Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Melihat Visi Misi Calon Kades Anggaraksa Periode 2017-2023 Berita

Lombok Timur, SK - Pemaparan visi misi lima orang calon Kepala Desa Anggaraksa, Lombok Timur, menawarkan beragam program. Kelima calon mengadopsi visi misi yang berbeda satu sama lain. Namun, tidak bisa dimungkiri banyak juga program yang sama digaungkan.
Di antaranya tekad untuk mereformasi birokrasi, memberantas korupsi di tingkat pemerintahan desa, mengembangkan BUMDes sebagai lembaga mikro untuk masyarakat yang membutuhkan modal usaha. Pemaparan visi misi tersebut dilangsungkan di kantor Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, NTB, (6/12).

Apa saja visi misi mereka?

Siswadi, calon Nomor 1, sebelumnya pernah menjabat Kepala Desa Kerumut yang juga purnawirawan TNI, menitikberatkan pada transparasi dalam pengelolaan anggaran desa. Menurutnya, dalam pengelolaan anggaran harus betul-betul terbuka untuk publik. Jangan ada yang ditutupi karena masyarakat berhak untuk mendapatkan informasi tentang besar kecilnya anggaran yang akan dikelola pemerintah desa untuk kepentingan masyarakat. "Jangan ada dusta di antara kita," tegas Siswadi.

Calon Nomor 2, Muchlis, yang merupakan calon petahana menegaskan sifat jujur dan musyawarah dalam mencapai mufakat merupakan poin penting dalam kepemimpinannya nanti.

Harun calon Nomor 3, salah satu calon kades dari PNS yang punya pengalaman dalam pemerintahan, banyak membahas tentang cara meningkatkan keamanan lingkungan. Selain itu juga disinggung masalah administrasi kependudukan yang dianggap masih berantakan, terutama masalah sertifikat pertanahan.

Rohani, calon Nomor 4, yang mengaku sebagai bintang baru dalam perpolitikan dan juga purnawirawan TNI, dalam visi misinya banyak menyentuh masalah pembangunan perumahan yang belum merata. Menurut pantauannya selama ini, masih banyak masyarakat yang belum punya rumah sendiri. Maka lanjutnya, jika terpilih nanti, dia akan berusaha merealisasikan impiannya itu. "Minimal satu rumah satu keluarga, jangan ada lagi satu pintu dua kepala keluarga," janjinya. Selain itu, dia berencana mengaktifkan kembali peran serta wanita dalam program PKK.

Berikutnya calon Nomor 5, Mahrus, salah satu calon kades Anggaraksa yang diakui sukses dalam kewirausahaan, mencanangkan program pembangunan enam tahun ke depan. Untuk tahun pertama dia berjanji akan bekerja memperbaiki birokrasi, mengoptimalkan kerja aparat desa, kemudian memberdayakan masyarakat agar mendapatkan peluang pekerjaan lewat program yang ada di desa.

Di samping itu, dia berjanji akan menertibkan retribusi perusahaan tambang yang sedang beroperasi saat ini untuk pembangunan infrastruktur seperti perbaikan jalan usaha tani, perbaikan gorong-gorong atau saluran air yang kurang mendapat perhatian pemerintah seperti di Dusun Aikdalem, serta pemberian THR kepada petugas masjid dan penembokan areal kubur di desanya.

Dalam acara tersebut, ketua panitia Pilkades Desa Anggaraksa, Maryani, tidak mengizinkan perdebatan antarcalon, karena melihat situasi dan kondisi perpolitikan yang tidak memungkinkan untuk dilakukan perdebatan. Menurut Maryani, jika diadakan debat terbuka, maka dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan, sehingga bisa memicu kontroversi.

Kebijakan yang diambil oleh panitia pilkades mendapat respons positif dari Kasub BPMPD, Lukmanul Hakim. Dia memuji kinerja panitia, meskipun ada sedikit kritik keras keluar dari salah satu calon kades yang menyinggung calon lain, namun masih bisa diatasi.

Lukman berharap agar sampai pada hari pencoblosan 14 Desember nanti, semua berjalan aman dan lancar. Semua calon kades menurutnya harus patuh pada peraturan yang berlaku terutama dalam pelaksanaan kampanye dan hari pemilihan. "Masyarakat harus menggunakan hak pilihnya, jangan ada yang golput karena suara masyarakat penentu arah Desa Anggaraksa enam tahun ke depan," tegasnya.

Soal keamanan, Kapolsek Pringgabaya Iptu. Sutarman menyatakan pihaknya tidak pernah menerima laporan tentang gangguan keamanan. Semunya masih dalam koridor hukum yang berlaku. Jikapun ada, menurutnya, masih bisa diselsaikan di tingkat panitia dan pengawas.

Untuk keamanan pelaksanaan pilkades, lanjut Sutarman, disamping menerjunkan internal kepolisian, dia juga membina kerjasama dengan unsur terkait seperti, TNI, Pol PP dan juga melibatkan tokoh masyarakat. Adapun pola keamanan disinergikan dengan kondisi yang ada, menempatkan polisi di setiap TPS untuk mengantisipasi gejolak yang mungkin terjadi.

"Saya berharap semoga pilkades serentak ini berjalan dengan aman dan lancar, tidak ada kekacauan pasca pemilihan, beda pilihan tetap saudara, kalah menang tetap saudara," ungkap Sutarman saat ditemui di kantor Desa Anggaraksa. (Fikri MS)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08796 seconds.