Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Penangkaran Kura-Kura Purba Ini Butuh Perhatian Pemerintah Berita

Cirebon (SK) - Objek wisata penangkaran kura-kura purba di Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, membutuhkan dukungan dari pemerintah. Minimnya dukungan dari pemerinntah, membuat penangkaran hewan langka ini, mengandalkan uang dari alokasi dana desa dan juga retribusi tiket masuk yang hanya sebesar Rp 2.000 per kepala.

“Kami mengandalkan dana secara swadaya dan dana desa untuk melestarikan kura-kura ini,” ujar Yayat Supriatna, pengelola Objek Wisata Kura-Kura Belawa di Cirebon.

Yayat menuturkan, saat ini ada sekitar 500 ekor kura-kura belawa yang ada dalam penangkaran. Keunikan yang dimiliki oleh kura-kura belawa, dilihat dari bentuknya yang berbeda dengan kura-kura yang lainnya. Pada kura-kura belawa ini, memiliki cekungan pada cangkangnya dan mocong babi pada mulutnya. Selain itu, penangkaran ini juga terdapat di dataran tinggi. Berbeda dengan kura-kura lainnya yang biasanya berada di dataran rendah. Selain itu, umur kura-kura belawa ini cukup panjang. Bahkan Yayat menyebutkan, ada yang bisa berumur hingga seratus tahun lebih.

"Ada yang umurnya seratus tahun lebih. Tapi sudah mati dan kita awetkan,” kata Yayat.

Dalam setiap bulannya, pihak pengelola harus bisa menyediakan pakan berupa daging ayam sebesar satu kwintal dan juga satu kwintal umbi-umbian. Untuk membeli kebutuhan tersebut, pengelola menggunakan dana swadaya, dana desa dan retribusi uang masuk.

“Kami harus tambal-tambal dari dana - dana lainnya. Kalau mengandalkan dari retribusi, tidak mencukupi,” kata Yayat.

Keprihatinan tersebut juga dirasakan oleh Forum Komunitas Orang Cirebon. Forum yang dibentuk dari sebuah group facebook ini, menggerakkan seratus anggotanya untuk melakukan bersih-bersih di Objek Wisata Belawa. Selain itu, mereka juga melakukan penggalangan dana, untuk ikut mendukung pelestarian kura-kura belawa yang hampir punah ini.

“Cukup disayangkan pemerintah kurang peduli terhadap penangkaran ini. padahal, ini sangat bagus untuk objek wisata, terutama wisata edukasi,” ujar Irwan Setiawan, Humas FORKOCI.

Irwan menjelaskan, FORKOCI memang memiliki program kegiatan sosial, budaya, seni dan pariwisata, salah satuunya adalah gerakan yang dilakukan hari ini. Forkoci juga mengapreasisasi kepedulian warga dan pemerintah desa, yang masih peduli terhadap pelestarian kura-kura langka ini.

“Untungnya, warga sekitar masih peduli. Tadi kita juga kita menggalang dana dari seluruh anggota yang hadir dan kita serahkan untuk pelestarian kura-kura belawa ini,” ujar Irwan.

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.15642 seconds.