Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Menuju Desa Wisata dan Desa Mandiri Pendapat

Bayan  (SK). Ada tujuh Desa di Kabupaten Lombok Utara yang akan diuji coba menjadi Desa Wisata Oleh Pendamping Delta Api NTB Catur Kukuh, yakni Desa Gili Indah, Desa Medana, Desa Gondang, Desa Senaru, Desa Bayan dan Desa Karang Bajo. Ketujuh Desa tersebut merupakan Desa Model berkonsep Delta Api yang akan di jadikan Desa Mandiri. 29-01-2017.

Kabupaten Lombok Utara memang tengah menggalakkan percepatan Pembangunan dari desa. Salah satu upaya percepatan Pembangunan tersebut adalah dengan mencanangkan desa-desa wisata sehingga munculah Desa model. Jadi, desa model adalah upaya untuk menyiapkan desa yang tangguh secara ekologi dan adaptif terhadap perubahan iklim. Desa model juga mencakup percepatan pemenuhan hak dasar masyarakat yang meliputi pangan, air, energi, mata pencaharian, pendidikan, serta kesehatan dan teknologi informasi.

Saat ini memang setiap Desa memiliki otonomi untuk merencanakan pembangunan terutama dibidang Pariwisata, sehingga banyak desa berlomba lomba membuka diri bagi wisatawan, segenap potensi di kembangkan lalu di promosikan. Kehadiran wisatawan dimanapun dipandang akan membawa dampak ekonomi kepada masyarakat. Sehingga pengembangan pariwisata yang dilakukan bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat.

Keberadaan Rumah Tradisional, adat istiadat, atau tradisi budaya yang unik memang masih kita temukan di Desa Karang Bajo, Desa Bayan dan Desa Senaru. Pada dasarnya masyarakat telah memiliki modal, yakni sumberdaya alam, sumberdaya sosial, sumberdaya ekonomi, sumberdaya seni tradisional dan kelembagaan belum lagi keramah tamahan masyarakat juga menjadi kunci dalam pariwisata. Dengan modal itulah pariwisata desa mampu menarik wisatawan mancanegara untuk menikmati hal hal yang ada di desa.

Hanya saja yang kami rasakan sekarang ini adalah belum maksimalnya masyarakat menyesuaikan diri menjadi desa wisata, artinya ketika para pemuda ingin menjelaskan berbagai potensi budaya atau potensi alam yang ada di Desa kepada wisatawan mancanegara, mereka belum menguasai bahasa Inggirs, Bahasa Jerman dan sebagainya. Sehingga perlu ada inisiatif dari Dinas Pariwisata KLU untuk melatih atau memberikan kursus bahasa Inggris di lapangan.

Selanjutnya yang dibutuhkan oleh masyarakat Desa seperti Desa Karang Bajo yaitu ttempat parkir dan lapak secara tradisional sebagai tempat menjual asesoris dan kain tenun di Gubuk Karang Bajo. Belum lagi kalau kita berbicara mengenai Desa Mandiri, tentu tidak mudah bagi desa Karang Bajo untuk meweujudkan itu, sebab jadi kami butuh beberapa kreteria atau persyaratan apa saja yang harus dipenuhi sehingga desa itu dikatakan desa mandiri. ( Ardes ).

 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.1242 seconds.