Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

FAST VS GURU PEMBELAJAR Berita

Tulungagung (SK) “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu ...” tulisan ini terdapat pada Surah Al Ahzab : 21. Nabi Muhammad memiliki sifat dan karakter, seperti sidik, amanah, fatanah, dan tablig yang melapisinya sebagai Uswatun Hasanah.

Sudah adakah uswatun hasanah (contoh) yang nampak di sekeliling kita? Benarkah seorang Guru Pembelajara adalah Guru yang memiliki karakter FAST ?. Lantunan lagu “Umar Bakri Pegawai Negeri” yang mencerminkan seorang guru yang jadul, seadanya sudahkah mewakili sebagai Guru Pembelajar ?.

Guru yang Fatonah, Amanah, Sidiq dan Tablig (FAST) adalah guru pemecah kegelapan, guru yang selalu haus ilmu dan menntransferkannya, oleh karenanya guru harus terus belajar, dikarenakan Guru menjadi Uswatun Hasanah (contoh) bagi anak didiknya. Walaupun kenyatannya masih banyak guru yang belum bisa memenuhi sebagai suritauladan yang mulya. Dari kenyataan ini, pemerintah berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan guru termasuk menjadikan guru sebagai Guru Pembelajar.

Menurut mantan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Anis Baswedan bahwa Guru Pembelajaran adalah guru yang senantiasa terus belajar selama dia mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. Oleh karenanya jika seorang guru memutuskan berhenti belajar, maka saat itulah seorang guru berhenti menjadi pendidik / guru.

Guru Pembelajar diharapkan bisa memperbaiki diri sebagai seorang pendidik. Hal ini di karenakan Guru mempunyai tujuan yang mulia, tidak hanya sekedar mengajar, mendidik akan tetapi juga sebagai pengarah dan penginspirasi bagi muridnya. Nuansa keilmuan selalu di berikan, model pembelajaran di kelas selalu menyenangkan dan selalu dirindukan. Berusaha untuk menciptakan kelas yang nyaman dengan selalu mendiskusikan dalam setiap permasalahan yang hadir, dan selalu dirindukan setiap saat.

Hal ini tertuang pada kebijakan beliau yang disampaikan pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2015, yang intinya mengajak semua guru untuk menjadi Guru Pembelajar. Maka tidak bisa di pungkiri bahwa pada gurulah dititipkan proses untuk membentuk anak didik yang handal dalam menjalani masa depannya. Potret masa depan bangsa tercermin pada suksesnya Guru Pembelajar dalam memoles pendidikan pada anak didik kita.
 

Dalam sebuah hadist yang berbunyi “Sesungguhnya aku di utus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia”. Dari sinilah cerminan bagaimana membentuk Uswatun Hasanah pada murid kita dengan menggunakan Karakter Rosulullah. Bagaimana kita mau memberikan yang terbaik? Sedangkan kita sebagai guru tidak bisa memberikan contoh yang baik pula. Sebagai Model kita berusaha untuk selalu tampil smart dan meyakinkan, tunjukkan bahwa kita mampu menghantarkan anak didik kita menjadi anak didik yang sukses dalam akademiknya dan akhlaqnya.
Fathonah, Amanah, Sidiq, dan Tablig (FAST) sebagai perwujudan dari Karakter Rosulullah yang Fatonah = cerdas; Amanah = dipercaya; Sidiq = benar; dan Tabligh = menyampaikan kebenaran.Abiummi.com. Mari kita belajar bersama tentang maksud dari FAST :

Fatonah berarti cerdas, harapan mulia ini mendasari bahwa guru harus up to date terhadap semua keilmuan, guru harus kreatif, inovatif , sehingga akan muncul dalam proses pembentukan anak didik yang smart, militan dan siap untuk memajukan Indonesia tercinta ini menjadi negara yang beradab, smart dan berakhlaq mulia. Guru yang pembelajar akan bisa memanfaatkan dimanapun, waktu dimana saja untuk belajar. Yang nantinya kita akan merubah diri maka anak didik kita juga akan meniru atas kebaikan yang kita lakukan.

Amanah berarti dapat di percaya, walaupun kondisi masyarakat menurun terhadap pada nilai amanah ini luntur, korupsi dimana-mana, dan karakter ipemimpin yang tidak layak dan haus akan jabatan. Pemerintah memasukkan KI 1 dan KI 2 pada Kurikulum 2013 menjadi konsep mendasar dalam sebuah penilaian selain dari KI 3 dan KI 4. Sehingga akan terurai dalam seluruh proses pembelajaran untuk membentuk karakter anak didik yang bermartabat.

Sidiq berarti benar. Benar dalam perkataan maupun perbuatan. Kadang-kadang kita terlalu banyak berkata-kata tanpa hasil yang sejalan. Banyak kata yang dilontarkan, bahkan kadang-kadang berbohong hanya untuk mendapat pujian saja. Bagi kita sebagai Guru Pembelajar haruslah bisa menjaga semua apa yang kita katakan Dari semua ilmu yang kita pelajari, dengan menstransferkan ilmu kita kepada anak didik kita atas ilmu yang kita dapatkan.

Tablig yang berarti menyampaikan. Sebagai Guru Pembelajar, kita memiliki kewajiban untuk menyampaikan kebenaran, meskipun pahit. Sering terdengar kata, “Sampaikanlah, meski hanya satu ayat.” Memberikan ruang waktu sendiri buat guru selalu menanamkan kejujuran pada diri anak didik, sehingga akan terbentuk anak didik yang selalu menjaga diri dari berbuat bohong, korupsi.

FAST sebagai Guru Pembelajar wajah masa depan bangsa, bisakah terwujud? Pada prinsipnya FAST memiliki sifat holistik karakter yang mendasarkan konsep Karakter seorang Guru untuk didisaindkan kepada anak didik kita sangat mutlak. Dengan konsep ini, peranan Guru Pembelajar, murid, masyarakat sangatlah penting dalam segala aspek pendidikan. Kemudian, nilai dasar yang tergantung pada FAST dalam membentuk karakter murid harus ditegakkan karena merupakan misi terbesar Guru Pembelajar.

Masa depan indonesia ada pada Guru Pembelajar, buatlah anak didik kita selalu terinspirasi dari kita sebagai Guru Pembelajar, karena dengan meniru kita, mereka menjadi sosok yang selalu kreatif, inovatif, dan selalu rindu dengan gaya mengajar kita sebagai guru hebat yang selalu di nanti sebagai Guru yang selalu mereka contoh dan tunggu kehadirannya.Video Anis Baswedan. Penulis adalah Alumni Kelas Menulis MediaGuru Angkatan 1, Kepala Sekolah SMP Islam Al Azhaar Tulungagung, Al Azhaar FM.
 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.0908 seconds.