Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Pemilukada 2017-2022 Tinggal Menghitung Hari Berita

 

Pidie (SK)- Tak lama lagi masyarakat aceh menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). "Rakyat Kanduri"  itu akan diselenggarakan serentak baik di kabupaten maupun kota hingga tingkat provinsi. Masyarakat yang nantinya menjadi konstituen di daerah masing-masing pun turut menghangatkan perbincangan seputar bakal calon (Balon) yang ada. 

Oleh karena itu, pihak yang mencalonkan diri sebagai Balon kini sedang mencari dukungan dari masyarakat agar memiliki kekuatan/kemampuan untuk memimpin daerah. Sementara itu, masyarakat yang nantinya menjadi konstituen di daerah masing-masing turut menghangatkan perbincangan seputar Balon pilihan mereka. Untuk menjadi kepala daerah ternyata tidak serumit proses yang dijalani pada tahapan penting memperoleh dukungan dari berbagai daerah dan timses serta pendukung masing-masingng untuk turut menentukan langkah awal para tokoh yang berniat meraih tampuk kepemimpinan.

Mendekati waktu Pemilukada yang semakin dekat,  masing-masing tim sukses (Timses) mulai berpacu. Mereka mencoba meraup simpati dan membangun komunikasi dengan masyarakat yang nantinya menjadi tunggangan untuk melenggang menuju puncak kekuasaan. Para pialang politik dan pendukungan Balon masing-masing berseliweran sepanjang hari, siang dan malam. Entah bermaksud baik, turut mencerdaskan warga, atau hanya demi kepentingan sesaat: kepentingan meraup lembar-lembar rupiah.

Untuk menjadi kepala daerah ternyata tidak mudah. Sangat sulit untuk bisa unggul. Bukan satu atau dua pihak saja yang harus berkerja kerja untuk mencari pendukung,  melainkan tim. Untuk mencari dukungan masyarakat, tentu tidak sekedar memberikan suara manis dan janji saja, ada juga yang harus mengorbankan money serta makanannya.

Di lain pihak, sebagian masyarakat pun ikut menghangatkan situasi. Tatanan sosial yang semula kondusif bisa saja berubah. Terkadang, kelompok-kelompok warga ikut terkontaminasi pemikirannya hanya karena keberpihakan untuk mendukung salah seorang Balon. Apalagi beberapa hari belakangan banyak pihak yang datang langsung kepada Timses semata-mata mengharapkan uang sebagai imbalan dalam rangka mendukung salah satu Balon. "Kapan lagi kalau bukan sekarang," kata sebagian pihak. Gesekan-gesekan bisa jadi tidak dapat dihindarkan, walaupun belum berdampak pada situasi darurat politik. Gejala politik yang demikian memang kerap dirasakan begitu kuat di daerah yang sebentar lagi menuju suksesi kepemimpinannya.

Warga aceh pada umumnya harus teliti dan harus melihat dengan jernih dalam memilih seorang pemimpin. Pemimpin yang nantinya bisa memimpin warga dengan benar serta perduli kepada warga awam, mulai dari kaum dhuafa, fakir miskin dan anak yatim, serta lansia dan kaum kurang beruntung lainnya. Selain itu, pihak yang nantinya terpilih menjadi pemimpin harus bisa menempatkan dirinya sebagai pemimpin dan pula harus tahu siapa yang dipimpin. (Tasbir)

 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.0892 seconds.