Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Kegiatan Ronda Sama Dengan Lestarikan Budaya Leluhur Berita

TALENTA FM LOMBOK TENGAH,SK – Kegiatan ronda, merupakan salah satu budaya Indonesia yang ditinggalkan oleh nenek moyang untuk dilestarikan. Demikian disampaikan Wakil Bupati (Wabup), L.Pathul Bahri,S.Ip saat menghadiri acara penilaian Lomba Siskamling Tingkat Polda NTB, Selasa (11/10) 2016 di Kelurahan Sasake kecamatan Praya Tengah.


Untuk itu lanjut Wabup, sesungguhnya kegiatan ronda atau siskamling, bukan sekedar untuk menjaga keamanan, namun mempunyai arti mendalam untuk melestarikan budaya luhur nenek moyang. Ronda, sudah ada sejak zaman belanda dulu. Walau dulu, kegiatan ronda tujuanya sebagai salah satu cara untuk berjuang melawan penjajah.”Jadi ini adalah budaya yang luar biasa yang harus dilestarikan,”Tandasnya.


Maka apresiasi yang setinggi-tingginya diberikan kepada warga yang senantiasa melestarikan budaya luhur nenek moyang dengan selalu mengadakan ronda dilingkunganya. Sesuai dengan perkembangan zaman seperti saat ini, ronda kini tidak lagi dilakukan untuk selalu waspada terhadap penjajah.”Namun ronda saat ini, untuk menjaga lingkungan sekitar kita agar senantiasa aman seperti yang kita inginkan,”Jelasnya.


Keamanan lanjut Wabup, merupakan salah satu hal yang terpenting yang harus ada ditengah-tengah masyarakat saat ini. Karena apa artinya memiliki harta benda yang banyak, bila keamanan tidak terjaga dan terwujud dilingkungan masing-masing.”Maka jelas, setiap hari hidup tidak akan merasa nyaman karena selalu was-was kalau tiba-toba ada pencuri atau rampok,”Ungkapnya.


Kegiatan Lomba Siskamling tersebut lanjut Wabup, sangat baik dilakukan karena bisa menjadi salah satu penyemangat bagi warga untuk terus melakukan inovasi bagaimana meningkatkan keamanan dilingkungan sekitar mereka.”Bila perlu, warga dan pemuda bisa menciptkan cara-cara baru dalam rangka tingkatkan keamananan ini dan bukan sekedar laksanakan pos kamling saja. Ada inovasi baru,”Harap Wabup.


Namun demikian, Wabup berpesan, jangan sampai bila tidak menjadi juara dalam lomba, justeru membuat semnagat menjadi oatah dan psokalmling ditinggalkan. Itu dijadikan sebagai pecut untuk lebih semangat lagi agar pada lomba berikutnya menjadi juara satu.(ding)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.10024 seconds.