masing-masing Imran, Zaenal dan Syafaruddin. (Lukman Hamarong)
 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09377 seconds.