Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Jelang Pilkades, Calon Kades Anggaraksa Tandatangani Surat Pernyataan Bersama Berita

Lombok Timur, SK - Ada 6 (enam) poin surat pernyataan yang harus ditandatangi calon kepala desa (kades) Anggaraksa dalam pelaksanaan pilkades serentak 14 Desember mendatang. Surat pernyataan bersama itu sengaja dibuat dan ditandatangani bersama agar semua calon kades yang turut bertarung dalam pilkades serentak, umumnya di Lombok Timur, punya komitmen untuk menjaga tali silaturrahmi.

Enam poin pernyataan bersama ikrar para calon kades Anggaraksa tersebut di antaranya:

1.Turut menjaga dan memelihara kesatuan, persatuan, ketertiban dan keamanan masyarakat sebelum dan setelah pemilihan.
2. Menaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Memberi pemahaman kepada pendukung agar jangan memicu ketegangan sehingga menimbulkan keresahan pada masyarakat.
4. Siapapun terpilih menjadi kepala desa tetap berpartisipasi dalam membantu pembangunan desa.
5. Tidak ada yang akan menggugat/mempermasalahkan perolehan hasil suara setelah dibuatkan berita acara.
6. Bersedia untuk diambil tindakan hukum jika tidak menaati pernyataan bersama tersebut.

Enam poin pernyataan yang sudah ditandatangani oleh kelima calon kades Anggaraksa dan disaksikan oleh panitia pilkades, Babinkabtibmas, badan pengawas dan juga beberapa dari unsur masyarakat berlangsung di kantor Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, (10/11).

Dari hasil bimbingan teknis yang diikuti sekitar 106 orang panitia pilkades dari 52 desa yang digelar di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim (8/11), menurut Dedi Supriyadi, maka diputuskan jadwal kampanye terbuka dimulai pada 7-9 Desember 2016, empat hari sebelum pemilihan. "Selama tiga hari calon kades diberikan waktu untuk kampanye terbuka dengan mendatangi masing-masing titik yang telah disepakati bersama," terang Dedi.

Lanjut Dedi, selama kampanye berlangsung, panitia pilkades dibantu oleh pengawas dan Babinkamtibmas serta Babinsa, akan tetap turun lapangan untuk mengawal perjalanan kampanye tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pada kesempatan itu, panitia pilkades juga menyampaikan sumber dan jumlah dana yang akan digunakan dalam pelaksanaan pilkades tersebut sebanyak Rp 70 juta. Rp 20 juta bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Rp 50 juta dari Dana Anggaran Desa (ADD).

Usai menyaksikan penandatanganan surat pernyataan bersama, Babinkamtibmas Anggaraksa, Bripka. Muh. Darmawan menyatakan, jika situasi Desa Anggaraksa menjelang pilkades serentak masih bisa dikontrol. "Saya bersama dengan Babinsa komprehensif menjaga keamanan, silaturrahmi setiap malam terus kami lakukan dengan mendatangi rumah warga, jadi kecil kemungkinan terjadi masalah," tukas Darmawan. (Fikri MS)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09029 seconds.