Walang, Hama yang Jadi Penganan Khas Gunungkidul
Belalang atau Walang merupakan hama bagi tanaman di satu sisi namun di lain sisi merupakan rejeki bagi sekelompok orang di Gunungkidul. Di sepanjang jalan antara Wonosari – Semanu, Saptosari – Paliyan, dan Paliyan – Playen akan mudah ditemui barisan orang menjajakan walang ini. Ratusan walang diatur sedemikian rupa yang dikaitkan dengan tali dan dipampangkan dengan sebilah bambu.

Walang merupakan serangga herbivora dari sub-ordo Caelifera dalam ordo Orthoptera. Walang banyak ditemui pada pohon turi, ketela, jati, dan lain sebagainya. Pada musim kemarau, belalang kayu banyak ditemui pada pohon-pohon yang besar. Para pemburu walang menggunakan pulut (dari getah buah nangka) atau lem tikus ataupun memakai jaring .Di musim penghujan, masyarakat sering mencari belalang di malam hari hanya dengan tangan langsung.
Suparyono (35) pemburu Walang asal Paliyan menuturkan bahwa dalam satu hari ia berhasil menjual hingga 12 ikat walang senilai Rp 40.000. “ Saya berburu walang dari jam 6 pagi dan jam 2 siang tinggal menjajakan di pinggir jalan ini” paparnya.
Sementara itu, Suwarti (20) penjual walang siap hidang yang mangkal di pintu masuk Pasar Playen Gunungkidul menyampaikan kepada Radekka FM bahwa walang yang sudah diolah dengan berbagai macam bumbu ini bisa laku Rp 80.000/kg. “ Tiap hari saya bisa menjual 5 kilo mas “ sahutnya
Berdasarkan penelitian kandungan protein dalam tepung Belalang Kayu (Melanoplus Cinereus) ternyata lebih besar dibanding dengan kandungan protein yang dimiliki Udang Windu. Kandungan protein belalang sekitar 62,2 persen. Wah bisa menjadi sumber protein alternatif kan.
Liputan Radekka FM
- Radekka FM
- Produk Komunitas
- dibaca 1826x
- [0] komentar




JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada
Sesait,(SK),--Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya
Sesait,(SK),--Kegiatan bisok menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.Lokasi bisok menik ini tidak pernah diubah sejak zaman
Medan (Suara Komunitas.Net) Keberadaan KPID Sumut ke depan tidak hanya berkutat kepada persoalan perizinan. Tapi harus direvitalisasi termasuk keberadaannya guna menggali berbagai potensi ekonomi daerah.
Medan (Suara Komunitas.Net) KPID adalah polisi moral dalam bidang penyiaran, karena itu kehadiran KPID diharapkan mampu mengawasi isi siaran lembaga penyiaran sehingga dapat meminimalisir dampak yang 

-t.jpg)
