Klethek, Kreasi Petani Karangasem Gunungkidul
Gunungkidul,
Apabila anda berkunjung ke Pantai Baron Gunungkidul, di sepanjang jalan antara kota Wonosari hingga Pantai Baron tepatnya di Dusun Karangasem Desa Mulo, anda akan berpapasan dengan banyak petani baik perempuan maupun laki-laki yang sedang mendorong kereta kecil yang membawa pupuk, kayu bakar, ataupun hasil panenan yang lain. Kereta kecil yang mereka dorong itu bernama Kletek.
“Kletek ini kami buat untuk meringankan beban kami membawa pupuk dan hasil panen dari ladang ke rumah” terang Sukiman (60) petani yang setiap hari mendorong kletek sejauh 3 km menuju ladang miliknya. Ia menceritakan bahwa kletek mulai popular bagi petani di desanya sejak 5 tahun terakhir.Kletek yang terbuat dari kayu dan beroda laker bekas ini sangat bermanfaat bagi petani di sepanjang jalan aspal Wonosari-Baron ini. Saat selepas subuh sudah mulai tampak barisan kletek berjalan rapi didorong oleh petani. Begitu sebaliknya menjelang matahari terbenam barisan kletek dengan membawa beragam hasil bumi kembali ke rumah para petani. “ Sebelum kami dapatkan ide untuk membuat kletek ini, semua harus kami gendong, pikul ataupun sunggi (bawa barang di atas kepala), kini tinggal dorong, semua jadi ringan “ pungkas kakek dengan 3 putra ini.
Liputan Radekka FM
- Radekka FM
- Produk Komunitas
- dibaca 1894x
- [0] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


