Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Studio Radio Samalanga FM Hancur di Luluh Lantak Gempa 6.5 SR Berita

Samalanga SK-Malam yang dingin suasana bersahabat membuat sang pemilik tidur terlelap dengan angin surga seperti yang dirasakan Teungku Miftahuddin sang penjaga gedung berlantai empat IAI Al-Aziziyah Samalanga dan secara kebetulan kantor radio komunitaspun menjadi kewajiban beliau dalam menjaganya.Tanpa terasa suara ayam jago menandakan saatnya untuk bangun shalat subuh, namun kala suara ayam jago telah menghilangdi keheningan subuh nan dingin itu. Tiba-tiba suara goyangan dan hentakan dahsyat seakan-akan kiamat telah menyapa bahkan gedung lantai pertama tempat studio komunitas itu pun seakan ikut bergoyang tanpa iringan musik yang memandunya." Pue ka nyouka kiamat (apa sudah kiamat ini)" pinta Teungku Miftahuddin sosok setia yang selalu menemani studio kominitas dalam kebisingan dan kesunyian.

Saat itu jam telah menunjukkan angka 05.03, hentakan makin dahsyat dalam hitungan detik perdetik di sambut dengan goyangan dinding beton dan satu persatu meja yang di penuhi komputer dan bermacam elektronik serta peralalatan media dan belajar mahasiswa satu persatu meloncat mengikuti goyangan kian dahsyat itu.

Perasaan Teungku Miftahuddin Geudong yang akrab di sapa Cek Mif semakin takut melihat sisibangunan telah menjatuhkan dindingnya." ek merumpok tubit lon nyou pue han u luwa (mampukah saya keluar atau tidak ke luar gedung ini" gumangnya dengan penuh kegundahan yang dahsyat sambil berdoa dan melantunkan zikir dalam hati dengan penuh harap kepada sang ilahi

Hentakan dan goyangan bukan bergerak kiri kanan tetapi atas bawah laksana dengan sangatdahsyat, beberapa detik kemudian sang teman setia radio komunitas Samalanga FM "meminta" pamit dengan penuh tergesa-gesa untuk menyelmatkan dirinya bahkan runtuhan gedung semakin tidak terkendali, alhmadulillah dengan berjuang penuh harapan dan berpasrah diri kepada sang ilahi, Cek Mif pun mampu menerobos reruntuhan itu hingga keluargedung megah berlantai empat yang didirikan awal tahun 20000-an,"Lon pike sang han seilamat le, tapi alhamdulillah manteunggebri umue le Allah,(Saya pikir tidak mungkin selamat, namun Allah memberi umur panjang untuk saya)" katanya menceritakan

Gempa dengan kekuatan 6.5 SR itu hanya dalam beberapa puluhan detik saat itu pun beriiringan hentakan gempa lampu pun ikut mati, lima langkah Cek Mif berpisah untuk selamanya dengan studio radio komunitas dan kemegahan gedung IAIA itu, lantai pertama langsung roboh hacur luluh lantak diikuti lantai berikutnya 'limeung boh langkah lon tubit, lantai phoen ancoe dan rubah laju' (lima langkah saya keluar gedung, lantai pertama langsung roboh danhancur luluh lantak" sambungnya sambil menghela nafas

Apa hendak dikata, Allah Maha Kuasa dan berkendak atas segalanya, Rabu subuh 7/11/2016 jam 05.03 WIB akhir riwayat studio komunitas Samalanga FM dengan seluruh perangkat bahkan sang tuan rumah tempat studio itu selama ini berteduh juga ikut menjadi 'al-marhum", tubuh studio itu boleh hancur berkeping-keping dihantam gempa dahsyat awal Rabiul awal namun semangat untuk hidup kembali (renainsance) masih menggelora terpatri dalam jiwa sang personil radio komunitas samalnga FM yang di komomdoi oleh sang enerjik nan cerdas Teungku Muhammad Yani An-Nisami.

"Al-hamdulillah, Semangat masih sangat menggelora dan penuh semangat walaupun "tubuh" kini telah "al-marhum", papar Tgk. Nisam panggilan akrab beliau. Namun semangat tanpa di barengi dengan "tubuh" dan "organ tubuh" tidak akan mampu berjalan mengarunginya. Kapankah itu terwujud? Wallhu "Allam Bishawab..( Samalanga FM)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09227 seconds.