Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Peran Pemerintah Untuk Air Terjun Mandi Angin Desa Air Berau Berita

Muko-Muko, SK - Warga Desa Air Berau dan sekitarnya sampai saat ini masih memanfaat kan Sungai Air Berau untuk keperluan sehari-hari, baik itu kebutuhan memasak, mandi, mencuci, dan berbagai ritual-ritual adat sebagainya. Semuanya mereka memanfaatkan sungai air berau ini.

Di perkirakan, untuk jangka waktu 5-10 tahun yang akan datang kalau kebersihan dan kelestarian sungai tidak dijaga dipastikan warga akan krisis air. Maka dari itu, penting kiranya menanamkan rasa cinta untuk melestarikan lingkungan kepada generasi muda semoga kebersihan dan kelestarian sungai tetap terjaga, terutama sungai air berau ini.

Pada 17 Agustus 2016 yang lalu, seluruh Karang Taruna desa Lubuk bento, Air Berau, Pondok Suguh dan Aliansi Desa Lubuk Bento Air Berau melakukan Aksi Kreatif peringatan 17 Agustus 1945 di Hulu Sungai Air Berau, yaitu di Air Terjun Mandi Angin Desa Air Berau.

 

Rangkaian angenda:

  1. Upacara Bendera, Peringatan kemerdekakaan.
  2. Pemasangan Pamplet di sepanjang jalan menuju air terjun Mandi Agin. yang berbunyi, “ Yok tidak menebang pohon, karna pohon merupakan sumber air ” & “ Kami tidak membuang sampah di hutan dan di sungai “.
  3. Penanaman pohon di sekitaran Hulu Air Terjun.
  4. Teatrikal “ hutan ku, sungai ku, alam ku, warisan nenek moyang ku”.
     

Sebagai kegiatatan awal untuk menumbuhkan semangat peduli terhadap air dan sungai kepada pemuda. Harapannya, ini merupakan kegiatan pembuka bagi seluruh Pemuda yang ada di seluruh indonesia, agar kita semua bisa peduli terdadap air .

" Sampai hari ini, keinginan masyarakat untuk bertamasya ke air terjun setinggi 138 m itu semakin hari semakin meningkat" ujar Robi, yang juga ketua umum Aliansi Pelajar Desa Lubuk Bento dan Air Berau, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Muko-Muko, sekaligus juga koordinator kegiatan aksi kreatif pada agustus yang lalu. " Hanya saja kepedulian pengunjung terhadap kebersihan kawasan wisata dan pelestarian lingkungan mesti di tingkatkan lagi, dan peran pemerintah daerah dalam hal ini juga sangat diharapkan" Tambahnya.

"Sudah dua bulan berakhir aksi kreatif dari kawan-kawan Karangtaruna, hasil yang kita inginkan belum kelihatan. dalam waktu dekat kita akan melakukan berbagai rangkaian kegiatan lagi akan hal itu. harapannya sungai dan lingkungan yang lestari yang diwariskan oleh leluhur kepada kami tidak ternodai oleh hal-hal yang dapat merusak lingkungan" tambah nya lagi.

Photo by @daniladnan.

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.75924 seconds.